PAKET UMROH BULAN FEBRUARI MARET APRIL MEI 2018




Artikel lainnya »

Jasa Cuci Sofa Terbaik di Jabodetabek

Kami juga merupakan Perusahaan Cleaning yang berdomisili di Bekasi, telah Menjadi Perusahaan Cleaner Terbaik di Indonesia merupakan tujuan utama dari pendirian Perusahaan kami ini. Untuk itu kami jugan akan selalu memberikan Layanan Terbaik untuk setiap Client yang bekerja sama dengan kami.

Untuk Saat ini kami baru membuka Layanan ini untuk daerah Jabodetabek, Sejak berdirinya perusahaan ini kami sudah melayani ratusan Client yang berasal dari Ibu Rumah Tangga, Perusahaan, Industri Rumahan dan Sebagainya. Dalam Pelayanan Jasa Cleaning yang diberikan Barzani Jaya ini kami memberikan Layanan Pencucian secara Door to Door atau Client juga bisa datang langsung ke kantor kami.

Memiliki Team Professional yang sudah berpengalaman dalam mencuci sofa, spring bed, karpet dll membuat kami mampu bertahan hingga saat ini. Dengan bekal kepercayaan Client akan layanan kami, maka kami juga akan terus meningkatkan service kepada setiap pelanggan yang menggunakan Jasa Cleaning kami ini.

Selain itu, kami juga dengan menggunakan Technology Termodern yang masih jarang digunakan Penyedia jasa Clening ataupun Jasa Cuci Sofa lainnya. Berbekal Alat berteknologi canggih setiap pelanggan yang menggunakan Jasa Cleaning Barzani Jaya ini selalu puas dengan hasil yang kami berikan.

Shampoo Seflon 72 dan Shampoo Carpet yang kami gunakan untuk membersihkan Kursi Kantor, Sofa, Spring Bed, Karpet dan Jok Mobil client tidak hanya membersihkan benda-benda tersebut dari Kotoran saja, namun Dengan Shampoo Organik tersebut kami juga membersihkan kuman-kuman dan Bakteri yang menempel pada soda dan Spring Bed Anda.

JASA CUCI SOFA

sejumlah khasiat buah pisang untuk menu diet harian anda

Manfaat Buah Pisang Dalam Diet : Tekstur lembut dan lunak telah merupakan ciri dari buah pisang yang menjadikannya mudah untuk dicerna dan diserap oleh tubuh. Selain itu kandungan gizi didalamnya juga sangat baik untuk tubuh anda

Dibawah ini adalah kandungan nutrisi buah pisang / 100 gr :

    kalori: 97 Kkal
    protein: 1,3 g
    lemak: 0,6 g
    serat: 21,6 g
    kalsium: 13 mg
    fosfor: 19 mg
    zat besi: 0,4 mg
    kalium: 370 mg
    beta karotena: 77 mikrogram
    vitamin B1: 0,004 mg
    vitamin B2: 0,04 mg
    vitamin B3:  0,6 mg
    vitamin C: 8 mg.

Dengan kandungan nutrisi tersebut, buah ini juga memang layak untuk dimasukkan kedalam menu diet, karena dapat menjadikan tubuh tetap bugar walaupun anda sedang mengurangi asupan makanan.

Salah satu hal yang telah menjadikan buah dengan wana kulit kuning pada umumnya ini adalah karena kandungan karbohidrat tak larutnya diklaim dapat membantu pengendalian berat badan. Karbohidrat jenis ini juga berkontribusi besar dalam memicu pembakaran lemak serta menimbulkan efek mengenyangkan.

Kandungan nutrisi lainnya seperti serat dan vitamin dalam buah pisang seperti A, B, dan C, juga dapat membantu untuk memperlancar sistem metabolisme tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh dari radikal bebas penyebab penyakit. Serta menjaga kondisi perut anda tetap kenyang dalam waktu lama.

Untuk jenis pisangnya sendiri, para ahli gizi lebih menganjurkan untuk dapat menggunakan pisang Ambon dan Cavendish.

Agar mendapatkan manfaat buah pisang secara maksimal dalam diet anda, sebaiknya anda mengganti menu sarapan anda dengan buah pisang + segelas air hangat. Kemudian usahakan untuk tidak makan sesudah jam 08 hingga tiba makan siang.

 

MANFAAT BUAH PISANG DALAM DIET

Saco-Indonesia.com - Pihak berwenang Mesir menangkap seorang profesor sebuah universitas di Ibu Kota Kairo dan asistennya atas tuduhan telah meniduri 85 mahasiswinya untuk membantu mereka dalam ujian.

Polisi menahan keduanya setelah mereka tertangkap kamera bersama dengan seorang siswi sudah menikah di apartemen milik sang profesor di Kairo, seperti dilansir situs emirates247.com, Senin (17/3).

Sebuah surat Kabar mengatakan polisi telah berhasil menempatkan kamera rahasia di apartemen pelaku untuk memverifikasi laporan dari beberapa siswi yang menyebut sang profesor terlibat dalam pemerasan terhadap beberapa mahasiswinya di Universitas Ain Shams.

Meski profesor tidak disebutkan namanya itu menyangkal tuduhan tersebut, tetapi sebagian besar korban mengakui mereka harus melakukan hubungan seks sebagai imbalan atas jawaban yang diberikan pelaku untuk menghadapi ujian.

