PAKET UMROH BULAN FEBRUARI MARET APRIL MEI 2018




Artikel lainnya »

Besi beton juga merupakan bahan baku utama dalam pembuatan sebuah bangunan agar dapat berdiri kokoh dan kuat seperti yang diharapkan oleh yang membuatnya . bisa dibilang bahwa besi betonlah yang sebenarnya menjadi pondasi utama dalam membangun sebuah rumah atau pun yang lainnya.di salah satu kota di Indonesia ada yang menjual besi beton yang sudah terkenal dengan ketahanannya yang kuat dan juga harganya yang murah dibandingkan toko lainnya . kalian bisa nebak ga kota mana yang mejual besi beton SNI dengan ketahanan dan  harga yang murah juga ? jawabannya adalah kota bandung , selain kota fashion , kota bandung juga memiliki besi beton SNI yang cukup kuat dan tahan lama untuk kalian yang sedang bingung mencari dimana tempat penjualan besi beton yang berkualitas dengan murah meriah dan yang pasti awet jika dipakai oleh kita alias tidak mudah rusak. Untuk membangun sebuah bangunan kan gak boleh asal-asalan guys, apalagi kalau soal bahan baku yang dipakai dalam pondasi seperti besi beton , pastinya harus kuat dan

kokoh agar bangunan yang kita buat akan tahan lama meskipun dimakan oleh usia yang lama sekalipun. Jadi segera datang ke kota bandung dan beli besi beton SNI bandung agar kalian bisa segera membangun impian kalian, tidak akan ada lagi deh yang menjual besi beton SNI dengan harga yang murah tapi kualitasnya terjamin .

 

JUAL BESI BETON SNI BANDUNG

Saco- Indonesia.com - Selama ribuan tahun, jahe sudah dikelompokkan sebagai penyedap masakan dan minuman, serta pengobatan. Tanaman rimpang ini disukai karena efeknya yang menghangatkan tubuh. Salah satu khasiat lain dari jahe adalah membantu mengurangi gejala asma.

Para peneliti dari departemen anestesiologi Columbia University mengatakan, jika dikombinasikan dengan obat-obatan asma, jahe akan meningkatkan  efek rileksasi otot polos di sekitar saluran napas. Otot-otot ini menyempit saat serangan asma terjadi sehingga menyulitkan untuk bernapas.

Para peneliti menemukan ada tiga komponen spesifik dari jahe yang memiliki efek rileksasi sehingga baik jika dikombinasikan dengan obat asma. Ketua studi Elizabeth Townsend mengatakan, komponen jahe yang telah dimurnikan dapat bekerja secara sinergi dengan pengobatan asma dalam rileksasi otot saluran napas.

"Prevalensi asma meningkat beberapa tahun terakhir, namun dengan pengetahuan yang lebih baik tentang penyebabnya dan bagaimana penyakit ini berkembang, maka pengobatan baru yang lebih efektif dapat diciptakan," ujar Townsend.

Asma dikendalikan oleh otot yang mengetat di saluran udara yang disebut bronkokonstriksi. Maka selama ini asma diobati dengan betagonists yang berfungsi mengendurkan otot.

Untuk mengukur efek dari jahe, para peneliti mengambil sampel jaringan otot saluran napas dan memberikan paparan sebuah senyawa neurotransmiter yang disebut asetilkolin untuk membuat otot berkontraksi. Kemudian mereka memberikan tiga perlakukan berbeda pada otot polos yang berkontraksi tersebut.

Perlakukan pertama yaitu dengan memberikan isoproterenol, salah satu tipe bronkodilator, yang dicampur dengan komponen jahe 6-gingerol. Kedua, pengobatan ditambah komponen jahe 8-gingerol, dan yang tiga pengobatan ditambah komponen jahe 6-shogaol. Sedangkan ada juga kontrol yaitu dengan hanya memberikan pengobatan saja.

