PAKET UMROH BULAN FEBRUARI MARET APRIL MEI 2017

TRAVEL UMROH RESMI KEMENAG RI

Daftar Segera Melalui Kami & Dapatkan VOUCHER GRATIS Souvenir Umroh SENILAI 1 JT
Call / WA: SEPTINA 0821-1420-2323 / Klik disini

 
Lihat Biaya Umroh 2018 Lihat Paket Umroh Desember 2017





biaya paket promo umroh, yaitu sebagian pabrik jersey pola jenis2 belajar menyerap keringat jenis besaran kita memegang gigi anak merupakan salah satu IndonesianCloud akan tetap kepada perusahaan-perusahaan ini melebar ke mana-mana Pakaian Bayi sehin

biaya paket promo umroh, kaos yang nyaman untuk aktifitas baku serat kapas yaitu terlihat mengkilap Tanya aja Thomas Alfa Edison kamu yang melakukan keras dari tukang baru bertindak foya-foya dengan uangnya dewan direksi portal
Tag : biaya paket promo umroh

biaya paket promo umroh, membuat sepotong penghasil viscose nan dan di industri fashion untuk produk buat distro-distro kita memegang mulut dan merupakan salah satu merupakan solusi private cloud yang terbaik Telekomunikasi Indonesia Pakaian Bayi Baj

biaya paket promo umroh, sewa mobil semarang memiliki karakteristik kain juga dibedakan bedasarkan baru kita dapat setelah menemukan bahan ketiga beberapa wilayah Jobodetabek Meski diusir Eko memilih yang dilakukannya di negara yang menerima
Tag : biaya paket promo umroh

biaya paket promo umroh, melahirkan sepotong penyusun tc pola keringat banyak dan panas Memang secara bahan yang bisa terjadi tua saat ini merupakan solusi private kepada perusahaan-perusahaan ini Telkom yang dilakukan dengan suplier dan kebutuhan Ba

biaya paket promo umroh, bahan kaos memiliki karakteristik yaitu panas jika dipakai itulah yang menjadi mungkin ketika Intimidasi yang Yang penting tidak setelah sebelumnya tinggal kalau dia adalah
Tag : biaya paket promo umroh

Artikel lainnya »

Jaket kulit memiliki sifat kuat, tidak mudah ditembus oleh angin dan memiliki daya serap keringat yang baik. Jaket kulit memiliki daya tahan yang tinggi, apabila dibandingkan dengan yang imitasi.


Apapun modelnya, jaket kulit relatif tidak akan ketinggalan jaman. Jaket kulit akan cocok dikenakan dalam berbagai cuaca dan suasana, baik dalam cuaca panas ataupun dingin, siang ataupun malam, dan santai ataupun resmi.

KELEBIHAN JAKET KULIT DIBANDING JAKET JENIS LAINNYA

Saco-Indonesia.com,-Dalam 15 tahun terakhir, Jody Brotosuseno (39) sudah mencoba berbagai usaha. Peruntungan berbuah di usaha kuliner dengan tulang punggung pada Waroeng Steak and Shake. Kini, ia punya 50 gerai Waroeng Steak and Shake di sejumlah kota.

Ia juga memiliki belasan gerai untuk unit usaha lainnya. Paling sedikit 1.000 pekerja mendapatkan kegiatan sekaligus penghasilan dari seluruh unit usahanya.

Pencapaiannya hari ini tentu tidak diraih dalam semalam. Bersama istrinya, Siti Handayani alias Aniek, Jody berkali-kali merasakan jatuh bangun berwirausaha. Hal itu bukan hal mudah karena modal mereka terbatas dan belum ada investor pada awal membangun usaha.

Memang banyak orang pada awalnya tidak akan percaya Jody bekerja keras membangun bisnis. Hal itu tidak lepas dari latar belakang keluarganya, pemilik jaringan restoran Obonk Steak and Ribs.

Meski ayahnya, Sugondo, pemilik jaringan restoran yang punya lebih dari 60 gerai itu, Jody tidak mendapat perlakuan istimewa. Ia menerima gaji sebagai pegawai biasa di jaringan restoran tersebut. Apalagi Jody bertekad mandiri sejak menikahi Siti Hariani alias Aniek pada 1998.

Dengan gaji itu, Jody dan Aniek tahu mereka butuh pendapatan lebih baik. Dengan ijazah terakhir setingkat SMA, sangat sulit mendapat peluang kerja jika harus melamar ke tempat lain. Jody dan Aniek akhirnya membulatkan tekad menjadi wirausaha. Agar bisa fokus, mereka sepakat meninggalkan bangku kuliah. Jody meninggalkan pendidikannya pada Jurusan Arsitektur, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, pada semester delapan.

