PAKET UMROH BULAN FEBRUARI MARET APRIL MEI 2018




Artikel lainnya »

SACO- INDONESIA.COM - Sebanyak 37 bayi dilaporkan hilang di wilayah Jabodetabek usai dilahirkan sepanjang tahun 2012. Data dari Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) menyimpulkan, rumah bersalin dan puskesmas menjadi lokasi hilangnya bayi yang baru dilahirkan tersebut.

Bayi hilang bisa dikarenakan penculikan atau tertukar. Berbagai modus kerap digunakan untuk penculikan bayi. Salah satunya menyamar sebagai pegawai di instansi kesehatan terkait. Modus didukung tingkat pengamanan minimum di klinik, puskesmas, atau rumah bersalin.

"Lokasi kejadian hilangnya bayi umumnya tidak memiliki kamera pengintai, baik di jalan maupun kamar pasien. Tingkat keamanan juga minimum sehingga membebaskan pegawai keluar masuk area rumah sakit. Belum lagi yang menggunakan orang dalam," ujar Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait saat dihubungi Selasa (30/4/2013).

Keadaan ini, kata Arist, mempermudah para pelaku kriminal melakukan aksinya. Untuk mencegah bayi hilang, ia menyarankan pasien selalu didampingi keluarga, terutama suami. Sebelum memutuskan tempat untuk bersalin, sebaiknya pastikan siapa dan berapa orang yang akan menangani persalinan. Calon pasien dan keluarga harus tahu siapa nama dokter, perawat, atau pegawai lain yang kerap berhubungan dengannya.

Selanjutnya, pastikan lokasi persalinan memiliki tingkat kemanan yang memadai. Aris pun menyarankan untuk memastikan adanya kamera pengintai, baik di ruang penyimpanan bayi, pasien, ataupun area instansi kesehatan.

"Pastikan juga mereka memiliki tenaga sekuriti yang berkualitas, baik, dan memberikan kenyamanan," ujarnya.

Wajib didampingi suami
Terlepas dari tingkat pengamanan, Aris mengharuskan suami mengawal proses persalinan dan sebisa mungkin mendampingi istri. Hal ini untuk memastikan istri dan bayi mereka dalam kondisi baik.

"Selepas melahirkan suami harus tahu bagaimana bayinya, kemana bayinya pergi, dan siapa yang membawanya," kata Aris.

Hal senada dikatakan psikolog Dien Eryati. Menurutnya, kerjasama suami istri dibutuhkan untuk mencegah bayi diculik atau tertukar usai dilahirkan. Apalagi kondisi istri biasanya masih lemah usai melahirkan.

"Suami harus ikut semua proses melahirkan. Mengetahui bagaimana proses melahirkan akan menumbuhkan motivasi untuk menjaga bayi jangan sampai diculik atau tertukar," kata Dien.

Bila akan ditempatkan dalam ruangan khusus, Dien menyarankan suami mengikuti suster yang membawa bayi. Kegiatan ini memastikan keberadaan dan keamanan posisi bayi Suami juga wajib memperhatikan detail rupa dan tanda khusus pada bayi. Dien mengatakan, suami juga harus sesering mungkin melihat bayi dan memastikan keamanannya. Hal ini, untuk memastikan bayi tidak tertukar atau hilang selama di instansi bersalin. 

Sumber:Kompas.com

Editor : Maulana Lee
 
37 Bayi Dilaporkan Hilang di Jabodetabek

SURABAYA, Saco-Indonesia.com- Pusat Riset Penyakit Tropis Universitas Airlangga Surabaya menemukan senyawa aktif pada ekstrak batang pohon cempedak (Artocarpus champeden) dan sambiloto (Andrographis paniculata). Pada uji klinis, ekstrak cempedak dapat menyembuhkan pasien malaria dalam waktu lima hari pengobatan.

Demikian disampaikan Aty Widyawaruyanti selaku Ketua Tim Riset Obat Antimalaria di Institut Penyakit Tropis Universitas Airlangga, Kamis (16/5/2013), di Surabaya. Penjelasan ini disampaikan saat kunjungan wartawan yang diadakan Kementrian Riset dan Teknologi.

