PAKET UMROH BULAN FEBRUARI MARET APRIL MEI 2018

diposkan pada : 28-06-2017 12:26:19 Dahsyatnya-puasa syawal.jpg

Dahsyatnya Melaksanakan Sunah Puasa Syawal

Salah satu dari pintu-pintu kebaikan adalah melakukan puasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ …

“Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, …” (HR. Tirmidzi, hadits ini hasan shohih)

Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi seorang muslim baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, puasa adalah perisai dari perbuatan-perbuatan maksiat, sedangkan di akhirat nanti adalah perisai dari api neraka. 

Oleh karena itu, untuk mendapatkan kecintaan Allah ta’ala, maka lakukanlah puasa sunnah setelah melakukan yang wajib. Di antara puasa sunnah yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam anjurkan setelah melakukan puasa wajib (puasa Ramadhan) adalah puasa enam hari di bulan Syawal.

Puasalah Enam Hari di Bulan Syawal

Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)

Pada hadits ini terdapat dalil tegas tentang dianjurkannya puasa enam hari di bulan Syawal dan pendapat inilah yang dipilih oleh madzhab Syafi’i, Ahmad dan Abu Daud serta yang sependapat dengan mereka. Sedangkan Imam Malik dan Abu Hanifah menyatakan makruh. Namun pendapat mereka ini lemah karena bertentangan dengan hadits yang tegas ini. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56)

Melaksanakan Puasa Syawal Bagaikan Puasa Setahun Penuh

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)

“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)

Jika seseorang melakukan satu kebaikan maka akan mendapatkan sepuluh kebaikan yang sama. Puasa ramadhan adalah selama sebulan berarti akan sama dengan puasa 10 bulan. Puasa syawal adalah enam hari berarti akan sama dengan 60 hari yang sama dengan 2 bulan. Oleh karena itu, seseorang yang berpuasa ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan syawal akan mendapatkan puasa seperti setahun penuh. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56 dan Syarh Riyadhus Sholihin, 3/465). 

Apakah Dalam Melaksanakan Puasa Syawal Harus Selalu Berurutan dan Dilakukan di Awal  Syawal?

Imam Nawawi dalam Syarh Muslim, 8/56 mengatakan, “Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.” Oleh karena itu, boleh saja seseorang berpuasa syawal tiga hari setelah Idul Fithri misalnya, baik secara berturut-turut ataupun tidak, karena dalam hal ini ada kelonggaran. Namun, apabila seseorang berpuasa syawal hingga keluar waktu (bulan Syawal) karena bermalas-malasan maka dia tidak akan mendapatkan ganjaran puasa syawal.

Catatan: Apabila seseorang memiliki udzur (halangan) seperti sakit, dalam keadaan nifas, sebagai musafir, sehingga tidak berpuasa enam hari di bulan syawal, maka boleh orang seperti ini meng-qodho’ (mengganti) puasa syawal tersebut di bulan Dzulqo’dah. Hal ini tidaklah mengapa. (Lihat Syarh Riyadhus Sholihin, 3/466)

Tunaikanlah Qodho’ (Tanggungan) Puasa Terlebih Dahulu

Lebih baik bagi seseorang yang masih memiliki qodho’ puasa Ramadhan untuk menunaikannya daripada melakukan puasa Syawal. Karena tentu saja perkara yang wajib haruslah lebih diutamakan daripada perkara yang sunnah. Alasan lainnya adalah karena dalam hadits di atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” Jadi apabila puasa Ramadhannya belum sempurna karena masih ada tanggungan puasa, maka tanggungan tersebut harus ditunaikan terlebih dahulu agar mendapatkan pahala semisal puasa setahun penuh.