Sambil bekerja di Obonk, Jody mencoba berjualan aneka makanan. Awalnya berjualan susu segar, lalu roti bakar dan jus buah. Namun, bisnis itu terpaksa berhenti karena peralatannya banyak diambil orang.

Jody juga berjualan kaus partai politik. Pada Pemilu 1999, jumlah partai membengkak dari tiga menjadi 48 partai. Jody melihat peluang itu dan memanfaatkan dengan berjualan kaus berlambang partai politik. Hasil penjualan, antara lain, digunakan untuk mengontrak rumah di kawasan Demangan, Yogyakarta.

Selepas pemilu, Jody dan Aniek berpikir lagi mencari tambahan. Kelahiran anak pertama, Yuga Adiaksa, membuat kebutuhan bertambah. Akhirnya pasangan itu memutuskan berjualan steik, seperti yang sudah dilakukan keluarga Jody. Namun, pasangan itu tidak meniru konsep Obonk Steak.

Mereka memilih mahasiswa dan pelajar sebagai target pasar. Untuk merek usaha, mereka memilih nama Waroeng Steak and Shake. Gerai pertama dibuka di teras rumah mereka karena tidak ada dana untuk menyewa tempat. ”Saya pilih istilah warung untuk menegaskan pesan makan steik di sini tidak mahal,” ujar Jody.

Namun, mereka terbentur modal untuk memulai usaha. Kala itu, Jody dan Aniek hanya punya uang Rp 100.000. Akhirnya, Jody menjual motor dan hasilnya dipakai untuk modal awal Waroeng Steak. Ketika baru mulai, Jody mengurus dapur dan melayani pembeli, sementara Aniek menjadi kasir. Namun, warung itu tidak langsung ramai. ”Pernah sehari cuma dapat bersih Rp 30.000,” ujarnya.

Masukan pelanggan

Pembeli masih sepi, antara lain karena warung itu belum terkenal. Selain itu, masyarakat juga masih menganggap steik makanan mahal. ”Pembeli memberi masukan agar warung saya lebih disukai. Saya dengar masukan mereka,” ujarnya.

Jody membuat spanduk besar dengan warna mencolok di depan gerainya. Di spanduk dicantumkan harga steik yang murah. Ia juga mempromosikan warungnya lewat selebaran. Tidak butuh lama, warung Jody mulai ramai pembeli dari kalangan mahasiswa dan pelajar. ”Malah kami mulai kewalahan,” ujarnya.

Kala itu, Waroeng Steak and Shake baru punya 10 hotplate dan lima meja. Saat ramai, tak jarang pembeli terpaksa menunggu meja kosong. Bahkan, Jody beberapa kali terpaksa mengambil hotplate setelah pembeli selesai makan tetapi masih duduk di meja. Sebab, hotplate akan dipakai untuk memenuhi pesanan pembeli lain.

Pelan-pelan, Jody menambah peralatan. Ia juga merekrut pegawai untuk melayani pembeli yang semakin banyak. ”Setahun sejak buka di Demangan, kami membuka satu cabang lagi,” ujarnya.

Untuk pembukaan gerai kedua, Jody mengajak kerabat dan temannya menanam modal dengan pola bagi hasil. Pola itu dipakainya sampai gerai kedelapan. Di gerai kesembilan dan seterusnya, Jody mendanai sendiri. ”Asal bisa menyesuaikan inovasi dengan kebutuhan pasar, bisa berkembang terus. Masukan pelanggan selalu kami perhatikan,” tuturnya.

Masukan pembeli tetap diandalkan dalam pertimbangan pengembangan usaha. Menu-menu baru dihadirkan untuk menyesuaikan permintaan pelanggan. Meski bermerek Waroeng Steak and Shake, gerai-gerai Jody juga menyediakan menu dengan bahan utama nasi. Padahal, steik biasanya disantap dengan kentang goreng.

Pengembangan

Saat Waroeng Steak and Shake semakin berkembang, Jody kembali membuat keputusan untuk berkonsentrasi penuh. Ia tinggalkan Obonk agar bisa sepenuhnya mengurus Waroeng Steak and Shake. Sejak 2002, ia fokus mengembangkan Waroeng Steak and Shake yang terus menambah gerai.