Dalam penelitian, jelas Aty yang juga peneliti dari Fakultas Farmasi Unair, diketahui beberapa senyawa aktif flavonoid terutama heteroflavanon C diketahui dpt melumpuhkan parasit malaria. "Uji klinis saat ini telah sampai pada fase kedua, yaitu pemberian pada pasien malaria," ujar Aty.

Pengujian tahap kedua melibatkan 60 pasien. Pada pengobatan diberika dosis 2 tablet sehari. Setelah beberapa hari pasien tidak demam dan menggigil. Pada hari kelima pasien sembuh.

Untuk dapat diproduksi dan dipasarkan, masih diperlukan dua tahap lagi dengan melibatkan lebih banyak pasien, " urainya. Obat ini juga harus ditinjau oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

Cempedak sebagai obat malaria yang diteliti sejak tahun 2001 kini telah memperoleh paten untuk proses ekstraksi dan isolasi senyawa aktif. Pendaftaran patennya sebagai obat antimalaria. Bahan herbal yang dinamai Artoner ini dikemas dalam bentuk kapsul untuk ujicoba kepada pasien.

"Produk riset farmasi ini, meski baru 70 persen menjalani tahap uji klinik sudah diminati oleh sebuah industri farmasi untuk diproduksi," tambah Kepala Laboratorium fitokimia herbal ITD, Achmad Fuad Hafid.

Riset lain

Penelitian cempedak untuk obat malaria, lanjut Aty, diilhami penggunaannya secara tradisional di Kalimantan untuk obat malaria dan larutan gosok pencegah gigitan nyamuk. Selain cempedak riset juga dilakukan pada tanaman serumpun yaitu nangka, keluwih, dan sukun. Namun khasiatnya tak sebaik cempedak.

Sementara itu riset yang dilakukan pada tanaman herbal sambiloto juga menemukan senyawa antimalaria yaitu Androglafolida. Namun untuk tanaman herbal yang selama ini dikonsumsi sebagai jamu itu belum sampai ke uji klinik.

 

Editor :Liwon Maulana(galipat
Sumber:Kompas.com
Obat Baru Malaria Ditemukan

Wayne Rooney mengaku bahwa karirnya bersama timnas Inggris akan "sia-sia" kecuali ia berhasil memenangkan Piala Dunia.

Rooney yang memiliki 82 caps bersama Three Lions, disebut-sebut sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah bermain di timnas Inggris. Namun, penyerang Manchester United ini mengaku semua gelar pribadi tak akan ada apa-apanya bila gagal meraih trofi Piala Dunia.

"Aku bisa mengakhiri karir bersama Inggris dengan menjadi pencetak gol terbanyak dan mungkin juga pemegang caps terbanyak, tetapi jika tidak berhasil (memenangkan piala), maka itu sia-sia," ujarnya.

"Saya ingin medali sebagai pemenang Piala Dunia," tegasnya.

Penyerang berusia 27 tahun ini membidik putaran final Piala Dunia 2014 sebagai kesempatan untuk mewujudkan impiannya tersebut. Selain itu, mantan pemain Everton ini juga berpeluang menjadi top skor sepanjang masa Inggris. Kini, Rooney berada di posisi ke enam dengan koleksi 35 gol. Terpaut 14 gol dari Bobby Charlton yang berada di puncak. (met/dzi)

Rooney:Karir di timnas bakal sia-sia tanpa gelar Piala Dunia

Bahan Berkualitas Untuk Konveksi Fashion

Pusat Konveksi Di Indonesia

 

Berbagai Jenis Bahan Kaos T-Shirt

Sebagai pusat pembuatan konveksi, kami menyediakan banyak variasi kain yang bisa kami olah menjadi produk konveksi berkualitas. Ada banyak kain yang tersedia di pasaran, namun akan kami uraikan bahan-bahan yang sangat banyak diminati oleh customer kami.