Hasilnya, ketiga perlakuan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pengobatan saja. Khususnya, 6-shogaol merupakan komponen yang paling efektif dalam mengendurkan otot yang memperbaiki pengobatan asma.

Ketiga komponen bekerja dengan mempengaruhi enzim yang disebut dengan phosphodiesterase 4D (PDE4D). Penelitian sebelumnya menunjukkan enzim tersebut ditemukan di paru-paru, menghambat mekanisme rileksasi di saluran napas dan mengurangi inflamasi jaringan.

Para peneliti berharap studi ini dapat memberikan penjelasan yang lebih lanjut hingga ke tingkat seluler mengenai efektivitas komponen jahe untuk pengobatan saluran napas.


Sumber :Medical Daily/Kompas.com
Editor :Liwon Maulana(galipat)

Kombinasi Jahe dan Obat Asma Lebih Efektif
Bus gandeng Transjakarta koridor VIII jurusan Lebak Bulus-Harmoni bernomor polisi B 7559 TGA mogok tepat di lampu merah Pesing, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Akibatnya arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot menjadi tersendat. Wakasat Lantas Polres Jakarta Barat Kompol Budiono mengatakan, bus dari arah Harmoni menuju Lebak Bulus itu mogok sejak pukul 08.00 WIB. Ia menjelaskan, hampir seluruh badan jalan dari arah Grogol menuju Cengkareng menjadi tertutup. "Tadi bus juga sempat didorong dan ditarik, tapi kita terkendala karena terkunci," jelas Budiono, Kamis (13/2). Pengendara yang menyaksikan kejadian ini, semakin memperparah kemacetan di kedua arah Jalan Daan Mogot. Banyak kendaraan yang berhenti untuk menyaksikan bus mogot tersebut. Budiono menambahkan, hingga pukul 09.00 WIB, posisi badan bus masih melintang di tengah jalan. Bus yang mogok di tengah jalan ini mengakibatkan bus Transjakarta yang berada di belakangnya menjadi terganggu. "Bus yang sama dari arah Harmoni ikut terganggu karena tersangkut di separator busway," ujar Budiono.TRANSJAKARTA MOGOK BUAT JALAN DAAN MOGOT MACET PARAH

Polsek Lape Tengah menyelidiki kasus perusakan tempat tinggal SY yang terletak di Dusun Lape Atas, Kecamatan Lape, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Rumah SY yang telah dirusak oleh warga karena dicurigai jika dirinya adalah seorang dukun santet.

"Kecurigaan kalau SY itu dukun santet tidak terbukti. Akan tetapi massa sudah terlanjur merusak rumah dengan cara melempari menggunakan batu," kata Kapolsek Lape AKP Satrio , Selasa (18/3).

Saat perusakan itu terjadi pada Selasa (11/3) malam lalu, ujar pria yang akrab dipanggil dengan Yoyo, SY bersama istri dan lima orang anaknya juga sempat diamankan, karena dikhawatirkan akan berisiko terhadap keselamatan jiwanya.

Kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan antara SY dan warga, yang difasilitasi Kepala Desa Lape Johar Arifin. Dalam pertemuan itu telah terungkap kalau SY tidak pernah mengikuti kegiatan warga termasuk gotong-royong, sehingga memunculkan rasa antipati terhadapnya.

Namun persoalan gotong-royong, kata Yoyo, bukan menjadi ranahnya. Pihaknya juga akan menangani kasus yang berkaitan dengan tindak pidana.

"Kami juga sudah menerima laporan SY terkait dalam aksi perusakan dan telah ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP," ujarnya, seraya mengatakan surat panggilan telah dilayangkan kepada sejumlah saksi untuk dapat dimintai keterangannya pada Selasa (18/3) mendatang.

Disinggung keberadaan SY beserta keluarganya pasca perusakan itu, Kapolsek Lape telah menyatakan, untuk sementara ini menumpang di rumah salah seorang warga.