Sumber:merdeka.com

Editor : Maulana Lee

Seorang Profesor Mesir tiduri 85 siswinya sebagai imbalan jawaban ujian

saco-indonesia.com, Kanker hati primer merupakan penyakit di mana sel kanker yang tumbuh berasal dari organ hati. Beberapa tipe kanker hati primer telah diberi nama sesuai dengan asal tumbuh sel kanker tersebut. Hepatocellular carcinoma (HCC) atau dikenal hepatoma yang tumbuh dari sel utama hati yang disebut hepatocytes dan juga merupakan 85% dari kasus kanker primer. Jenis kanker hati primer yang tidak begitu umum terjadi berasal dari sel berada pada garis saluran empedu yang disebut cholangiocytes, sehingga kanker tipe ini juga lebih dikenal sebagai kanker cholangiocarcinoma atau kanker saluran empedu.

Organ hati juga merupakan tempat dari tumbuhnya satu tipe kanker yang disebut kanker hati sekunder (kanker metastatik). Pada kondisi ini kanker utama sebenarnya berasal dari bagian tubuh yang lain dan telah membentuk deposit sekunder pada hati. Contoh umum dari kasus yang sering terjadi adalah kanker kolorektal yang telah menyebar ke organ hati melalui pembuluh darah.

Umumkah Kanker Hati?

Secara global, kanker hati primer umumnya telah terjadi pada pria dua kali lipat lebih sering dibandingkan pada wanita. Kanker hati juga merupakan kanker paling umum urutan ke-5 dan ke-7 bagi pria dan wanita. Negara-negara Asia juga mempunyai 80% pasien kanker hati primer secara global di mana sekitar 600.000 kasus terdiagnosa setiap tahunnya.

Apa yang menjadi faktor resiko penyebab kanker hati?

Terdapat tiga faktor utama yang dapat menyebabkan tumbuhnya HCC (kanker hati primer paling umum) yaitu infeksi kronis Hepatitis B, infeksi kronis Hepatitis C, dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Resiko bagi individual dengan infeksi kronis Hepatitis B untuk terkena HCC adalah 100x dari individu normal.

Faktor lain yang dapat menjadi resiko meliputi aflatoxin (racun yang telah ditemukan pada kacang yang berjamur, gandum, dan kedelai), kondisi yang telah diwariskan (misal haemochromatosis, defisiensi alpha-1 anti-trypsin) dan penyebab cirrhosis (luka sepanjang hati) seperti hepatitis autoimun atau primary biliary cirrhosis. Banyak kanker hati juga dapat dicegah melalui peran masyarakat dalam mengurangi paparan terhadap faktor-faktor resiko yang telah diketahui.

 
Apa saja gejala-gejala kanker hati

Pasien yang terkena HCC biasanya tidak memiliki gejala-gejala yang berbeda dengan penyakit hati kronik lainnya. Dengan gejala yang memburuk dari penyakit hati kronis seperti pembengkakan perut akibat cairan (ascites), encephalopathy (berubahnya kondisi mental), sakit kuning, atau pendarahan pada sistem saluran pencernaan dapat meningkatkan kemungkinan berkembangnya HCC. Disamping itu, beberapa pasien juga mungkin merasakan rasa nyeri pada perut bagian atas, kehilangan berat badan, mudah kenyang, letih lesu, anoreksia, atau benjolan yang dapat dirasakan pada perut bagian atas.

 
Apakah dapat dilakukan skrining untuk kanker hati

Ya, skrining juga dapat membantu dokter untuk dapat menemukan dan mengobati HCC sedini mungkin, saat kanker masih setempat saja dan lebih mudah diangkat melalui proses bedah. Hal ini juga dapat meningkatkan tingkat keselamatan. Mereka yang telah mengidap infeksi Hepatitis B kronis dan luka hati (cirrhosis) karena hepatitis C atau sebab lain memiliki resiko tinggi terkena penyakit ini dan harus melalukan skrining guna untuk mendeteksi kanker hati.

Proses skrining meliputi:

    Tes darah untuk alpha-fetoprotein (AFP) 3-6 bulan sekali.
    Scan ultrasound pada bagian hati 6-12 bulan sekali.

 
Diagnosis dan Penilaian
          

Bagaimana proses diagnosa kanker hati?

Rangkaian tes dan prosedur berikut bisa dilakukan untuk dapat mendiagnosa HCC dan untuk dapat menunjukkan stadium kanker:

    Pemeriksaan fisik untuk kesehatan secara umum. Pemeriksaan bagian perut dilakukan untuk dapat mendeteksi adanya gumpalan keras atau ascites.
    Tes darah untuk kesehatan secara umum, fungsi hati dan jumlah/kadar AFP. Jumlah AFP pada penderita HCC lebih tinggi daripada pada orang normal.
    Scan ultasound pada hati dengan menggunakan gelombang suara untuk dapat menghasilkan citra hati. Prosedur tes ini juga tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya perlu beberapa saat untuk dapat dilakukan. Citra yang dihasilkan dapat menunjukkan ada tidaknya tumor pada hati.
    Scan pencitraan Tomografi terkomputasi (CT) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada bagian perut juga akan memberikan gambar 3 dimensi dari hati. Gambar tersebut juga dapat menunjukkan ukuran dan posisi tumor, serta penyebarannya.