Kain-kain yang kami jelaskan di bawah ini, umumnya digunakan untuk kaos tipe T-shirt (kaos oblong), Untuk kaos tipe polo shirt/ Berkerah biasanya digunakan kain rajutan cotton pique / lacoste. Untuk penjelasan mengenai kain rajutan Sedangkan untuk jenis jaket (jaket, jumper, cardigan, ataupun hoodie) biasanya digunakan bahan fleece. Jika anda mengutamakan kenyamanan ketika pemakaian utamakan memilih bahan yang asli 100% katun.

saco-indonesia.com,

1. KATUN (combed 20s, 24s, 30s)

Bahan katun combed telah terbuat murni 100% dari serat kapas alami. Bahan combed berkarakteristik telah memiliki tekstur yang sangat halus, dingin, nyaman, dan mudah menyerap keringat, sehingga sangat nyaman dan cocok dipakai di Negara tropis seperti Indonesia. Kain Combed telah memiliki serat benang yang lebih halus dan rata sehingga penampilannya akan menjadi lebih halus , rata dan rapih. Ada beberapa jenis kain combed yang ada di pasaran. Hal ini dapat dibedakan berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasinya. Kami juga telah menyediakan 3 varian combed, Ada combed 20s, 24s, 30s. hal yang telah membedakan adalah ketebalan kain combed. Kain 20s telah memiliki ketebalan yang paling tebal, sedangkan combed 30s telah memiliki ketebalan yang paling tipis. Kain Combed 20s juga merupakan kain yang paling banyak dipakai dan menjadi favorit kaos distro karena selain kenyamanan ketika digunakan, harganya juga tidak mahal.


2. CARDET (20s, 30s)

Dibandingkan dengan kain combed , kain cotton cardet telah memiliki serat benang yang kurang halus. Kain cardet juga merupakan kain KW1 nya kain combed sehingga Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang halus dan kurang rata. karena harganya yang relatif lebih murah jika dibandingkan dengan cotton combed, bahan cotton cardet sering digunakan untuk kaos-kaos dengan target pasar kelas menengah, misalnya untuk kaos pabrik, seragam buruh, dan juga kaos oblong olahraga.

3. POLYESTER dan PE

Polyester sesuai namanya, juga merupakan bahan serat sintetis yang telah terbuat dari bahan ester (dalam hal ini hasil sampingan minyak buni dan dibuat bahan berupa serat fiberpoly). Dibandingkan katun, kain jenis ini lebih tipis, agak kasar, dan tidak bisa menyerap keringat sehingga sangat panas ketika dipakai.


4. TC (TETERON COTTON)

seiring dengan kemajuan teknologi, terpengaruh juga teknologi pengolahan bahan kain. Banyak bahan kain hasil dari penggabungan katun dan Polyester, salah satunya adalah TC. Jenis bahan ini juga merupakan campuran dari 35% cotton combed dan 65% polyester. TC ini seperti PE, terasas panas ketika memakainya karena kurang bisa menyerap keringat. Namun kelebihannya bahan ini lebih tahan kusut, dan tidak mudah melar meski sudah lama dipakai.


5. VISCOSE

Viscose biasa juga disebut rayon. Sebuah bahan serat sintesa celulosa organic (buatan manusia) yang biasa digunakan sebagai bahan kain. Teksturnya telah memiliki kesamaan dengan tekstur kapas. Viscose biasanya digunakan untuk dapat menambahkan kenyamanan  pada serat sintesis dan juga menambah kecerahan warna. Serat Viscose mempunyai tahanan kelembaban yang lebih tinggi, kecemerlangan warna yang lebih baik dan lebih lembut dibanding kapas. Namun kain ini juga terkesan mewah, sehingga harganya mahal dan jarang tersedia di pasaran.


6. CVC ( COTTON VISCOSE)

Jenis bahan kaos ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.


7. HYGET

Jenis bahan ini telah terbuat dari plastic dan sangat tipis, oleh karena itu harganya sangat murah. Namun bahan ini, bisa dibilang kurang layak dan nyaman untuk dijadikan kaos. Biasanya pembuatan kaos dengan bahan ini dilakukan jika ingin membuat kaos dengan jumlah massal tetapi dana yang tersedia tidak terlalu banyak. Bahan ini banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai


Editor : Dian Sukmawati

BAHAN BERKUALITAS UNTUK KONVEKSI FASHION

Objek wisata Gunung Bromo tentu juga sudah sering terdengar bukan ditelinga Anda, terutama Masyarakat Jawa Timur sendiri. Siapa yang tak sangka Gunung berapi yang masih dalam status aktif ini juga merupakan salah satu objek wisata yang sangat populer di kawasan Jawa Timur, Indonesia. Gunung dengan ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut ini telah terletak di dalam 4 kawasan yakni Pasuruan, Kab. Probolinggo, Lumajang dan Kab. Malang.