Sebelumnya, tempat tinggal SY dihujani batu oleh masyarakat pada Selasa malam. Aksi massa ini karena dipicu adanya isu kalau SY memiliki ilmu santet.

Untuk dapat menetralisir situasi Kades Lape beserta aparat kepolisian dan TNI terjun ke lapangan, sekaligus mengamankan terduga beserta keluarganya. Pertemuan pun digelar dengan menghadirkan SY.

Dalam pertemuan yang telah dihadiri sejumlah unsur itu, massa tetap meminta agar SY hengkang dari kampung tersebut.

Di lain pihak, SY telah membantah menganut ilmu hitam sebagaimana tuduhan warga. "Saya tidak menganut ilmu hitam dan saya berani bersumpah atas apapun, meski harus sumpah pocong sekalipun. Tudingan ini adalah fitnah," ujarnya.

SY juga mengaku tudingan ini telah dilaporkan kepada ketua RT dan kepala dusun (Kadus) serta ke Kapolsek Lape, Selasa sore. Namun malam harinya, sekitar pukul 21.00 Wita, rumahnya telah dihujani batu.

SY juga mengaku terpaksa angkat kaki dari dusun ini dan telah mengemasi seluruh barangnya, sebab rumah yang ditempatinya sudah hancur dilempari massa.

Gara-gara tak mau gotong royong, SY diisukan dukun santet

Selain pahala berupa derajat yang ditingkatkan, ibadah-ibadah dalam syariat Islam juga mempunyai hikmah membersihkan diri seorang muslim dari kotoran dosa. Hal itu karena ibadah-ibadah itu berperan dalam menciptakan suasana jiwa yang penuh dengan iman. Dengan suasana ini seorang muslim akan terbebas dari syahwat yang selama ini membelenggunya, dan terarahkan untuk selalu menghambakan dirinya kepada Allah swt.

Mulai dari ibadah wudhu, Rasulullah saw. bersabda:

 إذا توضأ العبد المسلم أو المؤمن فغسل وجهه خرج من وجهه كل خطيئة نظر إليها بعينيه مع الماء أو مع آخر قطر الماء فإذا غسل يديه خرج من يديه كل خطيئة كان بطشتها يداه مع الماء أو مع آخر قطر الماء فإذا غسل رجليه خرجت كل خطيئة مشتها رجلاه مع الماء أو مع آخر قطر الماء حتى يخرج نقيا من الذنوب

“Jika seorang muslim berwudhu, saat dia membasuh wajahnya, keluarlah semua dosa yang diperbuat matanya, dan hilang bersama air atau bersama tetes air yang terakhir. Saat membasuh tangannya, keluarlah semua dosa yang telah diperbuat tangannya, dan hilang bersama air atau bersama tetes air yang terakhir. Saat membasuh kakinya, keluarlah dosa yang didatangi dengan kakinya, dan hilang bersama air atau tetes air yang terakhir. Hingga akhirnya, dia menjadi orang yang bersih dari dosa.” [HR. Muslim].

Hal yang sama juga berlaku untuk shalat. Rasulullah saw. bersabda:

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ قَالُوا لَا يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا قَالَ فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا

“Bagaimana kiranya kalau ada sebuah sungai mengalir di depan rumah salah seorang di antara kalian, orang itu mandi lima kali setiap harinya, apakah orang itu masih kotor?” para sahabat menjawab, “Tentu tidak ada kotoran yang tersisa.” Rasulullah saw. melanjutkan, “Demikian juga shalat lima waktu akan menghapus dosa-dosa.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Begitu pula puasa di bulan Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Orang yang berpuasa bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Adapun tentang membayar zakat, Allah swt. berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” [At-Taubah: 103].

Demikianlah, semua ibadah akan menghapus dosa. Tapi kadang ada dosa besar yang masih tersisa. Di sinilah haji akan menghapus dosa-dosa itu hingga bersih sama sekali seperti bayi yang baru dilahirkan.