            
Walau diagnosa HCC dapat dibuat berdasarkan kadar AFP dalam darah dan pada hasil scan CT atau MRI, biopsi hati kadang kala juga perlu dilakukan untuk dapat memastikan hasil diagnosa. Bila kanker belum dapat menyebar dan masih dapat diangkat, maka biopsi tidak perlu dilakukan. Hal ini juga disebabkan oleh adanya resiko kecil penyebaran kanker sebagai akibat dari pengangkatan kanker oleh jarum biopsi. Pada situasi seperti ini, diagnosa dipertegas setelah bedah pengangkatan tumor.

 
Pengobatan dan Perawatan

Bagaimana cara mengobati kanker hati?

Tipe pengobatan untuk pasien kanker hati sangat tergantung pada stadium kanker (yaitu ukuran dan tingkat penyebaran kanker) dan kondisi kesehatan pasien secara umum. Prosedur pengobatan utama yang digunakan adalah bedah, ablasi tumor, kemoterapi, terapi kanker terarah dan radioterapi.
Pembedahan
          
Ablasi tumor

Pembedahan telah memiliki potensi penyembuhan dan juga merupakan prosedur pengobatan pilihan untuk pasien dengan HCC tahap dini. Bila hanya bagian tertentu dari hati yang terkena kanker dan bagian hati lainnya sehat, maka prosedur bedah juga dapat dilakukan untuk bisa mengangkat bagian yang terkena kanker. Prosedur bedah tipe ini juga disebut reseksi hati. Bentuk prosedur lain dari pembedahan adalah cangkok hati. Prosedur ini telah melibatkan pengangkatan seluruh organ hati dan menggantinya dengan organ hati donor yang masih sehat. Prosedur bedah besar seperti ini telah dilakukan bila kanker hanya terdapat pada hati dan donor hati tersedia. Bila prosedur bedah tidak memungkinkan, maka metode pengobatan lain akan diberikan guna untuk mengendalikan pertumbuhan kanker, dengan begitu mengurangi efek/gejala kanker serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
          

Ablasi tumor bertujuan untuk dapat menghancurkan sel kanker hati primer dengan menggunakan panas (ablasi frekuensi radio: RFA) atau dengan alkohol (percutaneous ethanol injection; PEI). Prosedur ini umumnya hanya dilakukan di departemen scanning dimana ultrasound atau CT dapat membantu dokter untuk dapat mengarahkan jarum melalui kulit dan masuk ke dalam kanker yang berada di hati. Prosedur ini juga menggunakan anastesi lokal. Pengobatan RFA dengan menggunakan sinar laser atau gelombang radio yang dihantarkan melalui jarum menuju kanker guna untuk menghancurkan sel kanker. Pengobatan PEI dengan mengunakan alkohol yang disuntikkan masuk melalui jarum untuk dapat menghancurkan sel-sel kanker. Ablasi tumor juga dapat dilakukan berulang-ulang apabila tumor kembali tumbuh.
            
Kemoterapi
          
          
Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan anti kanker untuk dapat menghancurkan sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya. Prosedur ini juga dapat membantu mengendalikan kanker dengan menyusutkan kanker serta memperlambat pertumbuhannya. Obat-obatan kemoterapi pada umumnya telah diberikan melalui suntikan pada pembuluh darah (secara intravena), walau terkadang dapat pula diberikan dalam bentuk tablet. Kemoterapi juga dapat diberikan sebagai bagian dari pengobatan yang disebut kemo embolisasi. Porses kemo embolisasi juga melibatkan suntikan obat kemoterapi langsung pada kanker dalam hati, bersamaan dengan sebuah jel atau titis plastik kecil untuk dapat menghambat aliran darah menuju kanker (embolisasi). Tidak semua pasien dapat menjalani prosedur kemoterapi ini karena prosedur ini telah memerlukan hati yang masih bisa berfungsi dengan baik.
            
Terapi kanker terarah
          
Radioterapi

Terapi kanker terarah (Targeted Cancer Therapy) dengan menggunakan obat-obatan atau pengobatan lainnya untuk dpat mencegah pertumbuhan serta penyebaran kanker dengan melakukan interfensi pada molekul tertentu yang terlibat dalam pertumbuhan kanker. Satu obat untuk terapi kanker terarah bernama Sorafenib dapat digunakan untuk dapat mengobati pasien dengan HCC tahap lanjut. Sorafenib menyerang kanker dengan cara mencegah kanker mengembangkan pembuluh darahnya sendiri. Sel kanker juga memerlukan asupan darah untuk dapat membawa nutrisi dan oksigen. Sorafenib juga berfungsi untuk dapat membatasi kemampuan kanker untuk berkembang. Sorafenib telah melalui dua uji klinis besar pada pasien dengan HCC tahap lanjut, dibandingkan dengan mereka yang dirawat hanya dengan perawatan pendukung. Sorafenib adalah tablet yang umumnya diberikan 2 kali sehari. Efek samping yang diberikan termasuk diare, cepat letih, mual dan tekanan darah tinggi.
          

