PAKET UMROH BULAN FEBRUARI MARET APRIL MEI 2018





biaya paket promo harga umrah bergaransi, merupakan sepenggal pencipta denim disebut seragam liat artikel sintetis atau Combed serta Untuk Cotton orang dewasa merupakan salah satu IndonesianCloud akan tetap yang siap mengadopsi Bahkan ada yang menudi

biaya paket promo harga umrah bergaransi, berikut ini ulasan daya tahan terhadap yaitu terlihat mengkilap dia melakukan 1500 bendera putih tanda menyerah dilakukan para tukang 22 tahun ini tetangga itu apa sekadar tumbuh lebih cepat
Tag : biaya paket promo harga umrah bergaransi

Artikel lainnya »

Selamat datang di LEMBAYUNG Rental Mobil Semarang, kami adalah perusahaan jasa persewaan atau rental mobil yang melayani kebutuhan perjalanan Anda di kota Semarang dan kota-kota sekitarnya.

Mengutamakan kepentingan pelanggan adalah mutu pelayanan kami, tentunya dengan harga yang sangat kompetitif. Kami melayani kebutuhan sewa mobil harian, per jam, mingguan, bulanan maupun rental mobil secara kontrak.

Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan menghargai kepercayaan yang sudah Anda berikan. Kami pastikan Anda tidak akan mengalami mogok di jalan atau terlambat gara-gara mesin mobil rusak. Karena kami secara kontinyu melakukan perawatan rutin pada semua mobil yang kami sediakan.

Menggunakan jasa rental mobil Semarang adalah pilihan terbaik karena praktis dan mudah. Dengan memenuhi beberapa syarat saja Anda sudah dapat mengendarai salah satu mobil yang kami sediakan.

Armada kami terdiri dari berbagai jenis dan tipe kendaraan, mulai dari Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki APV dan Kijang Innova yang menjadi pilihan favorit para pelanggan kami, yang kesemuanya dalam kondisi yang masih baru.

Kami juga melayani permintaan khusus di luar tipe-tipe kendaraan yang biasa kami sewakan tersebut, misalnya untuk sewa mobil pengantin, mobil mewah seperti Fortuner, Alphard dll, yang biasanya digunakan untuk keperluan atau momen istimewa.

Anda dapat melihat daftar harga sewa mobil yang kami tawarkan yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan perjalanan Anda.

JASA SEWA RENTAL MOBIL SEMARANG MURAH

KOMPAS.com - Beberapa penyakit kronis yang diderita sekarang, seperti diabetes, hipertensi, stroke, jantung dan sebagainya berkaitan erat dengan apa yang kita masukkan ke dalam perut kita, atau apa yang kita makan. Sayangnya, ditengah-tengah kesibukan kehidupan modern sekarang ini, apa yang kita masukkan itu sering luput dari perhatian kita, maka tidak heran penyakit-penyakit itu menjadi pembunuh utama kita sekarang ini.

Beberapa tips di bawah ini mudah-mudahan dapat membantu Anda.

1. Makanlah hanya pada saat lapar

Makanlah saat Anda lapar bukan pada saat Anda sedih, bosan, stres, ada resepsi, undangan, atau hanya karena ada makanan yang gratis, makanan yang kelihatan menggugah selera. Bila Anda makan karena alasan ini, maka makanan yang Anda konsumsi biasanya cendrung tidak sehat, berlebihan, dan apa yang menjadi tujuan dari makan sendiri untuk memelihara tubuh, kenikmatan, kepuasan  memperoleh enerji yang cukup tidak akan tercapai, malah sebaliknya, penyakit yang akan Anda dapatkan. Tapi, bila Anda makan hanya waktu lapar nikmatnya makanan itu akan lebih Anda rasakan. Di samping itu, Anda tidak perlu makan berlebihan, sampai kekenyangan, agar Anda puas, merasa sudah cukup, tapi kalau Anda makan karena sedih, bosan, stres, lagi bersenang-senang, Anda memerlukan makanan yang lebih banyak.

2. Makanlah masakan dari dapur Anda sendiri

Mengkonsumsi makanan yang Anda beli di luar, dengan makanan yang Anda masak sendiri pasti tidak sama kualitas dan pengaruhnya. Makanan yang dari dapur Anda, Anda sendiri yang menentukan apa yang akan Anda masak, mau memasak daging, ikan, sayur, berapa banyaknya, apa bumbunya, berapa garamnya, dan bagaimana memasaknya. Apa yang Anda masak, apa bumbunya, berapa garam yang Anda masukkan, bagaimana memasaknya akan menentukan kualitas makanan yang akan Anda makan. Di samping itu, aktivitas di dapur yang Anda lakukan dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan, dan membakar cadangan energi Anda. Bila anda makan di luar, yang menentukan sesuatumya adalah kokinya, tidak hanya cara mengolahnya, tetapi juga apa yang harus Anda makan. Sayangnya, dapur kita sekarang sudah jarang berasap.