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Orang yang melaksanakan haji ikhlas karena Allah swt., lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat kefasikan, maka dia akan pulang (bersih dari dosa) seperti saat dilahirkan oleh ibunya.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Ketika sekarat, ‘Amr bin Al-‘Ash ra. meriwayatkan bahwa dirinya dulu pernah menjadi orang yang paling benci kepada Rasulullah saw. Dia sangat berkeinginan untuk bisa membunuh Rasulullah saw. Syukurlah hal itu tidak terjadi, “Kalau dulu aku benar-benar bisa membunuhnya, tentu aku menjadi penduduk neraka.” Tapi ketika dirinya mendapatkan hidayah keimanan, beliau mensyaratkan semua dosanya dihapuskan. Rasulullah saw. bersabda:

 أما علمت أن الإسلام يهدم ما كان قبله وأن الهجرة تهدم ما كان قبلها وأن الحج يهدم ما كان قبله

“Tidakkah engkau mengetahui bahwa masuk Islam itu menghapus dosa-dosa sebelumnya? Bahwa hijrah itu menghapus dosa-dosa sebelumnya? Bahwa ibadah haji itu menghapus dosa-dosa sebelumnya?” [HR. Muslim].

Dihapuskannya dosa itu didapat tentu jika haji yang dilaksanakannya mabrur. Sedangkan haji akan mabrur jika biaya yang digunakan adalah halal dan thayyib, seluruh manasik dilaksanakan dengan baik, banyak diisi dengan perbuatan baik seperti berdzikir dan membantu orang lain, dan tidak dikotori dengan hal-hal yang bisa merusaknya seperti berkata kotor, berdebat, dan lain sebagainya.

Menurut Imam Hasan Al-Basri, di antara tanda dosa telah diampuni adalah seorang haji bersikap zuhud di dunia, dan lebih perhatian terhadap persiapan menuju akhirat. Hal ini terwujud karena selama melaksanakan haji, dia melihat banyak hal yang mengingatkan pada kehidupan akhirat. Mulai dari perjalanan, memakai kain ihram, wukuf di padang Arafah, dan sebagainya. Semakin kuat keimanan kepada Hari Akhir dan keharusan mempersiapkannya. (msa/dakwatuna)


Sumber : http://www.dakwatuna.com

Baca Artikel Lainnya : MUAMALAH SETELAH IBADAH HAJI

IBADAH HAJI, SEPERTI BAYI YANG MASIH SUCI DAN BERSIH

Judge Patterson helped to protect the rights of Attica inmates after the prison riot in 1971 and later served on the Federal District Court in Manhattan.

Robert Patterson Jr., Lawyer and Judge Who Fought for the Accused, Dies at 91

Mr. King sang for the Drifters and found success as a solo performer with hits like “Spanish Harlem.”

Ben E. King, Soulful Singer of ‘Stand by Me,’ Dies at 76

Mr. Miller, of the firm Weil, Gotshal & Manges, represented companies including Lehman Brothers, General Motors and American Airlines, and mentored many of the top Chapter 11 practitioners today.

Harvey R. Miller, Renowned Bankruptcy Lawyer, Dies at 82

Imagine an elite professional services firm with a high-performing, workaholic culture. Everyone is expected to turn on a dime to serve a client, travel at a moment’s notice, and be available pretty much every evening and weekend. It can make for a grueling work life, but at the highest levels of accounting, law, investment banking and consulting firms, it is just the way things are.

Except for one dirty little secret: Some of the people ostensibly turning in those 80- or 90-hour workweeks, particularly men, may just be faking it.

Many of them were, at least, at one elite consulting firm studied by Erin Reid, a professor at Boston University’s Questrom School of Business. It’s impossible to know if what she learned at that unidentified consulting firm applies across the world of work more broadly. But her research, published in the academic journal Organization Science, offers a way to understand how the professional world differs between men and women, and some of the ways a hard-charging culture that emphasizes long hours above all can make some companies worse off.