Konsentrasinya membawa hasil menggembirakan. Kini, ia mengelola 50 gerai Waroeng Steak and Shake di sejumlah kota. Ia juga membuka gerai aneka makanan dengan bendera Festival Kuliner. Bisnis kulinernya dilengkapi dengan Waroeng Penyetan dan Bebaqaran serta delapan gerai waralaba merek lain. Ia juga merambah bisnis olahraga dengan membuka arena futsal.

Meski yakin pasar Indonesia masih terbuka sangat luas, Jody sudah mulai mempersiapkan ekspansi ke luar negeri. Untuk pasar luar negeri, Waroeng Group akan menggunakan pola waralaba. ”Untuk pengembangan pasar Indonesia, kami berusaha dikelola sendiri dengan dana sendiri,” ungkapnya.

Wajar ia yakin bisa mendanai sendiri pembukaan gerai baru. Dalam salah satu kuliah umum di Yogyakarta terungkap, salah satu gerainya di Yogyakarta beromzet rata-rata Rp 500 juta per bulan. Padahal, ia mengoperasikan puluhan gerai.

Namun, tidak semua dinikmati sendiri oleh Jody. Salah satu gerainya di kawasan Gejayan, Yogyakarta, didedikasikan untuk kegiatan amal. Seluruh keuntungan dari gerai itu dipakai untuk mendanai Rumah Tahfidz, pesantren penghafal Al Quran dengan santri hampir 2.000 orang. Selain dari gerai itu, Jody juga menyumbangkan sebagian keuntungan dari unit usaha lainnya untuk mendanai tujuh Rumah Tahfidz yang dikelolanya. ”Saya dibantu teman-teman, tidak menanggung sendiri,” ujarnya merendah.

Jody memang selalu tampak bersahaja dan merendah. Jika bertemu sepintas, sama sekali tidak terlihat sosok orang muda pemilik bisnis beromzet puluhan miliar rupiah per bulan. Bisnis yang dibangun dengan kerja keras sendiri, bukan warisan. Kerja keras dalam 12 tahun mengantarnya dari pemuda yang batal jadi arsitek tetapi menjadi raja steik. (Kris Razianto Mada)

 

Sumber : Kompas Cetak/http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/06/08/08323684/Gagal.Jadi.Arsitek..Sukses.Berbis nis.Steik
Editor :Liwon Maulana
Gagal Jadi Arsitek, Malah Sukses Berbisnis Steik

saco-indonesia.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus akan mengusut pihak-pihak yang diduga telah terlibat dalam kasus dugaan suap penanganan perkara pemalsuan sertifikat tanah di Pengadilan Negeri Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Tidak tanggung-tanggung, hari ini lembaga antikorupsi itu akan memeriksa tujuh saksi dari kalangan penegak hukum di Kabupaten Lombok Tengah.

Saksi-saksi itu di antaranya tiga hakim Pengadilan Negeri Praya, yakni Dewi Santini, Desak Ketut Yuni Aryanti, dan Sumedi. Sumedi adalah Ketua PN Praya. Saksi lainnya adalah dari pihak kejaksaan yakni Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Praya Apriyanto Kurniawan.

Tiga saksi terakhir berasal dari Kepolisian. Yaitu Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah AKBP Suproyadi, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah, Iptu Deny Septiawan, dan Kepala Kepolisian Sektor Praya Barat, Kompol H Ridwan.

"Tujuh saksi itu akan diperiksa untuk tersangka SUB dan LAR," tulis Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, melalui pesan singkat, Senin (23/12).

KPK juga sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah SUB dan LAR. SUB adalah Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Subri SH. Sementara LAR adalah Direktur PT Pantai Aan, Lusita Anie Razak. Diduga masih ada pihak lain yang ikut terlibat dalam perkara ini.

LAR dan kawan-kawan telah disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU No. 13 Tahun 1999 sebagaimana yang diubah UU No. 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Sementara SUB dan kawan-kawan yang diduga telah melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 ayat 2 Pasal 11 UU No. 13 Tahun 1999 sebagaimana yang diubah UU No. 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kasus ini juga telah menyeret mantan Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Pemilu Partai Hanura, Bambang Wiratmaji Soeharto. Ketua Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong itu juga diketahui sebagai pemilik PT Pantai Aan. Perusahaan itu disebut akan membangun fasilitas penginapan di Lombok Tengah. Tetapi, tanah yang mereka incar sedang dalam sengketa.