Bagi Anda yang baru pertama kali berwisata ke Gunung Bromo ini jangan heran jika Anda dibuat terkesan akan keindahan panorama alam Bromo yang begitu sangat menakjubkan. Hamparan savana hijau bersamaan dengan lautan pasir yang telah memiliki luas sekitar 10 kilometer persegi benar benar siap memukau siapa saja yang melihatnya. Gunung Bromo juga terkenal akan kawahnya yang begitu indah ketika mengeluarkan asap belerang yang relatif cukup tipis. Disekitar Gunung Bromo juga terdapat Gunung Batok, Gunung Semeru dan Gunung Penanjakan yang telah menjadi lokasi paling strategis untuk dapat melihat sunrise dari puncak Gunung Bromo.

Salah satu peristiwa yang unik di kawasan Gunung Bromo adalah tradisi adat yang bernama “Yadnya Kasada atau Kasodo” yang selalu diselenggarakan penduduk Tengger di sebuah pura yang terletak di bawah kaki Gunung Bromo Utara setiap bulan purnama. Pada saat upacara adat ini berlangsung, jumlah pengunjung yang datang bisa melonjak berlipat lipat termasuk berbagai media Nasional dan Internasional yang datang untuk meliput tradisi yang unik ini. Untuk masalah tempat penginapan Anda tidak perlu khawatir karena di kawasan Bromo sudah banyak berdiri hotel, villa dan tempat penginapan lainnya yang dapat Anda sewa.

TEMPAT WISATA GUNUNG BROMO

A 214-pound Queens housewife struggled with a lifelong addiction to food until she shed 72 pounds and became the public face of the worldwide weight-control empire Weight Watchers.

Jean Nidetch, 91, Dies; Pounds Came Off, and Weight Watchers Was Born
Joseph Lechleider

Mr. Lechleider helped invent DSL technology, which enabled phone companies to offer high-speed web access over their infrastructure of copper wires.

Joseph Lechleider, a Father of the DSL Internet Technology, Dies at 82

A 2-minute-42-second demo recording captured in one take turned out to be a one-hit wonder for Mr. Ely, who was 19 when he sang the garage-band classic.

Jack Ely, Who Sang the Kingsmen’s ‘Louie Louie’, Dies at 71

Late in April, after Native American actors walked off in disgust from the set of Adam Sandler’s latest film, a western sendup that its distributor, Netflix, has defended as being equally offensive to all, a glow of pride spread through several Native American communities.

Tantoo Cardinal, a Canadian indigenous actress who played Black Shawl in “Dances With Wolves,” recalled thinking to herself, “It’s come.” Larry Sellers, who starred as Cloud Dancing in the 1990s television show “Dr. Quinn, Medicine Woman,” thought, “It’s about time.” Jesse Wente, who is Ojibwe and directs film programming at the TIFF Bell Lightbox in Toronto, found himself encouraged and surprised. There are so few film roles for indigenous actors, he said, that walking off the set of a major production showed real mettle.

But what didn’t surprise Mr. Wente was the content of the script. According to the actors who walked off the set, the film, titled “The Ridiculous Six,” included a Native American woman who passes out and is revived after white men douse her with alcohol, and another woman squatting to urinate while lighting a peace pipe. “There’s enough history at this point to have set some expectations around these sort of Hollywood depictions,” Mr. Wente said.

The walkout prompted a rhetorical “What do you expect from an Adam Sandler film?,” and a Netflix spokesman said that in the movie, blacks, Mexicans and whites were lampooned as well. But Native American actors and critics said a broader issue was at stake. While mainstream portrayals of native peoples have, Mr. Wente said, become “incrementally better” over the decades, he and others say, they remain far from accurate and reflect a lack of opportunities for Native American performers. What’s more, as Native Americans hunger for representation on screen, critics say the absence of three-dimensional portrayals has very real off-screen consequences.