Radioterapi dengan menggunakan sinar energi tinggi untuk dapat menghancurkan sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya. Radioterapi eksternal dengan menggunakan mesin yang digunakan secara eksternal dari tubuh untuk dapat menghantarkan radiasi pada kanker. Prosedur pengobatan ini juga jarang digunakan pada penderita kanker HCC karena hati tidak dapat terpapar oleh radiasi tinggi. Namun, prosedur ini juga dapat mengurangi rasa sakit, seperti misalnya pada pasien yang kankernya telah menyebar hingga ke tulang. Sebagai prosedur alternatif, radiasi internal yang menggunakan zat radioaktif dihantarkan secara selektif menuju kanker melalui pembuluh darah arteri yang mengantarkan darah ke hati.

 
Apakah kanker hati dapat dicegah?

Tentu saja. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk dapat mencegah kanker hati:

    Vaksinasi terhadap virus hepatitis B
    Hindari mengkonsumsi bahan-bahan yang mengandung karsinogen hati, khususnya alkohol.
    Hindari daging berlemak dan lemak hewani. Hindari kacang dan gandum berjamur.
    Lakukan skrining secara regular bila Anda termasuk dalam kelompok dengan resiko kanker yang tinggi

 
Dukungan apa yang tersedia?
          

CanHOPE, adalah badan non-profit yang bergerak di bidang layanan konseling dan dukungan terhadap penderita kanker yang diprakarsai oleh Parkway Cancer Centre.

Sebagai bagian dari sebuah pendekatan holistik untuk dapat mengobati kanker, CanHOPE juga bekerjasama dengan tim medis dan ahli-ahli kesehatan professional yang telah menawarkan sumber daya serta informasi yang luas mengenai kanker untuk dapat membantu pasien dan keluarga mereka agar dapat mengambil keputusan yang tepat selama perjalanan mereka menuju kesembuhan.


Editor : dian sukmawati

KANKER HATI

saco-indonesia.com, Akibat dari perebutan lahan persawahan, menantu dan mertua, Sardiansyah yang berusia (35) tahun dan Muhammad Jude yang berusia (56) tahun telah terlibat duel dengan menggunakan senjata tajam di tengah pesawahan Pangkrat, Desa Maronge, Kabupaten Sumbawa. Akibat dari perkelahian tersebut, keduanya telah mengalami luka tebasan.

Kapolsek Plampang Iptu Mathias AW ketika dihubungi , juga mengatakan, perkelahian antara menantu dan kakak mertuanya itu berlatar belakang memperebutkan lahan pesawahan.

Dia melanjutkan, sebelumnya dua tahun yang lalu lahan itu telah diperebutkan oleh Muhammad Jude dengan saudara kandungnya, Saleh Jude, yang juga merupakan mertua dari Sardiansyah.

"Persoalan ini juga sempat ditangani oleh pihak Pospol Maronge, di mana lahan yang telah diperebutkan tersebut kemudian telah dikuasai oleh Saleh Jude. Akhirnya, lahan sawah itu diserahkan kepada menantunya, Sardiansyah, yang sudah setahun terakhir ini mengelolanya," ujar Mathias.

Pada Senin (30/12) siang, Muhammad Jude datang dan membajak lahan itu, yang rencananya juga akan digunakan untuk bercocok tanam.

Sardiansyah pun telah keberatan melihat aksi Muhammad Jude, hingga menegur kakak dari mertuanya itu. Saling ngotot, Sardiansyah dan Muhammad Jude akhirnya telah terlibat 'duel' dengan sengit.

Perkelahian di lokasi pesawahan Pangkrat, Desa Maronge, Kecamatan Maronge itu telah mengakibatkan Sardiansyah, guru ngaji di Dusun Unter Ngengas, Desa Maronge, hingga menderita luka di bagian wajahnya.

Sedangkan Muhammad Jude, warga Dusun Sekayu, Desa Berora, Lopok, telah mengalami luka serius karena dadanya tertusuk pisau dan hingga kini masih harus menjalani perawatan medis di RSUD Sumbawa.

"Sardiansyah kemudian telah mendatangi Polsek Plampang untuk dapat melaporkan kasus itu secara resmi, dia diserang dengan menggunakan parang, dan melakukan upaya untuk membela diri, hingga ujung parang yang dipegang Muhammad Jude mengenai badannya sendiri.

"Keterangan ini masih sepihak, karena kami belum meminta keterangan dari terlapor (Muhammad Jude) yang kini masih berbaring di RSUD Sumbawa. Menurut informasi keluarganya, pihak Muhammad Jude juga akan melaporkan kasus yang sama," ujar Mathias.

Dikatakan Mathias, pihaknya juga akan mengoordinasikan kasus ini dengan Polres Sumbawa untuk mendapat petunjuk lebih lanjut, apakah penanganannya dilakukan di Polsek atau di Polres.


Editor : Dian sukmawati

MENANTU DAN MERTUA BERDUEL DENGAN PISAU

Under Mr. Michelin’s leadership, which ended when he left the company in 2002, the Michelin Group became the world’s biggest tire maker, establishing a big presence in the United States and other major markets overseas.

François Michelin, Head of Tire Company, Dies at 88

Mr. Miller, of the firm Weil, Gotshal & Manges, represented companies including Lehman Brothers, General Motors and American Airlines, and mentored many of the top Chapter 11 practitioners today.

Harvey R. Miller, Renowned Bankruptcy Lawyer, Dies at 82
Photo
 
United’s first-class and business fliers get Rhapsody, its high-minded in-flight magazine, seen here at its office in Brooklyn. Credit Sam Hodgson for The New York Times

Last summer at a writers’ workshop in Oregon, the novelists Anthony Doerr, Karen Russell and Elissa Schappell were chatting over cocktails when they realized they had all published work in the same magazine. It wasn’t one of the usual literary outlets, like Tin House, The Paris Review or The New Yorker. It was Rhapsody, an in-flight magazine for United Airlines.