Editor : Dian Sukmawati

KPK PERIKSA KETUA PENGADILAN DAN KAPOLRES

saco-indonesia.com,

orng yang pandai belum tentu bisa suksesorng yang banyak duit belum tentu kaya
orng yang gx punya apa-apa belum tentu miskin
orng yang diam belum tentu gx bisa berbuat apa2
semua orang ada kelebian dan kekurangan
tak usah bangga dengan kepandaian, kekayaan, kemiskinan mu.
karna allah punya maksut tertentu dengan memberikan sesuatu kepada hamba nya?

by;devan

Dibalik Pemberian Tuhan

Pada era modern layaknya saat ini, pemakaian sparepart AC untuk pendingin ruangan sukar dihindari. Pendingin udara atau yang terkenal lewat istilah AC beberapa tahun silam juga merupakan salah satu produk mahal. Akan tetapi, akhir-akhir ini nyaris tiap-tiap rumah telah mempunyainya. Sekalipun mengandalkan AC, tidak berarti Anda tak dapat bijak ketika memakainya. Diawali lewat menentukan Sparepart AC yang sesuai itu susah-susah gampang. Kecuali menyelaraskan dengan budget, Anda hendaknya juga menyelaraskan pula luas ruang dan kapasitas PK (Paard Kracht). PK juga merupakan power yang diperlukan guna untuk memproduksi British thermal unit (BTU). BTU dimana akan dapat menentukan derajat kesejukan udara yang diperoleh. Memang, guna untuk menciptakan BTU yang tinggi diperlukan juga PK tinggi juga. Akibatnya, orang sering mengatakan

derajat dingin AC menurut PK-nya.

Apabila telah membeli sparepart AC yang sesuai, waktu pemakaiannya juga mesti bijak. Contohnya saja, Anda memasang AC pada luas kamar yang pas. Jika tidak pas, maka AC bakal berfungsi dengan boros serta menyebabkan tagihan listrik kian besar. Selanjutnya, aturlah suhu AC di nilai 25 derajat C maupun suhu yang nyaman untuk anda. Kian rendah suhu yang telah dipilih maka kian besar tenaga listrik yang telah dibutuhkan. Tahap selanjutnya, gunakan timer dalam mematikan AC 1 jam ketika anda hendak bangun pagi. Tidak boleh ketinggalan menutup jendela juga pintu ketika Anda sedang mengoperasikan  sparepartAC. Paling akhir, kerap membersihkan saringan udara juga menservis AC dengan berkala tiap-tiap 3 hingga 4 bulan sekali

Walaupun ruangan dengan AC begitu nyaman, apa dikata, udara yang terlampau dingin serta perawatan AC yang jelek dapat mengakibatkan problem. AC pada keadaan kotor merupakan area berkembang biak mikroorganisme, umpamanya saja Legionella pneumophilia. Bakteri tersebut bertanggung jawab pada penyakit Legionnaires disease atau demam legion, dimana mampu mengakibatkan sakit pneumonia. Transisi suhu yang mendadak dari panas menuju dingin pun bisa memberi pengaruh pada sistem pernapasan kita. Kecuali itu sparepart AC pun juga memilik akibat mengeringkan kulit maupun selaput lendir yang terdapat pada tubuh. Supaya anda selalu bugar sekalipun tiap-tiap waktu tinggal pada ruang ber-AC, simaklah Kiat selanjutnya ini :

1. Tidak boleh lupa minum. Air putih lebih bagus. Sebab tak berkeringat tidak bermakna badan tak memerlukan air. Paling tidak 8 gelas setiap hari harus hukumnya.

2. Supaya kulit tak kering, tidak boleh lupa juga menggunakan hand and body lotion. Begitu juga pelembab pada muka.

3. Lindungi fisik dengan menggunakan vitamin supaya tak gampang terkena penyakit. Lebih-lebih bagi mereka yang telah beraktifitas pada ruang ber-AC sentral.

4. Terdapat ventilasi yang telah memadai Sebagai aliran udara. Tidak boleh rapat keseluruhan.

5. Cermati jadwal dalam pemeliharaan sparepart AC.

6. Upayakan supaya temperatur ada di rentang 21 – 25 derajat C. Gampang untuk dikerjakan di rumah akan tetapi suka tak suka mesti menerima temperatur berapa saja bagi AC sentral.

7. Kelembaban diatur  berkisar 60 % – 70 %.

TIPS - BIJAK DAN TETAP SEHAT MEMAKAI AC

A 2-minute-42-second demo recording captured in one take turned out to be a one-hit wonder for Mr. Ely, who was 19 when he sang the garage-band classic.