“Our people are still healing from historical trauma,” said Loren Anthony, one of the actors who walked out. “Our youth are still trying to figure out who they are, where they fit in this society. Kids are killing themselves. They’re not proud of who they are.” They also don’t, he added, see themselves on prime time television or the big screen. Netflix noted while about five people walked off the “The Ridiculous Six” set, 100 or so Native American actors and extras stayed.

Advertisement

But in interviews, nearly a dozen Native American actors and film industry experts said that Mr. Sandler’s humor perpetuated decades-old negative stereotypes. Mr. Anthony said such depictions helped feed the despondency many Native Americans feel, with deadly results: Native Americans have the highest suicide rate out of all the country’s ethnicities.

The on-screen problem is twofold, Mr. Anthony and others said: There’s a paucity of roles for Native Americans — according to the Screen Actors Guild in 2008 they accounted for 0.3 percent of all on-screen parts (those figures have yet to be updated), compared to about 2 percent of the general population — and Native American actors are often perceived in a narrow way.

In his Peabody Award-winning documentary “Reel Injun,” the Cree filmmaker Neil Diamond explored Hollywood depictions of Native Americans over the years, and found they fell into a few stereotypical categories: the Noble Savage, the Drunk Indian, the Mystic, the Indian Princess, the backward tribal people futilely fighting John Wayne and manifest destiny. While the 1990 film “Dances With Wolves” won praise for depicting Native Americans as fully fleshed out human beings, not all indigenous people embraced it. It was still told, critics said, from the colonialists’ point of view. In an interview, John Trudell, a Santee Sioux writer, actor (“Thunderheart”) and the former chairman of the American Indian Movement, described the film as “a story of two white people.”

“God bless ‘Dances with Wolves,’ ” Michael Horse, who played Deputy Hawk in “Twin Peaks,” said sarcastically. “Even ‘Avatar.’ Someone’s got to come save the tribal people.”

Dan Spilo, a partner at Industry Entertainment who represents Adam Beach, one of today’s most prominent Native American actors, said while typecasting dogs many minorities, it is especially intractable when it comes to Native Americans. Casting directors, he said, rarely cast them as police officers, doctors or lawyers. “There’s the belief that the Native American character should be on reservations or riding a horse,” he said.

“We don’t see ourselves,” Mr. Horse said. “We’re still an antiquated culture to them, and to the rest of the world.”

Ms. Cardinal said she was once turned down for the role of the wife of a child-abusing cop because the filmmakers felt that casting her would somehow be “too political.”

Another sore point is the long run of white actors playing American Indians, among them Burt Lancaster, Rock Hudson, Audrey Hepburn and, more recently, Johnny Depp, whose depiction of Tonto in the 2013 film “Lone Ranger,” was viewed as racist by detractors. There are, of course, exceptions. The former A&E series “Longmire,” which, as it happens, will now be on Netflix, was roundly praised for its depiction of life on a Northern Cheyenne reservation, with Lou Diamond Phillips, who is of Cherokee descent, playing a Northern Cheyenne man.

Others also point to the success of Mr. Beach, who played a Mohawk detective in “Law & Order: Special Victims Unit” and landed a starring role in the forthcoming D C Comics picture “Suicide Squad.” Mr. Beach said he had come across insulting scripts backed by people who don’t see anything wrong with them.

“I’d rather starve than do something that is offensive to my ancestral roots,” Mr. Beach said. “But I think there will always be attempts to drawn on the weakness of native people’s struggles. The savage Indian will always be the savage Indian. The white man will always be smarter and more cunning. The cavalry will always win.”

The solution, Mr. Wente, Mr. Trudell and others said, lies in getting more stories written by and starring Native Americans. But Mr. Wente noted that while independent indigenous film has blossomed in the last two decades, mainstream depictions have yet to catch up. “You have to stop expecting for Hollywood to correct it, because there seems to be no ability or desire to correct it,” Mr. Wente said.