Photo
 
Credit Peter Arkle

Ms. Reid interviewed more than 100 people in the American offices of a global consulting firm and had access to performance reviews and internal human resources documents. At the firm there was a strong culture around long hours and responding to clients promptly.

“When the client needs me to be somewhere, I just have to be there,” said one of the consultants Ms. Reid interviewed. “And if you can’t be there, it’s probably because you’ve got another client meeting at the same time. You know it’s tough to say I can’t be there because my son had a Cub Scout meeting.”

Some people fully embraced this culture and put in the long hours, and they tended to be top performers. Others openly pushed back against it, insisting upon lighter and more flexible work hours, or less travel; they were punished in their performance reviews.

The third group is most interesting. Some 31 percent of the men and 11 percent of the women whose records Ms. Reid examined managed to achieve the benefits of a more moderate work schedule without explicitly asking for it.

They made an effort to line up clients who were local, reducing the need for travel. When they skipped work to spend time with their children or spouse, they didn’t call attention to it. One team on which several members had small children agreed among themselves to cover for one another so that everyone could have more flexible hours.

A male junior manager described working to have repeat consulting engagements with a company near enough to his home that he could take care of it with day trips. “I try to head out by 5, get home at 5:30, have dinner, play with my daughter,” he said, adding that he generally kept weekend work down to two hours of catching up on email.

Despite the limited hours, he said: “I know what clients are expecting. So I deliver above that.” He received a high performance review and a promotion.

What is fascinating about the firm Ms. Reid studied is that these people, who in her terminology were “passing” as workaholics, received performance reviews that were as strong as their hyper-ambitious colleagues. For people who were good at faking it, there was no real damage done by their lighter workloads.

It calls to mind the episode of “Seinfeld” in which George Costanza leaves his car in the parking lot at Yankee Stadium, where he works, and gets a promotion because his boss sees the car and thinks he is getting to work earlier and staying later than anyone else. (The strategy goes awry for him, and is not recommended for any aspiring partners in a consulting firm.)

A second finding is that women, particularly those with young children, were much more likely to request greater flexibility through more formal means, such as returning from maternity leave with an explicitly reduced schedule. Men who requested a paternity leave seemed to be punished come review time, and so may have felt more need to take time to spend with their families through those unofficial methods.

The result of this is easy to see: Those specifically requesting a lighter workload, who were disproportionately women, suffered in their performance reviews; those who took a lighter workload more discreetly didn’t suffer. The maxim of “ask forgiveness, not permission” seemed to apply.

It would be dangerous to extrapolate too much from a study at one firm, but Ms. Reid said in an interview that since publishing a summary of her research in Harvard Business Review she has heard from people in a variety of industries describing the same dynamic.

High-octane professional service firms are that way for a reason, and no one would doubt that insane hours and lots of travel can be necessary if you’re a lawyer on the verge of a big trial, an accountant right before tax day or an investment banker advising on a huge merger.

But the fact that the consultants who quietly lightened their workload did just as well in their performance reviews as those who were truly working 80 or more hours a week suggests that in normal times, heavy workloads may be more about signaling devotion to a firm than really being more productive. The person working 80 hours isn’t necessarily serving clients any better than the person working 50.

In other words, maybe the real problem isn’t men faking greater devotion to their jobs. Maybe it’s that too many companies reward the wrong things, favoring the illusion of extraordinary effort over actual productivity.

How Some Men Fake an 80-Hour Workweek, and Why It Matters

Mr. Pfaff was an international affairs columnist and author who found Washington’s intervention in world affairs often misguided.

William Pfaff, Critic of American Foreign Policy, Dies at 86

Ms. Pryor, who served more than two decades in the State Department, was the author of well-regarded biographies of the founder of the American Red Cross and the Confederate commander.