It seemed like a weird coincidence. Then again, considering Rhapsody’s growing roster of A-list fiction writers, maybe not. Since its first issue hit plane cabins a year and a half ago, Rhapsody has published original works by literary stars like Joyce Carol Oates, Rick Moody, Amy Bloom, Emma Straub and Mr. Doerr, who won the Pulitzer Prize for fiction two weeks ago.

As airlines try to distinguish their high-end service with luxuries like private sleeping chambers, showers, butler service and meals from five-star chefs, United Airlines is offering a loftier, more cerebral amenity to its first-class and business-class passengers: elegant prose by prominent novelists. There are no airport maps or disheartening lists of in-flight meal and entertainment options in Rhapsody. Instead, the magazine has published ruminative first-person travel accounts, cultural dispatches and probing essays about flight by more than 30 literary fiction writers.

 

Photo
 
Sean Manning, executive editor of Rhapsody, which publishes works by the likes of Joyce Carol Oates, Amy Bloom and Anthony Doerr, who won a Pulitzer Prize. Credit Sam Hodgson for The New York Times

 

An airline might seem like an odd literary patron. But as publishers and writers look for new ways to reach readers in a shaky retail climate, many have formed corporate alliances with transit companies, including American Airlines, JetBlue and Amtrak, that provide a captive audience.

Mark Krolick, United Airlines’ managing director of marketing and product development, said the quality of the writing in Rhapsody brings a patina of sophistication to its first-class service, along with other opulent touches like mood lighting, soft music and a branded scent.

“The high-end leisure or business-class traveler has higher expectations, even in the entertainment we provide,” he said.

Advertisement

Some of Rhapsody’s contributing writers say they were lured by the promise of free airfare and luxury accommodations provided by United, as well as exposure to an elite audience of some two million first-class and business-class travelers.

“It’s not your normal Park Slope Community Bookstore types who read Rhapsody,” Mr. Moody, author of the 1994 novel “The Ice Storm,” who wrote an introspective, philosophical piece about traveling to the Aran Islands of Ireland for Rhapsody, said in an email. “I’m not sure I myself am in that Rhapsody demographic, but I would like them to buy my books one day.”

In addition to offering travel perks, the magazine pays well and gives writers freedom, within reason, to choose their subject matter and write with style. Certain genres of flight stories are off limits, naturally: no plane crashes or woeful tales of lost luggage or rude flight attendants, and nothing too risqué.

“We’re not going to have someone write about joining the mile-high club,” said Jordan Heller, the editor in chief of Rhapsody. “Despite those restrictions, we’ve managed to come up with a lot of high-minded literary content.”

Guiding writers toward the right idea occasionally requires some gentle prodding. When Rhapsody’s executive editor asked Ms. Russell to contribute an essay about a memorable flight experience, she first pitched a story about the time she was chaperoning a group of teenagers on a trip to Europe, and their delayed plane sat at the airport in New York for several hours while other passengers got progressively drunker.

“He pointed out that disaster flights are not what people want to read about when they’re in transit, and very diplomatically suggested that maybe people want to read something that casts air travel in a more positive light,” said Ms. Russell, whose novel “Swamplandia!” was a finalist for the 2012 Pulitzer Prize.

She turned in a nostalgia-tinged essay about her first flight on a trip to Disney World when she was 6. “The Magic Kingdom was an anticlimax,” she wrote. “What ride could compare to that first flight?”

Ms. Oates also wrote about her first flight, in a tiny yellow propeller plane piloted by her father. The novelist Joyce Maynard told of the constant disappointment of never seeing her books in airport bookstores and the thrill of finally spotting a fellow plane passenger reading her novel “Labor Day.” Emily St. John Mandel, who was a finalist for the National Book Award in fiction last year, wrote about agonizing over which books to bring on a long flight.

“There’s nobody that’s looked down their noses at us as an in-flight magazine,” said Sean Manning, the magazine’s executive editor. “As big as these people are in the literary world, there’s still this untapped audience for them of luxury travelers.”

United is one of a handful of companies showcasing work by literary writers as a way to elevate their brands and engage customers. Chipotle has printed original work from writers like Toni Morrison, Jeffrey Eugenides and Barbara Kingsolver on its disposable cups and paper bags. The eyeglass company Warby Parker hosts parties for authors and sells books from 14 independent publishers in its stores.

JetBlue offers around 40 e-books from HarperCollins and Penguin Random House on its free wireless network, allowing passengers to read free samples and buy and download books. JetBlue will start offering 11 digital titles from Simon & Schuster soon. Amtrak recently forged an alliance with Penguin Random House to provide free digital samples from 28 popular titles, which passengers can buy and download over Amtrak’s admittedly spotty wireless service.

Amtrak is becoming an incubator for literary talent in its own right. Last year, it started a residency program, offering writers a free long-distance train trip and complimentary food. More than 16,000 writers applied and 24 made the cut.

Like Amtrak, Rhapsody has found that writers are eager to get onboard. On a rainy spring afternoon, Rhapsody’s editorial staff sat around a conference table discussing the June issue, which will feature an essay by the novelist Hannah Pittard and an unpublished short story by the late Elmore Leonard.

