PAKET UMROH BULAN FEBRUARI MARET APRIL MEI 2017

TRAVEL UMROH RESMI KEMENAG RI

Call / WA: SEPTINA 0821-1420-2323 / Klik disini

 
Lihat Biaya Umroh 2018 Lihat Paket Umroh Desember 2017

diposkan pada : 28-06-2017 12:26:19 Dahsyatnya-puasa syawal.jpg

Dahsyatnya Melaksanakan Sunah Puasa Syawal

Salah satu dari pintu-pintu kebaikan adalah melakukan puasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ …

“Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, …” (HR. Tirmidzi, hadits ini hasan shohih)

Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi seorang muslim baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, puasa adalah perisai dari perbuatan-perbuatan maksiat, sedangkan di akhirat nanti adalah perisai dari api neraka. 

Oleh karena itu, untuk mendapatkan kecintaan Allah ta’ala, maka lakukanlah puasa sunnah setelah melakukan yang wajib. Di antara puasa sunnah yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam anjurkan setelah melakukan puasa wajib (puasa Ramadhan) adalah puasa enam hari di bulan Syawal.

Puasalah Enam Hari di Bulan Syawal

Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)

Pada hadits ini terdapat dalil tegas tentang dianjurkannya puasa enam hari di bulan Syawal dan pendapat inilah yang dipilih oleh madzhab Syafi’i, Ahmad dan Abu Daud serta yang sependapat dengan mereka. Sedangkan Imam Malik dan Abu Hanifah menyatakan makruh. Namun pendapat mereka ini lemah karena bertentangan dengan hadits yang tegas ini. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56)

Melaksanakan Puasa Syawal Bagaikan Puasa Setahun Penuh

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)

“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)

Jika seseorang melakukan satu kebaikan maka akan mendapatkan sepuluh kebaikan yang sama. Puasa ramadhan adalah selama sebulan berarti akan sama dengan puasa 10 bulan. Puasa syawal adalah enam hari berarti akan sama dengan 60 hari yang sama dengan 2 bulan. Oleh karena itu, seseorang yang berpuasa ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan syawal akan mendapatkan puasa seperti setahun penuh. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56 dan Syarh Riyadhus Sholihin, 3/465). 

Apakah Dalam Melaksanakan Puasa Syawal Harus Selalu Berurutan dan Dilakukan di Awal  Syawal?

Imam Nawawi dalam Syarh Muslim, 8/56 mengatakan, “Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.” Oleh karena itu, boleh saja seseorang berpuasa syawal tiga hari setelah Idul Fithri misalnya, baik secara berturut-turut ataupun tidak, karena dalam hal ini ada kelonggaran. Namun, apabila seseorang berpuasa syawal hingga keluar waktu (bulan Syawal) karena bermalas-malasan maka dia tidak akan mendapatkan ganjaran puasa syawal.

Catatan: Apabila seseorang memiliki udzur (halangan) seperti sakit, dalam keadaan nifas, sebagai musafir, sehingga tidak berpuasa enam hari di bulan syawal, maka boleh orang seperti ini meng-qodho’ (mengganti) puasa syawal tersebut di bulan Dzulqo’dah. Hal ini tidaklah mengapa. (Lihat Syarh Riyadhus Sholihin, 3/466)

Tunaikanlah Qodho’ (Tanggungan) Puasa Terlebih Dahulu

Lebih baik bagi seseorang yang masih memiliki qodho’ puasa Ramadhan untuk menunaikannya daripada melakukan puasa Syawal. Karena tentu saja perkara yang wajib haruslah lebih diutamakan daripada perkara yang sunnah. Alasan lainnya adalah karena dalam hadits di atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” Jadi apabila puasa Ramadhannya belum sempurna karena masih ada tanggungan puasa, maka tanggungan tersebut harus ditunaikan terlebih dahulu agar mendapatkan pahala semisal puasa setahun penuh.