Elizabeth Brown Pryor, Biographer of Clara Barton and Robert E. Lee, Dies at 64

Mr. Goldberg was a serial Silicon Valley entrepreneur and venture capitalist who was married to Sheryl Sandberg, the chief operating officer of Facebook.

Dave Goldberg Was Lifelong Women’s Advocate

Dave Goldberg, Head of Web Survey Company and Half of a Silicon Valley Power Couple, Dies at 47

Under Mr. Michelin’s leadership, which ended when he left the company in 2002, the Michelin Group became the world’s biggest tire maker, establishing a big presence in the United States and other major markets overseas.

François Michelin, Head of Tire Company, Dies at 88

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

Ghostly Voices From Thomas Edison’s Dolls Can Now Be Heard

Ms. von Furstenberg made her debut in the movies and on the Broadway stage in the early 1950s as a teenager and later reinvented herself as a television actress, writer and philanthropist.

Betsy von Furstenberg, Baroness and Versatile Actress, Dies at 83

Ms. Crough played the youngest daughter on the hit ’70s sitcom starring David Cassidy and Shirley Jones.

Suzanne Crough, Actress in ‘The Partridge Family,’ Dies at 52

A former member of the Boston Symphony Orchestra, Mr. Smedvig helped found the wide-ranging Empire Brass quintet.

Rolf Smedvig, Trumpeter in the Empire Brass, Dies at 62

The career criminals in genre novels don’t have money problems. If they need some, they just go out and steal it. But such financial transactions can backfire, which is what happened back in 2004 when the Texas gang in Michael

Take the Money and Run

A lapsed seminarian, Mr. Chambers succeeded Saul Alinsky as leader of the social justice umbrella group Industrial Areas Foundation.

Edward Chambers, Early Leader in Community Organizing, Dies at 85

At the National Institutes of Health, Dr. Suzman’s signature accomplishment was the central role he played in creating a global network of surveys on aging.