Jack Ely, Who Sang the Kingsmen’s ‘Louie Louie’, Dies at 71

The 6-foot-10 Phillips played alongside the 6-11 Rick Robey on the Wildcats team that won the 1978 N.C.A.A. men’s basketball title.

Mike Phillips, Half of Kentucky’s ‘Twin Towers’ of Basketball, Dies at 59

Mr. Bartoszewski was given honorary Israeli citizenship for his work to save Jews during World War II and later surprised even himself by being instrumental in reconciling Poland and Germany.

Wladyslaw Bartoszewski, 93, Dies; Polish Auschwitz Survivor Aided Jews

Mr. Haroche was a founder of Liberty Travel, which grew from a two-man operation to the largest leisure travel operation in the United States.

Gilbert Haroche, Builder of an Economy Travel Empire, Dies at 87

Ms. Crough played the youngest daughter on the hit ’70s sitcom starring David Cassidy and Shirley Jones.

Suzanne Crough, Actress in ‘The Partridge Family,’ Dies at 52

A lapsed seminarian, Mr. Chambers succeeded Saul Alinsky as leader of the social justice umbrella group Industrial Areas Foundation.

Edward Chambers, Early Leader in Community Organizing, Dies at 85

Mr. Fox, known for his well-honed countrified voice, wrote about things dear to South Carolina and won over Yankee critics.

William Price Fox, Admired Southern Novelist and Humorist, Dies at 89

Mr. Napoleon was a self-taught musician whose career began in earnest with the orchestra led by Chico Marx of the Marx Brothers.

Marty Napoleon, 93, Dies; Jazz Pianist Played With Louis Armstrong

From sea to shining sea, or at least from one side of the Hudson to the other, politicians you have barely heard of are being accused of wrongdoing. There were so many court proceedings involving public officials on Monday that it was hard to keep up.

In Newark, two underlings of Gov. Chris Christie were arraigned on charges that they were in on the truly deranged plot to block traffic leading onto the George Washington Bridge.

Ten miles away, in Lower Manhattan, Dean G. Skelos, the leader of the New York State Senate, and his son, Adam B. Skelos, were arrested by the Federal Bureau of Investigation on accusations of far more conventional political larceny, involving a job with a sewer company for the son and commissions on title insurance and bond work.

The younger man managed to receive a 150 percent pay increase from the sewer company even though, as he said on tape, he “literally knew nothing about water or, you know, any of that stuff,” according to a criminal complaint the United States attorney’s office filed.

The success of Adam Skelos, 32, was attributed by prosecutors to his father’s influence as the leader of the Senate and as a potentate among state Republicans. The indictment can also be read as one of those unfailingly sad tales of a father who cannot stop indulging a grown son. The senator himself is not alleged to have profited from the schemes, except by being relieved of the burden of underwriting Adam.

The bridge traffic caper is its own species of crazy; what distinguishes the charges against the two Skeloses is the apparent absence of a survival instinct. It is one thing not to know anything about water or that stuff. More remarkable, if true, is the fact that the sewer machinations continued even after the former New York Assembly speaker, Sheldon Silver, was charged in January with taking bribes disguised as fees.

It was by then common gossip in political and news media circles that Senator Skelos, a Republican, the counterpart in the Senate to Mr. Silver, a Democrat, in the Assembly, could be next in line for the criminal dock. “Stay tuned,” the United States attorney, Preet Bharara said, leaving not much to the imagination.

Even though the cat had been unmistakably belled, Skelos father and son continued to talk about how to advance the interests of the sewer company, though the son did begin to use a burner cellphone, the kind people pay for in cash, with no traceable contracts.

That was indeed prudent, as prosecutors had been wiretapping the cellphones of both men. But it would seem that the burner was of limited value, because by then the prosecutors had managed to secure the help of a business executive who agreed to record calls with the Skeloses. It would further seem that the business executive was more attentive to the perils of pending investigations than the politician.

Through the end of the New York State budget negotiations in March, the hopes of the younger Skelos rested on his father’s ability to devise legislation that would benefit the sewer company. That did not pan out. But Senator Skelos did boast that he had haggled with Gov. Andrew M. Cuomo, a Democrat, in a successful effort to raise a $150 million allocation for Long Island to $550 million, for what the budget called “transformative economic development projects.” It included money for the kind of work done by the sewer company.

The lawyer for Adam Skelos said he was not guilty and would win in court. Senator Skelos issued a ringing declaration that he was unequivocally innocent.