Apabila seseorang menunaikan puasa Syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah muthlaq (puasa sunnah biasa) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa Syawal karena kita kembali ke perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” (Lihat Syarhul Mumthi’, 3/89, 100)

Catatan: Adapun puasa sunnah selain puasa Syawal, maka boleh seseorang mendahulukannya dari mengqodho’ puasa yang wajib selama masih ada waktu lapang untuk menunaikan puasa sunnah tersebut. Dan puasa sunnahnya tetap sah dan tidak berdosa. Tetapi perlu diingat bahwa menunaikan qodho’ puasa tetap lebih utama daripada melakukan puasa sunnah. Hal inilah yang ditekankan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -semoga Allah merahmati beliau- dalam kitab beliau Syarhul Mumthi’, 3/89 karena seringnya sebagian orang keliru dalam permasalahan ini.

Kita ambil permisalan dengan shalat dzuhur. Waktu shalat tersebut adalah mulai dari matahari bergeser ke barat hingga panjang bayangan seseorang sama dengan tingginya. Kemudian dia shalat di akhir waktu misalnya jam 2 siang karena udzur (halangan). Dalam waktu ini bolehkah dia melakukan shalat sunnah kemudian melakukan shalat wajib? Jawabnya boleh, karena waktu shalatnya masih lapang dan shalat sunnahnya tetap sah dan tidak berdosa. Namun hal ini berbeda dengan puasa syawal karena puasa ini disyaratkan berpuasa ramadhan untuk mendapatkan ganjaran seperti berpuasa setahun penuh. Maka perhatikanlah perbedaan dalam masalah ini!

Boleh Berniat di Siang Hari dan Boleh Membatalkan Puasa Ketika Melakukan Puasa Sunnah

Permasalahan pertama ini dapat dilihat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk menemui keluarganya lalu menanyakan: “Apakah kalian memiliki sesuatu (yang bisa dimakan, pen)?” Mereka berkata, “tidak” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Kalau begitu sekarang, saya puasa.” Dari hadits ini berarti seseorang boleh berniat di siang hari ketika melakukan puasa sunnah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga terkadang berpuasa sunnah kemudian beliau membatalkannya sebagaimana dikatakan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha dan terdapat dalam kitab An Nasa’i. (Lihat Zadul Ma’ad, 2/79)

 

 

 

 

 

 