Apabila seseorang menunaikan puasa Syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah muthlaq (puasa sunnah biasa) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa Syawal karena kita kembali ke perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” (Lihat Syarhul Mumthi’, 3/89, 100)

Catatan: Adapun puasa sunnah selain puasa Syawal, maka boleh seseorang mendahulukannya dari mengqodho’ puasa yang wajib selama masih ada waktu lapang untuk menunaikan puasa sunnah tersebut. Dan puasa sunnahnya tetap sah dan tidak berdosa. Tetapi perlu diingat bahwa menunaikan qodho’ puasa tetap lebih utama daripada melakukan puasa sunnah. Hal inilah yang ditekankan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -semoga Allah merahmati beliau- dalam kitab beliau Syarhul Mumthi’, 3/89 karena seringnya sebagian orang keliru dalam permasalahan ini.

Kita ambil permisalan dengan shalat dzuhur. Waktu shalat tersebut adalah mulai dari matahari bergeser ke barat hingga panjang bayangan seseorang sama dengan tingginya. Kemudian dia shalat di akhir waktu misalnya jam 2 siang karena udzur (halangan). Dalam waktu ini bolehkah dia melakukan shalat sunnah kemudian melakukan shalat wajib? Jawabnya boleh, karena waktu shalatnya masih lapang dan shalat sunnahnya tetap sah dan tidak berdosa. Namun hal ini berbeda dengan puasa syawal karena puasa ini disyaratkan berpuasa ramadhan untuk mendapatkan ganjaran seperti berpuasa setahun penuh. Maka perhatikanlah perbedaan dalam masalah ini!

Boleh Berniat di Siang Hari dan Boleh Membatalkan Puasa Ketika Melakukan Puasa Sunnah

Permasalahan pertama ini dapat dilihat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk menemui keluarganya lalu menanyakan: “Apakah kalian memiliki sesuatu (yang bisa dimakan, pen)?” Mereka berkata, “tidak” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Kalau begitu sekarang, saya puasa.” Dari hadits ini berarti seseorang boleh berniat di siang hari ketika melakukan puasa sunnah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga terkadang berpuasa sunnah kemudian beliau membatalkannya sebagaimana dikatakan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha dan terdapat dalam kitab An Nasa’i. (Lihat Zadul Ma’ad, 2/79)

 

 

 

 

 

 