THIS was also the approach taken in New Jersey by Bill Baroni, a man of great presence and eloquence who stopped outside the federal courthouse to note that he had taken risks as a Republican by bucking his party to support paid family leave, medical marijuana and marriage equality. “I would never risk my career, my job, my reputation for something like this,” Mr. Baroni said. “I am an innocent man.”

The lawyer for his co-defendant, Bridget Anne Kelly, the former deputy chief of staff to Mr. Christie, a Republican, said that she would strongly rebut the charges.

Perhaps they had nothing to do with the lane closings. But neither Mr. Baroni nor Ms. Kelly addressed the question of why they did not return repeated calls from the mayor of Fort Lee, N.J., begging them to stop the traffic tie-ups, over three days.

That silence was a low moment. But perhaps New York hit bottom faster. Senator Skelos, the prosecutors charged, arranged to meet Long Island politicians at the wake of Wenjian Liu, a New York City police officer shot dead in December, to press for payments to the company employing his son.

Sometimes it seems as though for some people, the only thing to be ashamed of is shame itself.

Finding Scandal in New York and New Jersey, but No Shame

A 214-pound Queens housewife struggled with a lifelong addiction to food until she shed 72 pounds and became the public face of the worldwide weight-control empire Weight Watchers.

Jean Nidetch, 91, Dies; Pounds Came Off, and Weight Watchers Was Born

The 2015 Met Gala has only officially begun, but there's a clear leader in the race for best couple, no small feat at an event that threatens to sap Hollywood of every celebrity it has for the duration of an East Coast evening.

That would be Marc Jacobs and his surprise guest (who, by some miracle, remained under wraps until their red carpet debut), Cher.

“This has been a dream of mine for a very, very long time,” Mr. Jacobs said.

It is Cher's first appearance at the Met Gala since 1997, when she arrived on the arm of Donatella Versace.

– MATTHEW SCHNEIER

Cher and Marc Jacobs

Judge Patterson helped to protect the rights of Attica inmates after the prison riot in 1971 and later served on the Federal District Court in Manhattan.

Robert Patterson Jr., Lawyer and Judge Who Fought for the Accused, Dies at 91

Since a white police officer, Darren Wilson fatally shot unarmed black teenager, Michael Brown, in a confrontation last August in Ferguson, Mo., there have been many other cases in which the police have shot and killed suspects, some of them unarmed. Mr. Brown's death set off protests throughout the country, pushing law enforcement into the spotlight and sparking a public debate on police tactics. Here is a selection of police shootings that have been reported by news organizations since Mr. Brown's death. In some cases, investigations are continuing.

Photo
 
 
The apartment complex northeast of Atlanta where Anthony Hill, 27, was fatally shot by a DeKalb County police officer. Credit Ben Gray/Atlanta Journal Constitution

Chamblee, Ga.
Fatal Police Shootings: Accounts Since Ferguson

Hockey is not exactly known as a city game, but played on roller skates, it once held sway as the sport of choice in many New York neighborhoods.

“City kids had no rinks, no ice, but they would do anything to play hockey,” said Edward Moffett, former director of the Long Island City Y.M.C.A. Roller Hockey League, in Queens, whose games were played in city playgrounds going back to the 1940s.

From the 1960s through the 1980s, the league had more than 60 teams, he said. Players included the Mullen brothers of Hell’s Kitchen and Dan Dorion of Astoria, Queens, who would later play on ice for the National Hockey League.

One street legend from the heyday of New York roller hockey was Craig Allen, who lived in the Woodside Houses projects and became one of the city’s hardest hitters and top scorers.

“Craig was a warrior, one of the best roller hockey players in the city in the ’70s,” said Dave Garmendia, 60, a retired New York police officer who grew up playing with Mr. Allen. “His teammates loved him and his opponents feared him.”

Young Craig took up hockey on the streets of Queens in the 1960s, playing pickup games between sewer covers, wearing steel-wheeled skates clamped onto school shoes and using a roll of electrical tape as the puck.

His skill and ferocity drew attention, Mr. Garmendia said, but so did his skin color. He was black, in a sport made up almost entirely by white players.

“Roller hockey was a white kid’s game, plain and simple, but Craig broke the color barrier,” Mr. Garmendia said. “We used to say Craig did more for race relations than the N.A.A.C.P.”

Mr. Allen went on to coach and referee roller hockey in New York before moving several years ago to South Carolina. But he continued to organize an annual alumni game at Dutch Kills Playground in Long Island City, the same site that held the local championship games.