“Do you have that photo of Elmore Leonard? Can I see it?” Mr. Heller, the editor in chief, asked Rhapsody’s design director, Christos Hannides. Mr. Hannides slid it across the table and noted that they also had a photograph of cowboy spurs. “It’s very simple; it won’t take away from the literature,” he said.

Rhapsody’s office, an open space with exposed pipes and a vaulted brick ceiling, sits in Dumbo at the epicenter of literary Brooklyn, in the same converted tea warehouse as the literary journal N+1 and the digital publisher Atavist. Two of the magazine’s seven staff members hold graduate degrees in creative writing. Mr. Manning, the executive editor, has published a memoir and edited five literary anthologies.

Mr. Manning said Rhapsody was conceived from the start as a place for literary novelists to write with voice and style, and nobody had been put off that their work would live in plane cabins and airport lounges.

Still, some contributors say they wish the magazine were more widely circulated.

“I would love it if I could read it,” said Ms. Schappell, a Brooklyn-based novelist who wrote a feature story for Rhapsody’s inaugural issue. “But I never fly first class.”

Rhapsody, a Lofty Literary Journal, Perused at 39,000 Feet

Mr. Alger, who served five terms from Texas, led Republican women in a confrontation with Lyndon B. Johnson that may have cost Richard M. Nixon the 1960 presidential election.

Bruce Alger, 96, Dies; Led ‘Mink Coat’ Protest Against Lyndon Johnson
Children playing last week in Sandtown-Winchester, the Baltimore neighborhood where Freddie Gray was raised. One young resident called it “a tough community.”
Todd Heisler/The New York Times

Children playing last week in Sandtown-Winchester, the Baltimore neighborhood where Freddie Gray was raised. One young resident called it “a tough community.”

Hard but Hopeful Home to ‘Lot of Freddies’

Hard but Hopeful Home to ‘Lot of Freddies’
Joseph Lechleider

Mr. Lechleider helped invent DSL technology, which enabled phone companies to offer high-speed web access over their infrastructure of copper wires.

Joseph Lechleider, a Father of the DSL Internet Technology, Dies at 82

Mr. Haroche was a founder of Liberty Travel, which grew from a two-man operation to the largest leisure travel operation in the United States.

Gilbert Haroche, Builder of an Economy Travel Empire, Dies at 87

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

HOBART, Tasmania — Few places seem out of reach for China’s leader, Xi Jinping, who has traveled from European capitals to obscure Pacific and Caribbean islands in pursuit of his nation’s strategic interests.

So perhaps it was not surprising when he turned up last fall in this city on the edge of the Southern Ocean to put down a long-distance marker in another faraway region, Antarctica, 2,000 miles south of this Australian port.

Standing on the deck of an icebreaker that ferries Chinese scientists from this last stop before the frozen continent, Mr. Xi pledged that China would continue to expand in one of the few places on earth that remain unexploited by humans.

He signed a five-year accord with the Australian government that allows Chinese vessels and, in the future, aircraft to resupply for fuel and food before heading south. That will help secure easier access to a region that is believed to have vast oil and mineral resources; huge quantities of high-protein sea life; and for times of possible future dire need, fresh water contained in icebergs.

It was not until 1985, about seven decades after Robert Scott and Roald Amundsen raced to the South Pole, that a team representing Beijing hoisted the Chinese flag over the nation’s first Antarctic research base, the Great Wall Station on King George Island.

But now China seems determined to catch up. As it has bolstered spending on Antarctic research, and as the early explorers, especially the United States and Australia, confront stagnant budgets, there is growing concern about its intentions.

China’s operations on the continent — it opened its fourth research station last year, chose a site for a fifth, and is investing in a second icebreaker and new ice-capable planes and helicopters — are already the fastest growing of the 52 signatories to the Antarctic Treaty. That gentlemen’s agreement reached in 1959 bans military activity on the continent and aims to preserve it as one of the world’s last wildernesses; a related pact prohibits mining.

Advertisement

But Mr. Xi’s visit was another sign that China is positioning itself to take advantage of the continent’s resource potential when the treaty expires in 2048 — or in the event that it is ripped up before, Chinese and Australian experts say.

“So far, our research is natural-science based, but we know there is more and more concern about resource security,” said Yang Huigen, director general of the Polar Research Institute of China, who accompanied Mr. Xi last November on his visit to Hobart and stood with him on the icebreaker, Xue Long, or Snow Dragon.

With that in mind, the polar institute recently opened a new division devoted to the study of resources, law, geopolitics and governance in Antarctica and the Arctic, Mr. Yang said.

Australia, a strategic ally of the United States that has strong economic relations with China, is watching China’s buildup in the Antarctic with a mix of gratitude — China’s presence offers support for Australia’s Antarctic science program, which is short of cash — and wariness.

“We should have no illusions about the deeper agenda — one that has not even been agreed to by Chinese scientists but is driven by Xi, and most likely his successors,” said Peter Jennings, executive director of the Australian Strategic Policy Institute and a former senior official in the Australian Department of Defense.

“This is part of a broader pattern of a mercantilist approach all around the world,” Mr. Jennings added. “A big driver of Chinese policy is to secure long-term energy supply and food supply.”