Artikel lainnya »
promo umroh januari di Cipinang Melayu jakarta
harga paket umroh desember di Cipinang Cempedak jakarta
paket umroh mei di Cipinang Besar Selatan jakarta
biaya umroh akhir tahun di Batuampar jakarta
paket umroh februari di Cipayung jakarta
biaya paket umrah maret di Cibubur jakarta
harga paket berangkat umrah awal tahun di Cipayung jakarta
biaya paket berangkat umroh akhir tahun di Cipinang jakarta
biaya umrah februari di Bali Mester jakarta
paket berangkat umroh awal tahun di Pondok Kelapa jakarta
paket berangkat umrah ramadhan di Pondok Kopi jakarta
biaya paket umroh akhir tahun di Jati jakarta
biaya umroh februari di Kalisari jakarta
harga paket umroh desember di Cililitan jakarta
biaya paket umroh akhir tahun di Rawa Terate jakarta
biaya paket umrah april di Malaka Sari jakarta
paket umrah ramadhan di Klender jakarta
harga paket berangkat umrah akhir tahun di Duren Sawit jakarta
harga paket umroh april di Makasar jakarta
biaya umroh desember di Cawang jakarta
promo umroh ramadhan di Cipinang jakarta
paket promo berangkat umroh awal tahun di Balekambang jakarta
paket promo berangkat umroh februari di Jatinegara jakarta
biaya berangkat umroh akhir tahun tangerang
biaya paket berangkat umroh ramadhan di Bali Mester jakarta
paket promo berangkat umrah maret di Jatinegara jakarta
promo umroh ramadhan di Matraman jakarta
paket berangkat umroh februari di Pondok Bambu jakarta
harga paket berangkat umroh februari di Susukan jakarta
harga berangkat umroh akhir tahun di Pondok Bambu jakarta
biaya berangkat umrah awal tahun di Pinang Ranti jakarta
biaya paket umroh desember di Makasar jakarta
promo berangkat umrah februari di Cawang jakarta
paket umroh ramadhan di Kayu Manis jakarta
promo umrah juni di Ciracas jakarta
paket promo berangkat umroh maret di Cakung jakarta
biaya paket umrah ramadhan di Kampung Melayu jakarta
promo umrah februari di Kayu Putih jakarta
promo umroh awal tahun di Balekambang jakarta
promo berangkat umroh desember di Pulogebang jakarta
harga umrah maret di Munjul jakarta
harga berangkat umrah akhir tahun di Bidaracina jakarta
paket berangkat umroh juni di Kebon Manggis jakarta
paket umrah januari di Makasar jakarta
paket berangkat umroh mei di Matraman jakarta
biaya berangkat umrah awal tahun di Duren Sawit jakarta
paket promo berangkat umrah ramadhan di Jatinegara Kaum jakarta
biaya paket umrah maret di Jati jakarta
biaya umroh maret di Bali Mester jakarta
harga berangkat umroh maret di Makasar jakarta
harga paket umrah juni di Cawang jakarta
harga paket berangkat umrah juni di Kayu Putih jakarta
promo umrah mei di Pekayon jakarta
paket promo berangkat umrah ramadhan di Matraman jakarta
paket umrah mei di Klender jakarta
paket umroh desember di Cipayung jakarta
harga umroh ramadhan di Cilangkap jakarta
paket promo berangkat umroh mei di Jatinegara jakarta
harga umrah februari depok
paket promo umrah februari bekasi utara
promo umrah april di Makasar jakarta
biaya umrah maret di Ciracas jakarta
biaya berangkat umroh februari di Ciracas jakarta
biaya berangkat umroh desember bekasi utara
promo berangkat umrah ramadhan di Cakung Barat jakarta
harga paket umrah ramadhan di Pasar Rebo jakarta
paket umrah januari di Kebon Pala jakarta
harga berangkat umrah juni di Rambutan jakarta
harga paket umrah maret di Kayu Manis jakarta
promo umroh awal tahun bekasi utara
biaya berangkat umrah mei di Cipayung jakarta
promo berangkat umroh februari di Kramat Jati jakarta
promo berangkat umrah awal tahun di Cakung Barat jakarta
paket promo berangkat umrah mei bogor
biaya paket berangkat umrah februari di Cipayung jakarta
harga berangkat umrah april di Penggilingan jakarta
harga paket umroh desember bekasi barat
paket berangkat umrah maret di Kalisari jakarta
harga paket umrah awal tahun di Ceger jakarta
paket berangkat umroh maret di Kampung Melayu jakarta
biaya paket umrah juni di Kayu Manis jakarta
paket berangkat umroh april bogor
harga paket umroh mei di Pondok Bambu jakarta
biaya paket berangkat umrah maret di Bali Mester jakarta
paket promo berangkat umrah ramadhan di Rawa Bunga jakarta
biaya paket berangkat umroh maret di Jatinegara jakarta
paket promo umroh ramadhan tangerang
paket umroh juni di Jati jakarta
biaya paket berangkat umroh januari bekasi utara
biaya paket umrah juni di Kebon Pala jakarta
harga paket umrah mei di Jati jakarta
biaya berangkat umroh awal tahun tangerang
paket berangkat umrah desember di Rawa Terate jakarta
promo berangkat umroh februari bogor
paket promo umrah januari di Kramat Jati jakarta
biaya umroh maret di Pondok Kelapa jakarta
biaya berangkat umrah desember di Makasar jakarta
paket berangkat umroh januari di Kampung Tengah jakarta
paket berangkat umroh mei di Cipinang Besar Selatan jakarta
biaya paket berangkat umrah awal tahun di Cipinang Besar Selatan jakarta