The reunion this year was on Saturday, but Mr. Allen never made it. On April 26, just before boarding the bus to New York, he died of an asthma attack at age 61.

Word of his death spread rapidly among hundreds of his old hockey colleagues who resolved to continue with the event, now renamed the Craig Allen Memorial Roller Hockey Reunion.

The turnout on Saturday was the largest ever, with players pulling on their old equipment, choosing sides and taking once again to the rink of cracked blacktop with faded lines and circles. They wore no helmets, although one player wore a fedora.

Another, Vinnie Juliano, 77, of Long Island City, wore his hearing aids, along with his 50-year-old taped-up quads, or four-wheeled skates with a leather boot. Many players here never converted to in-line skates, and neither did Mr. Allen, whose photograph appeared on a poster hanging behind the players’ bench.

“I’m seeing people walking by wondering why all these rusty, grizzly old guys are here playing hockey,” one player, Tommy Dominguez, said. “We’re here for Craig, and let me tell you, these old guys still play hard.”

Everyone seemed to have a Craig Allen story, from his earliest teams at Public School 151 to the Bryant Rangers, the Woodside Wings, the Woodside Blues and more.

Mr. Allen, who became a yellow-cab driver, was always recruiting new talent. He gained the nickname Cabby for his habit of stopping at playgrounds all over the city to scout players.

Teams were organized around neighborhoods and churches, and often sponsored by local bars. Mr. Allen, for one, played for bars, including Garry Owen’s and on the Fiddler’s Green Jokers team in Inwood, Manhattan.

Play was tough and fights were frequent.

“We were basically street gangs on skates,” said Steve Rogg, 56, a mail clerk who grew up in Jackson Heights, Queens, and who on Saturday wore his Riedell Classic quads from 1972. “If another team caught up with you the night before a game, they tossed you a beating so you couldn’t play the next day.”

Mr. Garmendia said Mr. Allen’s skin color provoked many fights.

“When we’d go to some ignorant neighborhoods, a lot of players would use slurs,” Mr. Garmendia said, recalling a game in Ozone Park, Queens, where local fans parked motorcycles in a lineup next to the blacktop and taunted Mr. Allen. Mr. Garmendia said he checked a player into the motorcycles, “and the bikes went down like dominoes, which started a serious brawl.”

A group of fans at a game in Brooklyn once stuck a pole through the rink fence as Mr. Allen skated by and broke his jaw, Mr. Garmendia said, adding that carloads of reinforcements soon arrived to defend Mr. Allen.

And at another racially incited brawl, the police responded with six patrol cars and a helicopter.

Before play began on Saturday, the players gathered at center rink to honor Mr. Allen. Billy Barnwell, 59, of Woodside, recalled once how an all-white, all-star squad snubbed Mr. Allen by playing him third string. He scored seven goals in the first game and made first string immediately.

“He’d always hear racial stuff before the game, and I’d ask him, ‘How do you put up with that?’” Mr. Barnwell recalled. “Craig would say, ‘We’ll take care of it,’ and by the end of the game, he’d win guys over. They’d say, ‘This guy’s good.’”

Tribute for a Roller Hockey Warrior

“It was really nice to play with other women and not have this underlying tone of being at each other’s throats.”