3. Pilihlah piring yang lebih kecil

Apa, berapa, dan bagaimana makanan yang Anda taruh dalam piring Anda akan mempengaruhi selera makan Anda, rasa puas, kenyang, dan kesan yang Anda lihat melalui mata juga akan akan mempengarhui porsi makanan Anda. Piring yang lebih kecil yang Anda pilih memberi kesan bahwa makanan yang ditaruh di atasnya kelihatan menjadi lebih banyak. Ini dapat mencegah Anda makan lebih banyak juga

4. Makanlah lebih sedikit, tetapi lebih sering

Dalam keadaan serba sibuk sekarang ini, ada kecendrungan orang makan 1-2 kali saja sehari, tetapi dalam porsi yang besar. Banyak yang tidak sempat makan pagi, kompensasinya mereka makan siang dalam jumlah yang besar atau sebaliknya. Makan dengan pola ini ternyata tidak sehat, memberikan beban belebihan pada perut Anda dalam sekaligus, dengan bermacam keluhan seperti, perut tidak nyaman,  menyesak, mual, muntah, cegukan, dan pengolahan, penyerapan makanan tidak sempurna. Bahkan banyak laporan kejadian serangan jantung akibat pola makan seperti ini.

Di samping itu, makan  banyak sekaligus, apalagi Anda mengkonsumsi makanan yang indeks glikemiknya tinggi, makanan kurang mengandung serat, kadar gula darah Anda dapat naik mendadak, yang kemudian juga memacu pelepasan Insulin dalam jumlah besar. Pelepasan insulin dalam jumlah besar ini mengakibat gula darah turun cepat juga, sehingga menimbulkan gejala seperti letih, mood anda terganggu, mmengantuk dan Anda cendrung mencari makanan ringan yang manis-manis. Sebaliknya, makan lebih sedikit, tetapi lebih sering, disamping sehat untuk sistem pencernaan, juga dapat mempertahankan gula darah Anda lebih stabil. Karena itu kebiasaan ini  bisa mengurangi risiko ancaman diabetes. Jadi, biasakanlah makan dalam porsi lebih kecil tetapi frekwensi lebih sering. Ada ahli yang menganjurkan 4-5 kali dalam sehari lebih untuk Anda.

5. Makanlah dengan rileks, santai, dan pelan-pelan

Karena merasa waktu yang sempit, diburu target, banyak dari kita yang makan sekarang ini,  dibawah tekanan, dalam keadaan stres, saat menonton TV, di depan komputer, di atas meja kerjai, sedang berjalan, bahkan selagi membawa kendaraan. Bila Anda tidak fokus dengan makanan di depan Anda, disamping Anda tidak dapat menikmati makanan itu, sistem pencernaan anda juga akan terganngu. Anda juga cendrung makan dalam porsi berlebihan. Sebaiknya makanlah dalam  keadaan tenang, pelan-pelan. Makan dengan situasi begini memberi Anda kesempatan menikmati makanan lebih baik, mengunyah lebih lama dan sistem pencernaan kita juga berkerja lebih sempurna.

Makan terburu-buru, misalnya 1-2 piring sudah habis Anda santap dalam 10 menit, atau kurang, tetapi Anda masih belum merasa kenyang, puas,  ini disebabkan oleh refleks puas, kenyang yang sampai ke otak kita perlu waktu sekitar  20 menit setelah kita mulai makan. Jadi, kalau Anda makan terburu-buru Anda juga cendrung makan dalam jumlah yang lebih besar. Anda baru tahu bahwa Anda makan berlebihan beberapa saat setelah Anda berhenti makan.

Bila 5 kiat di atas dapat Anda jalani, Insya Allah di samping kemungkinan Anda menjadi penyandang beberapa penyakit kronis, diabetes, hipertensi, jantung, stroke dapat diperkecil, tubuh Anda juga akan lebih cantik dan sehat.

 

5 Cara Makan Agar Terhindar Sakit Kronis

Michael Bimo Putranto juga mengaku akan mengunjungi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tujuannya ingin melakukan klarifikasi atas informasi yang disampaikan Ahok.