There have been calls to boycott Netflix but, writing for Indian Country Today Media Network, which first broke news of the walk off, the filmmaker Brian Young noted that the distributor also offered a number of films by or about Native Americans.

The furor around “The Ridiculous Six” may drive more people to see it. Then one of the questions that Mr. Trudell, echoing others, had about the film will be answered: “Who the hell laughs at this stuff?”

Native American Actors Work to Overcome a Long-Documented Bias
Children playing last week in Sandtown-Winchester, the Baltimore neighborhood where Freddie Gray was raised. One young resident called it “a tough community.”
Todd Heisler/The New York Times

Children playing last week in Sandtown-Winchester, the Baltimore neighborhood where Freddie Gray was raised. One young resident called it “a tough community.”

Hard but Hopeful Home to ‘Lot of Freddies’

Hard but Hopeful Home to ‘Lot of Freddies’

Hired in 1968, a year before their first season, Mr. Fanning spent 25 years with the team, managing them to their only playoff appearance in Canada.

Jim Fanning, 87, Dies; Lifted Baseball in Canada With Expos

Ms. Crough played the youngest daughter on the hit ’70s sitcom starring David Cassidy and Shirley Jones.

Suzanne Crough, Actress in ‘The Partridge Family,’ Dies at 52

Mr. Paczynski was one of the concentration camp’s longest surviving inmates and served as the personal barber to its Nazi commandant Rudolf Höss.

Jozef Paczynski, Inmate Barber to Auschwitz Commandant, Dies at 95

Fullmer, who reigned when fight clubs abounded and Friday night fights were a television staple, was known for his title bouts with Sugar Ray Robinson and Carmen Basilio.

Gene Fullmer, a Brawling Middleweight Champion, Dies at 83

Mr. Alger, who served five terms from Texas, led Republican women in a confrontation with Lyndon B. Johnson that may have cost Richard M. Nixon the 1960 presidential election.

Bruce Alger, 96, Dies; Led ‘Mink Coat’ Protest Against Lyndon Johnson

The 6-foot-10 Phillips played alongside the 6-11 Rick Robey on the Wildcats team that won the 1978 N.C.A.A. men’s basketball title.

Mike Phillips, Half of Kentucky’s ‘Twin Towers’ of Basketball, Dies at 59

From sea to shining sea, or at least from one side of the Hudson to the other, politicians you have barely heard of are being accused of wrongdoing. There were so many court proceedings involving public officials on Monday that it was hard to keep up.

In Newark, two underlings of Gov. Chris Christie were arraigned on charges that they were in on the truly deranged plot to block traffic leading onto the George Washington Bridge.

Ten miles away, in Lower Manhattan, Dean G. Skelos, the leader of the New York State Senate, and his son, Adam B. Skelos, were arrested by the Federal Bureau of Investigation on accusations of far more conventional political larceny, involving a job with a sewer company for the son and commissions on title insurance and bond work.

The younger man managed to receive a 150 percent pay increase from the sewer company even though, as he said on tape, he “literally knew nothing about water or, you know, any of that stuff,” according to a criminal complaint the United States attorney’s office filed.

The success of Adam Skelos, 32, was attributed by prosecutors to his father’s influence as the leader of the Senate and as a potentate among state Republicans. The indictment can also be read as one of those unfailingly sad tales of a father who cannot stop indulging a grown son. The senator himself is not alleged to have profited from the schemes, except by being relieved of the burden of underwriting Adam.

The bridge traffic caper is its own species of crazy; what distinguishes the charges against the two Skeloses is the apparent absence of a survival instinct. It is one thing not to know anything about water or that stuff. More remarkable, if true, is the fact that the sewer machinations continued even after the former New York Assembly speaker, Sheldon Silver, was charged in January with taking bribes disguised as fees.

It was by then common gossip in political and news media circles that Senator Skelos, a Republican, the counterpart in the Senate to Mr. Silver, a Democrat, in the Assembly, could be next in line for the criminal dock. “Stay tuned,” the United States attorney, Preet Bharara said, leaving not much to the imagination.

Even though the cat had been unmistakably belled, Skelos father and son continued to talk about how to advance the interests of the sewer company, though the son did begin to use a burner cellphone, the kind people pay for in cash, with no traceable contracts.