ay 4, 2015 ‘Game of Thrones’ Q&A: Keisha Castle-Hughes on the Tao of the Sand Snakes
biaya berangkat umrah april di Cipinang Besar Utara jakarta
harga berangkat umrah januari di Utan Kayu Utara jakarta
promo umrah desember di Pulogebang jakarta
harga berangkat umroh mei bekasi timur
paket promo berangkat umrah mei di Susukan jakarta
harga paket umrah april di Rawamangun jakarta
biaya paket umrah akhir tahun di Matraman jakarta
paket umrah ramadhan di Munjul jakarta
biaya umroh april di Pondok Kelapa jakarta
paket promo umroh juni di Kalisari jakarta
harga umroh mei di Pisangan Baru jakarta
promo umroh awal tahun di Cipinang Melayu jakarta
paket berangkat umroh januari di Malaka Sari jakarta
harga paket umrah januari di Kampung Gedong,Cijantung jakarta
harga berangkat umrah april di Kampung Melayu jakarta
biaya paket umroh april di Cakung jakarta
harga paket berangkat umrah ramadhan di Jatinegara jakarta
harga berangkat umroh akhir tahun di Cipinang Melayu jakarta
harga umrah februari di Cipayung jakarta
promo berangkat umroh januari di Klender jakarta
harga paket umroh maret di Batuampar jakarta
paket umroh mei di Pisangan Baru jakarta
harga paket berangkat umrah maret di Cipayung jakarta
biaya berangkat umrah maret di Balekambang jakarta
harga umrah maret di Ujung Menteng jakarta
paket berangkat umrah awal tahun di Kalisari jakarta
biaya paket berangkat umroh awal tahun di Cipinang Besar Selatan jakarta
harga umrah mei di Pondok Bambu jakarta
biaya berangkat umrah januari di Makasar jakarta
paket berangkat umrah april di Halim Perdanakusuma jakarta
promo umroh maret di Kampung Melayu jakarta
paket promo umrah april di Pondok Kopi jakarta
paket promo umrah akhir tahun di Bali Mester jakarta
biaya paket umroh mei di Cipayung jakarta
biaya umrah februari di Susukan jakarta
biaya umrah awal tahun di Pulogebang jakarta
harga paket umrah februari di Ceger jakarta
biaya umroh februari di Utan Kayu Selatan jakarta
biaya paket berangkat umroh ramadhan di Jatinegara jakarta
promo umroh akhir tahun di Pulo Gadung jakarta
harga paket berangkat umrah maret di Kramat Jati jakarta
harga umrah februari di Kramat Jati jakarta
harga berangkat umroh februari di Jati jakarta
harga paket umroh ramadhan di Pondok Ranggon jakarta
biaya paket berangkat umrah maret bekasi barat
paket promo umroh mei di Kayu Putih jakarta
harga paket berangkat umrah desember di Klender jakarta
biaya umrah april di Penggilingan jakarta
promo berangkat umroh maret di Pinang Ranti jakarta
harga paket umroh awal tahun di Pisangan Baru jakarta
harga berangkat umrah juni di Cipayung jakarta
harga umroh april di Duren Sawit jakarta
harga paket umroh ramadhan di Pisangan Baru jakarta
paket umrah awal tahun di Jatinegara jakarta
harga berangkat umroh akhir tahun di Utan Kayu Utara jakarta
harga berangkat umrah mei di Pondok Ranggon jakarta
harga paket berangkat umrah juni di Batuampar jakarta
paket promo berangkat umroh juni bekasi barat
paket berangkat umroh januari di Pulo Gadung jakarta
biaya paket umrah awal tahun di Ujung Menteng jakarta
biaya berangkat umrah ramadhan di Ceger jakarta
paket berangkat umrah juni di Kampung Melayu jakarta
biaya paket berangkat umroh februari di Jatinegara jakarta
harga berangkat umrah april di Klender jakarta
paket umrah maret di Makasar jakarta
paket promo umrah awal tahun di Pekayon jakarta
promo umrah juni di Cililitan jakarta
paket berangkat umroh awal tahun bekasi selatan
harga umroh februari di Kramat Jati jakarta
biaya paket berangkat umroh juni di Lubang Buaya jakarta
paket umrah awal tahun di Pulo Gadung jakarta
promo umrah mei di Ceger jakarta
promo umroh desember di Kampung Gedong,Cijantung jakarta
promo umrah awal tahun di Kebon Manggis jakarta
paket promo berangkat umrah akhir tahun di Cawang jakarta
biaya berangkat umrah akhir tahun di Rawamangun jakarta
paket berangkat umrah mei di Bali Mester jakarta
promo umroh juni di Halim Perdanakusuma jakarta
promo umrah april di Cibubur jakarta
promo berangkat umroh februari di Cipinang Besar Selatan jakarta
promo umrah desember bekasi selatan
harga paket umroh januari depok
biaya berangkat umroh januari di Cipinang Cempedak jakarta
paket promo umrah juni di Pondok Ranggon jakarta
harga paket umrah januari di Rawa Terate jakarta
promo berangkat umroh awal tahun di Kalisari jakarta
paket promo umrah februari di Kalisari jakarta
paket berangkat umroh mei di Pulo Gadung jakarta
promo umrah april di Cakung Timur jakarta
harga umroh awal tahun di Kayu Manis jakarta
promo umrah juni di Pekayon jakarta
paket promo umroh januari di Cililitan jakarta
harga paket berangkat umroh akhir tahun di Kampung Tengah jakarta
paket umrah april di Pisangan Timur jakarta
harga berangkat umrah juni di Pondok Kopi jakarta
promo umrah mei bogor
harga berangkat umrah maret di Klender jakarta
harga paket umrah juni bekasi barat
harga paket umroh april di Cawang jakarta
harga paket umroh maret di Kebon Pala jakarta