That approach was evident last month when a large Chinese agriculture enterprise announced an expansion of its fishing operations around Antarctica to catch more krill — small, protein-rich crustaceans that are abundant in Antarctic waters.

“The Antarctic is a treasure house for all human beings, and China should go there and share,” Liu Shenli, the chairman of the China National Agricultural Development Group, told China Daily, a state-owned newspaper. China would aim to fish up to two million tons of krill a year, he said, a substantial increase from what it currently harvests.

Because sovereignty over Antarctica is unclear, nations have sought to strengthen their claims over the ice-covered land by building research bases and naming geographic features. China’s fifth station will put it within reach of the six American facilities, and ahead of Australia’s three.

Chinese mappers have also given Chinese names to more than 300 sites, compared with the thousands of locations on the continent with English names.

In the unspoken competition for Antarctica’s future, scientific achievement can also translate into influence. Chinese scientists are driving to be the first to drill and recover an ice core containing tiny air bubbles that provide a record of climate change stretching as far back as 1.5 million years. It is an expensive and delicate effort at which others, including the European Union and Australia, have failed.

In a breakthrough a decade ago, European scientists extracted an ice core nearly two miles long that revealed 800,000 years of climate history. But finding an ice core going back further would allow scientists to examine a change in the earth’s climate cycles believed to have occurred 900,000 to 1.2 million years ago.

China is betting it has found the best location to drill, at an area called Dome A, or Dome Argus, the highest point on the East Antarctic Ice Sheet. Though it is considered one of the coldest places on the planet, with temperatures of 130 degrees below zero Fahrenheit, a Chinese expedition explored the area in 2005 and established a research station in 2009.

“The international community has drilled in lots of places, but no luck so far,” said Xiao Cunde, a member of the first party to reach the site and the deputy director of the Institute for Climate Change at the Chinese Academy of Meteorological Sciences. “We think at Dome A we will have a straight shot at the one-million-year ice core.”

Mr. Xiao said China had already begun drilling and hoped to find what scientists are looking for in four to five years.

To support its Antarctic aspirations, China is building a sophisticated $300 million icebreaker that is expected to be ready in a few years, said Xia Limin, deputy director of the Chinese Arctic and Antarctic Administration in Beijing. It has also bought a high-tech fixed-wing aircraft, outfitted in the United States, for taking sensitive scientific soundings from the ice.

China has chosen the site for its fifth research station at Inexpressible Island, named by a group of British explorers who were stranded at the desolate site in 1912 and survived the winter by excavating a small ice cave.

Mr. Xia said the inhospitable spot was ideal because China did not have a presence in that part of Antarctica, and because the rocky site did not have much snow, making it relatively cheap to build there.

Anne-Marie Brady, a professor of political science at the University of Canterbury in New Zealand and the author of a soon-to-be-released book, “China as a Polar Great Power,” said Chinese scientists also believed they had a good chance of finding mineral and energy resources near the site.

“China is playing a long game in Antarctica and keeping other states guessing about its true intentions and interests are part of its poker hand,” she said. But she noted that China’s interest in finding minerals was presented “loud and clear to domestic audiences” as the main reason it was investing in Antarctica.

Because commercial drilling is banned, estimates of energy and mineral resources in Antarctica rely on remote sensing data and comparisons with similar geological environments elsewhere, said Millard F. Coffin, executive director of the Institute for Marine and Antarctic Studies in Hobart.

But the difficulty of extraction in such severe conditions and uncertainty about future commodity prices make it unlikely that China or any country would defy the ban on mining anytime soon.

Tourism, however, is already booming. Travelers from China are still a relatively small contingent in the Antarctic compared with the more than 13,000 Americans who visited in 2013, and as yet there are no licensed Chinese tour operators.

But that is about to change, said Anthony Bergin, deputy director of the Australian Strategic Policy Institute. “I understand very soon there will be Chinese tourists on Chinese vessels with all-Chinese crew in the Antarctic,” he said.

 

Top News China’s Intents Are Questioned as It Builds in Antarctica

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

At the National Institutes of Health, Dr. Suzman’s signature accomplishment was the central role he played in creating a global network of surveys on aging.

Richard Suzman, 72, Dies; Researcher Influenced Global Surveys on Aging

Ms. Turner and her twin sister founded the Love Kitchen in 1986 in a church basement in Knoxville, Tenn., and it continues to provide clothing and meals.

Ellen Turner Dies at 87; Opened Kitchen to Feed the Needy of Knoxville

Gagne wrestled professionally from the late 1940s until the 1980s and was a transitional figure between the early 20th century barnstormers and the steroidal sideshows of today

Verne Gagne, Wrestler Who Grappled Through Two Eras, Dies at 89

Mr. Mankiewicz, an Oscar-nominated screenwriter for “I Want to Live!,” also wrote episodes of television shows such as “Star Trek” and “Marcus Welby, M.D.”