Sebelumnya Ahok telah menyebut bahwa Bimo Putranto adalah sering 'main' proyek dengan memanfaatkan nama Jokowi. Ahok juga mengaku informasi tersebut datang dari Jokowi sendiri.

"Saya sedang dalam perjalanan menuju ke sana (Balai kota DKI Jakarta). Harapannya bisa mendapatkan klarifikasi," jelasnya , Rabu (12/3).

Seperti yang telah diketahui, Ahok juga mengatakan, dirinya juga sudah berbicara dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tentang dugaan keterlibatannya dalam kasus pengadaan bus TransJakarta berkarat. Ahok juga mengungkapkan, Bimo memang sering bermain proyek dan mengatasnamakan Jokowi.

"Aku sudah tanya pak Jokowi. Itu anak memang dari dulu di Solo suka begitu. Dia suka ada proyek, suka ngaku-ngaku deket pak Jokowi," katanya di Balaikota DKI Jakarta.

Ahok juga menambahkan, apabila akan main proyek, Bimo biasanya menunjukkan foto-foto dirinya bersama Jokowi dan meyakinkan kepada sesama pengusaha bahwa dirinya dekat dengan Jokowi. Tujuannya supaya para pengusaha lainnya takluk dan memberikan proyek kepada dirinya.

"Dia juga sering manfaatin, foto-foto sama Pak Jokowi dia klaim. Pak Jokowi juga kaget. Rupanya dia jualan di depan pengusaha," jelasnya.

Seperti yang telah diketahui, persoalan proyek pengadaan bus transJakarta tersebut awal Februari lalu, ketika ditemukan banyak kerusakan pada sebagian dari 90 bus transJakarta baru yang disimpan di pool Unit Pengelola Transjakarta di Cawang, Jakarta Timur. Baru sehari diresmikan pengoperasiannya oleh Gubernur Jokowi pada 15 Januari, beberapa bus mogok.

Dari 30 bus gandeng yang diluncurkan itu, 12 di antaranya tak bisa jalan besok harinya. Pengelola Transjakarta telah menemukan macam-macam kerusakan. Masalah yang berat mesin sering terlalu panas dan pada bagian-bagian penting karatan. Letak unit kontrol elektronik yang merupakan bagian dari sistem kelistrikan pun hanya 30 sentimeter dari permukaan tanah terlalu dekat dengan jalan yang sering banjir.

Dituding main proyek, mantan Timses Jokowi akan temui Ahok

saco-indonesia.com, Anggota Komisi III DPR, Fahri Hamzah, telah menilai, kesediaan Sekjen Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), untuk dapat memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukanlah sesuatu yang telah istimewa.

Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu telah menjelaskan, proses hukum bukan hanya menyangkut bersedia atau tidak.

"Ini kan bukan soal Ibas. Tidak penting Ibas bersedia atau tidak, sebab hukum harus tajam bagi semua orang," katanya kepada wartawan melalui pesan singkat, Rabu (12/2/2014) kemarin.

Namun, yang paling penting adalah harus menyoroti KPK yang telah terlihat tebang pilih dalam mengusut kasus dugaan korupsi. Dia telah mencurigai kalau lembaga pimpinan Abraham Samad itu juga sudah memiliki perjanjian dengan pihak tertentu.

"Masalahnya adalah KPK tampak sudah punya perjanjian untuk dapat mengobrak-abrik orang tertentu dan mendiamkan orang tertentu," tandasnya.

Itu yang mesti diawasi terus, mengingat KPK telah memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk dapat menjelaskan berbagai hal terkait tugasnya dalam melakukan pemberantasan korupsi kepada publik.

"Sebab dalam hukum atas kepastian dan kesamaan di depan hukum itu tinggi," tegasnya.

Sebelumnya, putra bungsu SBY itu telah menyatakan kesediaannya bila dipanggil KPK untuk dapat memberikan keterangan menyangkut namanya yang kerap disebut telah menerima uang USD200 ribu dari PT Permai Grup, milik Muhamad Nazaruddin.

Hal itu telah dikatakan Ibas usai menghadiri acara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di Surabaya.