That was indeed prudent, as prosecutors had been wiretapping the cellphones of both men. But it would seem that the burner was of limited value, because by then the prosecutors had managed to secure the help of a business executive who agreed to record calls with the Skeloses. It would further seem that the business executive was more attentive to the perils of pending investigations than the politician.

Through the end of the New York State budget negotiations in March, the hopes of the younger Skelos rested on his father’s ability to devise legislation that would benefit the sewer company. That did not pan out. But Senator Skelos did boast that he had haggled with Gov. Andrew M. Cuomo, a Democrat, in a successful effort to raise a $150 million allocation for Long Island to $550 million, for what the budget called “transformative economic development projects.” It included money for the kind of work done by the sewer company.

The lawyer for Adam Skelos said he was not guilty and would win in court. Senator Skelos issued a ringing declaration that he was unequivocally innocent.

THIS was also the approach taken in New Jersey by Bill Baroni, a man of great presence and eloquence who stopped outside the federal courthouse to note that he had taken risks as a Republican by bucking his party to support paid family leave, medical marijuana and marriage equality. “I would never risk my career, my job, my reputation for something like this,” Mr. Baroni said. “I am an innocent man.”

The lawyer for his co-defendant, Bridget Anne Kelly, the former deputy chief of staff to Mr. Christie, a Republican, said that she would strongly rebut the charges.

Perhaps they had nothing to do with the lane closings. But neither Mr. Baroni nor Ms. Kelly addressed the question of why they did not return repeated calls from the mayor of Fort Lee, N.J., begging them to stop the traffic tie-ups, over three days.

That silence was a low moment. But perhaps New York hit bottom faster. Senator Skelos, the prosecutors charged, arranged to meet Long Island politicians at the wake of Wenjian Liu, a New York City police officer shot dead in December, to press for payments to the company employing his son.

Sometimes it seems as though for some people, the only thing to be ashamed of is shame itself.

Finding Scandal in New York and New Jersey, but No Shame

Pronovost, who played for the Red Wings, was not a prolific scorer, but he was a consummate team player with bruising checks and fearless bursts up the ice that could puncture a defense.

Marcel Pronovost, 84, Dies; Hall of Famer Shared in Five N.H.L. Titles

Mr. King sang for the Drifters and found success as a solo performer with hits like “Spanish Harlem.”