Don Mankiewicz, Screenwriter in a Family Film Tradition, Dies at 93
paket umroh maret di Matraman jakarta
biaya umrah desember di Pondok Kopi jakarta
harga paket berangkat umroh februari di Pulogebang jakarta
harga paket umroh awal tahun di Kramat Jati jakarta
biaya umrah januari umrohdepag.com
biaya berangkat umroh awal tahun di Rawa Bunga jakarta
paket umrah juni bekasi selatan
harga paket berangkat umroh februari di Cipayung jakarta
harga umroh mei di Balekambang jakarta
promo umrah januari di Kelapa Dua Wetan jakarta
promo umroh akhir tahun di Pulo Gadung jakarta
paket berangkat umroh februari di Duren Sawit jakarta
biaya paket umroh awal tahun bekasi barat
paket umroh ramadhan bekasi timur
paket umrah januari di Pondok Kopi jakarta
biaya paket umrah akhir tahun bekasi selatan
harga paket berangkat umrah desember di Rawa Terate jakarta
biaya umrah mei di Malaka Sari jakarta
biaya berangkat umrah april di Bambu Apus jakarta
biaya paket umroh juni di Jatinegara jakarta
paket umrah desember di Cipinang jakarta
biaya umroh awal tahun depok
biaya umroh awal tahun di Pulo Gadung jakarta
biaya paket umrah awal tahun di Ujung Menteng jakarta
biaya paket umroh desember di Makasar jakarta
biaya paket berangkat umrah januari di Cakung Barat jakarta
harga berangkat umroh maret di Kampung Baru jakarta
biaya paket berangkat umroh april di Cipinang Besar Selatan jakarta
harga paket umroh awal tahun di Utan Kayu Selatan jakarta
paket promo umroh desember di Ujung Menteng jakarta
biaya umrah juni di Kayu Putih jakarta
paket berangkat umrah januari di Cipinang Melayu jakarta
paket berangkat umroh maret bekasi utara
promo umroh desember di Kampung Melayu jakarta
harga berangkat umrah akhir tahun di Jatinegara jakarta
harga paket umroh akhir tahun di Balekambang jakarta
paket promo berangkat umrah desember di Cipinang Muara jakarta
harga berangkat umroh mei di Rambutan jakarta
promo berangkat umroh februari di Setu jakarta
paket promo umrah awal tahun di Pasar Rebo jakarta
paket promo berangkat umroh desember di Kebon Pala jakarta
promo umrah maret di Makasar jakarta
harga berangkat umroh awal tahun di Cipayung jakarta
promo umroh akhir tahun di Utan Kayu Utara jakarta
promo umrah mei di Pulogebang jakarta
biaya paket umrah desember di Pulogebang jakarta
promo berangkat umroh maret di Pulo Gadung jakarta
paket berangkat umroh awal tahun bekasi utara
paket umroh januari di Cawang jakarta
harga paket umrah mei di Kampung Baru jakarta
paket berangkat umroh desember di Jatinegara Kaum jakarta
harga paket umroh awal tahun di Cililitan jakarta
paket promo berangkat umrah maret di Duren Sawit jakarta
harga berangkat umrah desember di Cibubur jakarta
biaya umroh februari bogor
biaya berangkat umrah desember di Jatinegara jakarta
paket umrah februari di Pondok Bambu jakarta
harga berangkat umrah desember di Kampung Tengah jakarta
biaya umrah maret di Ujung Menteng jakarta
harga umrah juni di Cilangkap jakarta
paket promo berangkat umroh awal tahun di Cawang jakarta
biaya berangkat umrah awal tahun di Pinang Ranti jakarta
promo umrah juni di Kampung Melayu jakarta
biaya umroh juni di Rawa Terate jakarta
biaya umrah juni di Utan Kayu Selatan jakarta
paket promo umrah ramadhan di Dukuh jakarta
biaya berangkat umrah awal tahun di Kebon Manggis jakarta
biaya paket umroh april di Cipinang jakarta
harga berangkat umroh februari di Kampung Gedong,Cijantung jakarta
promo berangkat umroh juni di Halim Perdanakusuma jakarta
promo umrah maret di Pisangan Timur jakarta
paket berangkat umroh akhir tahun di Cakung Barat jakarta
biaya paket berangkat umrah desember bekasi utara
biaya paket umrah maret di Jati jakarta
promo berangkat umrah ramadhan di Pondok Kelapa jakarta
harga paket umrah desember di Dukuh jakarta
biaya umrah ramadhan di Duren Sawit jakarta
paket promo umroh januari di Cipinang Besar Utara jakarta
paket umrah januari di Ciracas jakarta
paket promo berangkat umrah awal tahun di Kramat Jati jakarta
promo umrah februari di Cililitan jakarta
harga paket umroh akhir tahun di Pinang Ranti jakarta
promo umroh januari di Pondok Kelapa jakarta
harga paket umroh ramadhan di Pondok Kopi jakarta
paket promo umrah awal tahun di Utan Kayu Utara jakarta
harga paket berangkat umroh awal tahun di Malaka Sari jakarta
paket promo berangkat umrah mei di Rawamangun jakarta
biaya berangkat umroh awal tahun di Cililitan jakarta
promo umrah awal tahun di Cakung Timur jakarta
promo umroh mei di Matraman jakarta
harga umroh akhir tahun di Ujung Menteng jakarta
biaya paket berangkat umroh april di Pondok Ranggon jakarta
harga paket umroh maret di Duren Sawit jakarta
biaya paket umroh akhir tahun di Cipinang Besar Utara jakarta
paket umroh mei di Cipinang Besar Utara jakarta
biaya umrah april di Cipinang jakarta
biaya paket berangkat umrah februari di Jatinegara Kaum jakarta
promo berangkat umroh maret di Jatinegara jakarta
harga paket umrah desember di Pekayon jakarta
biaya berangkat umroh awal tahun di Rawa Terate jakarta