Richard Suzman, 72, Dies; Researcher Influenced Global Surveys on Aging
harga berangkat umroh april di Susukan jakarta
paket promo umrah januari tangerang
paket promo umrah ramadhan di Jatinegara jakarta
harga paket berangkat umroh akhir tahun di Cibubur jakarta
biaya berangkat umroh april di Kalisari jakarta
biaya paket umroh akhir tahun di Rawamangun jakarta
paket promo umrah februari di Duren Sawit jakarta
harga umrah mei di Duren Sawit jakarta
biaya umrah juni di Matraman jakarta
harga berangkat umrah januari di Susukan jakarta
paket promo umroh juni bekasi selatan
biaya umrah juni di Kampung Tengah jakarta
biaya paket berangkat umrah mei di Halim Perdanakusuma jakarta
paket promo berangkat umrah akhir tahun bekasi utara
paket promo umroh ramadhan di Kampung Baru jakarta
harga paket berangkat umrah desember di Kayu Manis jakarta
paket promo berangkat umroh juni di Utan Kayu Selatan jakarta
biaya paket berangkat umrah januari di Kampung Gedong,Cijantung jakarta
biaya paket umrah april di Pasar Rebo jakarta
harga paket berangkat umroh februari di Cakung Timur jakarta
harga paket berangkat umroh mei di Kayu Manis jakarta
biaya umrah awal tahun di Duren Sawit jakarta
harga paket berangkat umroh akhir tahun di Kebon Pala jakarta
biaya umroh desember di Kebon Pala jakarta
harga paket umroh awal tahun di Rambutan jakarta
harga paket umroh februari di Cawang jakarta
paket promo berangkat umrah juni di Dukuh jakarta
paket promo berangkat umrah ramadhan di Ceger jakarta
harga umrah januari di Ciracas jakarta
biaya paket berangkat umroh akhir tahun di Pulo Gadung jakarta
biaya paket umroh ramadhan di Kebon Pala jakarta
promo berangkat umroh akhir tahun di Makasar jakarta
biaya paket berangkat umrah februari di Kebon Pala jakarta
harga paket umroh akhir tahun di Susukan jakarta
paket promo umrah juni di Pasar Rebo jakarta
biaya berangkat umroh ramadhan di Cilangkap jakarta
biaya berangkat umroh mei di Cakung Timur jakarta
biaya berangkat umroh maret di Kelapa Dua Wetan jakarta
biaya berangkat umroh januari di Jatinegara jakarta
biaya paket berangkat umrah ramadhan di Kampung Baru jakarta
promo umroh februari di Kampung Melayu jakarta
harga paket berangkat umrah januari depok
promo berangkat umroh awal tahun di Cibubur jakarta
promo umrah februari di Kalisari jakarta
biaya paket berangkat umroh maret bekasi selatan
paket promo umroh awal tahun di Cakung Timur jakarta
harga paket umroh januari di Cipinang Muara jakarta
promo umrah ramadhan bekasi selatan
harga paket umrah desember bekasi utara
harga paket umrah desember di Cipayung jakarta
paket promo umroh februari di Klender jakarta
paket umroh januari di Utan Kayu Selatan jakarta
paket umrah akhir tahun di Cipinang Besar Utara jakarta
paket umroh ramadhan di Pisangan Baru jakarta
biaya berangkat umrah juni di Pinang Ranti jakarta
biaya umroh akhir tahun di Halim Perdanakusuma jakarta
biaya paket umroh april di Bambu Apus jakarta
biaya paket berangkat umrah mei di Kramat Jati jakarta
paket promo umrah juni di Kampung Baru jakarta
biaya berangkat umrah maret bogor
harga umroh desember di Susukan jakarta
biaya berangkat umrah april di Rawa Bunga jakarta
biaya umrah februari di Setu jakarta
paket berangkat umroh januari di Cipinang jakarta
biaya paket berangkat umroh awal tahun umrohdepag.com
harga paket umroh ramadhan di Pulogebang jakarta
biaya berangkat umrah desember di Kampung Baru jakarta
paket promo umroh mei bekasi selatan
harga paket berangkat umrah mei di Cipayung jakarta
paket berangkat umroh desember di Cipinang Melayu jakarta
biaya paket berangkat umroh april di Cipinang jakarta
biaya berangkat umroh akhir tahun di Cipinang Besar Utara jakarta
promo umroh januari di Pasar Rebo jakarta
biaya umroh mei di Duren Sawit jakarta
harga umrah juni di Pulogebang jakarta
harga paket umroh mei di Pulo Gadung jakarta
biaya paket berangkat umrah januari di Cililitan jakarta
biaya berangkat umrah desember di Kebon Manggis jakarta
paket umrah maret di Duren Sawit jakarta
harga paket berangkat umrah maret di Rawa Terate jakarta
biaya paket umroh maret di Pondok Ranggon jakarta
promo umrah mei di Utan Kayu Utara jakarta
biaya umroh awal tahun di Jatinegara Kaum jakarta
harga paket umrah januari bekasi barat
biaya berangkat umroh januari di Susukan jakarta
promo berangkat umroh juni di Utan Kayu Selatan jakarta
paket berangkat umroh maret di Kampung Baru jakarta
paket umrah juni di Makasar jakarta
paket promo berangkat umrah april di Kebon Manggis jakarta
biaya paket berangkat umroh februari di Jati jakarta
paket umroh awal tahun di Duren Sawit jakarta
harga paket umrah februari di Cipinang jakarta
biaya umrah awal tahun di Kramat Jati jakarta
biaya paket berangkat umrah februari di Makasar jakarta
paket berangkat umrah maret di Cilangkap jakarta
promo berangkat umroh desember di Ciracas jakarta
harga umroh akhir tahun di Ceger jakarta
biaya paket berangkat umroh maret di Cipayung jakarta
biaya berangkat umroh mei di Bidaracina jakarta
paket berangkat umroh awal tahun di Pondok Bambu jakarta