Ben E. King, Soulful Singer of ‘Stand by Me,’ Dies at 76
biaya paket umrah akhir tahun di Pal Meriam jakarta
biaya paket umroh ramadhan di Cakung Barat jakarta
paket promo berangkat umrah januari di Duren Sawit jakarta
paket berangkat umroh desember di Cipinang jakarta
paket promo umroh mei di Kebon Pala jakarta
harga berangkat umrah februari di Cipayung jakarta
harga paket berangkat umrah april di Cakung Timur jakarta
harga umroh april di Rambutan jakarta
harga paket umrah april di Kalisari jakarta
harga berangkat umrah januari di Batuampar jakarta
harga paket umrah januari di Duren Sawit jakarta
harga berangkat umrah maret di Kramat Jati jakarta
harga berangkat umroh januari di Cipinang Besar Selatan jakarta
biaya paket umroh april di Pekayon jakarta
biaya paket umrah mei di Jatinegara jakarta
harga paket berangkat umroh april depok
promo berangkat umrah akhir tahun bekasi utara
paket promo berangkat umroh ramadhan di Cawang jakarta
biaya paket umroh desember di Kramat Jati jakarta
paket umrah juni di Kebon Pala jakarta
biaya paket berangkat umrah mei di Kebon Manggis jakarta
biaya paket berangkat umroh februari di Pekayon jakarta
biaya berangkat umrah ramadhan tangerang
biaya paket umroh januari di Cakung jakarta
paket berangkat umroh april di Kramat Jati jakarta
paket umroh maret di Cililitan jakarta
promo umroh mei di Rawamangun jakarta
promo umroh maret di Cipinang Melayu jakarta
harga berangkat umrah akhir tahun di Kayu Manis jakarta
harga paket berangkat umrah februari di Kampung Melayu jakarta
biaya berangkat umrah april di Cipinang Muara jakarta
harga umrah juni di Ujung Menteng jakarta
harga paket umroh februari di Cipinang Besar Selatan jakarta
harga berangkat umroh april di Pinang Ranti jakarta
paket promo umroh juni di Kayu Manis jakarta
promo berangkat umrah februari di Utan Kayu Selatan jakarta
paket promo berangkat umrah mei di Ciracas jakarta
paket promo umroh april di Halim Perdanakusuma jakarta
biaya umroh april di Kampung Gedong,Cijantung jakarta
harga paket berangkat umrah ramadhan di Pondok Bambu jakarta
paket umrah januari di Cibubur jakarta
paket promo umroh ramadhan di Kramat Jati jakarta
paket berangkat umrah akhir tahun di Kampung Tengah jakarta
biaya berangkat umrah juni di Ciracas jakarta
biaya paket berangkat umroh juni di Pekayon jakarta
biaya paket berangkat umroh awal tahun di Makasar jakarta
biaya umrah juni umrohdepag.com
paket promo berangkat umrah akhir tahun di Kramat Jati jakarta
biaya berangkat umroh mei di Pulogebang jakarta
paket umroh awal tahun di Pekayon jakarta
harga berangkat umrah juni di Cipinang jakarta
harga paket berangkat umroh awal tahun di Ciracas jakarta
promo berangkat umrah juni di Cilangkap jakarta
promo umroh ramadhan di Ciracas jakarta
harga berangkat umroh februari di Rambutan jakarta
harga paket berangkat umroh mei di Bali Mester jakarta
harga umrah april di Cipayung jakarta
harga umroh ramadhan di Kalisari jakarta
harga berangkat umrah awal tahun di Ciracas jakarta
promo berangkat umroh desember di Duren Sawit jakarta
paket berangkat umroh maret di Duren Sawit jakarta
promo umroh awal tahun di Cipayung jakarta
paket berangkat umroh desember di Cakung Timur jakarta
paket promo berangkat umroh februari di Kayu Manis jakarta
harga paket berangkat umroh mei di Kalisari jakarta
promo berangkat umroh juni di Lubang Buaya jakarta
biaya berangkat umroh juni di Jatinegara jakarta
harga berangkat umrah februari di Ceger jakarta
biaya paket umrah ramadhan di Pekayon jakarta
promo berangkat umrah februari di Munjul jakarta
biaya umroh maret di Klender jakarta
biaya umroh april di Bambu Apus jakarta
biaya paket berangkat umroh ramadhan di Ceger jakarta
promo berangkat umroh mei di Pasar Rebo jakarta
paket promo berangkat umroh januari bekasi selatan
paket promo berangkat umroh desember di Cipinang Melayu jakarta
promo berangkat umroh mei bogor
harga umrah desember di Ciracas jakarta
biaya paket umrah mei di Cipayung jakarta
promo umrah mei di Rawamangun jakarta
harga paket berangkat umroh ramadhan di Penggilingan jakarta
harga paket umrah april di Kelapa Dua Wetan jakarta
biaya umroh akhir tahun di Utan Kayu Utara jakarta
harga berangkat umrah awal tahun di Kampung Tengah jakarta
promo umroh maret di Pal Meriam jakarta
biaya paket berangkat umroh awal tahun bekasi timur
biaya umrah januari di Pondok Ranggon jakarta
biaya umrah maret di Pondok Bambu jakarta
paket umrah awal tahun di Pondok Kopi jakarta
harga paket berangkat umrah februari di Utan Kayu Utara jakarta
promo umrah april di Pisangan Baru jakarta
promo berangkat umroh juni di Kramat Jati jakarta
paket promo umrah maret tangerang
harga berangkat umrah februari umrohdepag.com
paket berangkat umrah februari di Ciracas jakarta
biaya umrah mei di Pulo Gadung jakarta
paket berangkat umroh maret di Kramat Jati jakarta
harga paket umroh februari di Munjul jakarta
promo berangkat umroh akhir tahun di Malaka Jaya jakarta
harga berangkat umrah akhir tahun bekasi timur