Artikel lainnya »
harga paket umrah juni di Pondok Kopi jakarta
paket promo berangkat umrah januari di Malaka Sari jakarta
harga umrah juni bekasi barat
biaya umrah januari di Kalisari jakarta
paket berangkat umroh akhir tahun di Cilangkap jakarta
biaya berangkat umroh awal tahun di Penggilingan jakarta
harga umroh maret di Pondok Ranggon jakarta
harga berangkat umrah juni di Cipinang Melayu jakarta
harga umrah februari di Ciracas jakarta
biaya paket umrah februari depok
biaya umrah desember di Kramat Jati jakarta
biaya berangkat umroh akhir tahun di Makasar jakarta
paket berangkat umroh april di Pondok Bambu jakarta
paket berangkat umrah desember di Penggilingan jakarta
paket promo berangkat umroh januari di Kalisari jakarta
biaya umroh juni di Pisangan Timur jakarta
harga umrah april di Matraman jakarta
harga paket berangkat umroh desember di Jatinegara Kaum jakarta
harga paket umrah januari di Makasar jakarta
harga umrah januari di Cibubur jakarta
harga paket umrah akhir tahun di Kebon Manggis jakarta
paket umroh juni di Kampung Tengah jakarta
harga paket berangkat umrah januari di Duren Sawit jakarta
harga paket berangkat umrah ramadhan di Pondok Kelapa jakarta
harga umrah februari di Pekayon jakarta
harga paket berangkat umroh mei di Pulo Gadung jakarta
biaya berangkat umrah april di Jatinegara jakarta
harga paket berangkat umrah ramadhan di Ceger jakarta
biaya umroh februari di Cipinang Muara jakarta
harga umrah januari depok
paket berangkat umrah juni di Rawa Terate jakarta
biaya berangkat umroh desember di Kampung Melayu jakarta
paket promo berangkat umrah akhir tahun di Rawamangun jakarta
promo berangkat umroh akhir tahun di Susukan jakarta
promo umroh februari di Rambutan jakarta
paket promo umroh januari bekasi selatan
paket umrah mei di Penggilingan jakarta
promo umroh maret di Rawamangun jakarta
promo berangkat umroh maret di Balekambang jakarta
harga berangkat umroh januari umrohdepag.com
promo umroh akhir tahun di Ujung Menteng jakarta
biaya paket berangkat umrah maret di Cipinang Besar Selatan jakarta
paket promo berangkat umroh awal tahun umrohdepag.com
harga berangkat umrah awal tahun di Batuampar jakarta
promo berangkat umrah februari di Kampung Melayu jakarta
biaya berangkat umrah awal tahun tangerang
paket berangkat umrah februari di Pisangan Baru jakarta
harga paket berangkat umroh akhir tahun di Jatinegara jakarta
harga berangkat umrah desember di Pisangan Timur jakarta
biaya paket berangkat umroh januari di Ciracas jakarta
paket promo umroh mei di Pulo Gadung jakarta
paket promo berangkat umroh juni di Balekambang jakarta
paket promo umrah maret di Ujung Menteng jakarta
biaya paket berangkat umrah januari di Cipinang Melayu jakarta
paket umrah juni di Cilangkap jakarta
harga paket berangkat umrah akhir tahun di Pekayon jakarta
biaya paket umrah mei di Cibubur jakarta
biaya berangkat umrah ramadhan bekasi utara
paket promo umrah awal tahun di Pulogebang jakarta
paket berangkat umroh desember di Malaka Jaya jakarta
paket promo umroh januari di Rawa Bunga jakarta
biaya paket umrah ramadhan tangerang
biaya umroh desember di Kramat Jati jakarta
biaya umroh februari di Cakung Timur jakarta
biaya paket berangkat umrah februari di Pinang Ranti jakarta
harga umroh juni di Kayu Manis jakarta
harga paket umrah akhir tahun di Duren Sawit jakarta
biaya berangkat umrah juni di Munjul jakarta
biaya paket berangkat umroh februari di Kramat Jati jakarta
harga paket umroh mei di Cipayung jakarta
promo berangkat umroh januari di Rawa Terate jakarta
harga paket umrah akhir tahun bekasi barat
harga berangkat umrah ramadhan di Cipinang Besar Selatan jakarta
biaya paket berangkat umrah februari di Jatinegara Kaum jakarta
biaya umroh akhir tahun di Kayu Manis jakarta
harga paket umrah juni di Makasar jakarta
biaya paket umrah maret depok
promo umroh desember di Pondok Kelapa jakarta
harga paket umroh februari di Jati jakarta
paket promo umrah ramadhan di Jati jakarta
paket umrah desember di Jati jakarta
biaya umroh februari di Utan Kayu Selatan jakarta
promo umrah awal tahun di Pondok Kopi jakarta
biaya berangkat umrah awal tahun di Ujung Menteng jakarta
biaya paket umroh mei di Cililitan jakarta
biaya berangkat umroh januari di Cakung Timur jakarta
promo umroh januari di Halim Perdanakusuma jakarta
paket umroh desember di Rambutan jakarta
harga paket berangkat umroh mei di Jatinegara jakarta
promo umrah februari di Munjul jakarta
biaya umroh ramadhan di Pondok Bambu jakarta
biaya berangkat umroh ramadhan di Pulo Gadung jakarta
biaya paket umroh ramadhan di Kampung Baru jakarta
harga paket umroh awal tahun di Pinang Ranti jakarta
biaya paket berangkat umroh ramadhan di Cipinang Melayu jakarta
paket berangkat umroh desember di Bali Mester jakarta
biaya umroh desember di Pondok Ranggon jakarta
promo berangkat umroh mei di Malaka Sari jakarta
biaya paket umroh akhir tahun di Kampung Tengah jakarta
paket umroh awal tahun di Cipinang Muara jakarta