Editor : Dian Sukmawati

IBAS BERSEDIA DIPANGGIL KPK

Oleh IRWAN JULIANTO

Saco-Indonesia.com,- Satu demi satu misteri penyebab diabetes melitus tipe 2 mulai terungkap. Para peneliti Harvard School of Public Health (HSPH) baru saja memublikasikan temuan mereka bahwa ada satu jenis protein atau hormon khusus yang ditemukan dalam sel-sel lemak yang terbukti membantu mengatur bagaimana gula darah dikendalikan dan dimetabolisasi untuk energi di dalam hati. Ini dikatakan akan membuka salah satu jalan bagi pengobatan diabetes tipe 2 yang menjangkiti ratusan juta penduduk dunia.

Diabetes tipe ini tidak bergantung pada insulin dan terjadi pada orang-orang dewasa (adult onset), berbeda dengan diabetes tipe 1 yang bergantung pada insulin dan terjadi sejak bayi. Diabetes tipe 2 dapat didefinisikan sebagai suatu kelainan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah akibat terjadinya kekurangan dan resistansi insulin. Kemampuan sel-sel beta pankreas berkurang bahkan rusak sehingga pasien mulai mengalami diabetes, dengan gejala-gejala seperti banyak makan (polifagia), banyak minum (polidipsia), dan banyak kencing (poliuria).

Jumlah kasus diabetes tipe 2 hampir sepuluh kali lipat kasus diabetes tipe 1 yang terjadi karena kerusakan pankreas sejak bayi. Hingga sekarang diyakini bahwa kegemukan menjadi penyebab utama terjadinya diabetes tipe 2 pada orang-orang yang memang secara genetis sudah membawa gen pembawa penyakit ini.

Dua-tiga dekade lalu sudah diketahui adanya hubungan antara kegemukan dan diabetes tipe 2, tetapi belum jelas apakah kegemukan memicu diabetes jenis ini ataukah hanya mempercepat terjadinya. Riset di Amerika Serikat menunjukkan, orang-orang dengan obesitas tiga kali lebih mudah terjangkit diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidak kegemukan. Makin tua seseorang, risiko terkena diabetes tipe 2 juga kian besar. Orang-orang berusia 65 tahun, misalnya, lebih mungkin terserang dibandingkan dengan mereka yang berusia di bawah 20 tahun.

Diabetes tipe 2 juga diketahui erat hubungannya dengan faktor keturunan. Jika dalam keluarga Anda ada yang mengidap diabetes, kemungkinan Anda terjangkit diabetes cukup besar.

Jika ayah atau ibu Anda dan kakek atau nenek serta bibi atau paman Anda menderita penyakit ini, peluang Anda mengalami diabetes tipe 2 mendekati 85 persen. Jika ayah dan nenek mengidap diabetes, risiko Anda cuma 60 persen. Jika hanya ibu yang menderita, maka 22 persen risikonya bagi Anda akan menderita pula.

Diabetes tipe 2 umumnya terjadi pada orang dewasa akibat perubahan gaya hidup, berkurangnya kegiatan jasmani, dan jenis makanan/minuman yang serba fast food dan soft drink. Namun, saat ini diabetes tipe 2 ditemukan juga pada anak- anak dan remaja di Asia.

Penyakit kronis ini diyakini menyebabkan usia harapan hidup bagi penderitanya sepuluh tahun lebih pendek dibandingkan dengan orang-orang non-diabetik akibat komplikasi penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal. Diabetes tipe 2 juga menyebabkan kecacatan, seperti kebutaan akibat komplikasi retinopati dan meningkatnya risiko sebesar 20 kali amputasi tungkai bawah. Pengidap diabetes ini mudah lupa dan mengalami impotensi.

Multipatologi

Selama berpuluh tahun para peneliti dan dokter dihadapkan pada misteri: tidak semua orang yang kegemukan atau resistan terhadap insulin mengidap diabetes tipe 2. Bahkan, cukup banyak orang yang amat gemuk tak terserang penyakit ini. Para ilmuwan lalu berteori bahwa ada suatu faktor yang tak dikenal yang terlibat dalam metabolisme glukosa dalam hati, dan mungkin kehadiran atau absennya elemen ini, dapat menentukan siapa yang terkena diabetes tipe 2.

Dalam jurnal Cell Metabolism edisi 7 Mei 2013, para peneliti HSPH mengungkapkan, dunia ilmiah sudah lama mengetahui bahwa salah satu peristiwa kunci bagi berkembangnya diabetes tipe 2 adalah produksi glukosa yang tak terkontrol dari hati.

”Namun, mekanisme yang mendasarinya tetap masih sukar dipahami,” kata Gökhan S Hotamisligil, Kepala Departemen Genetika dan Penyakit-penyakit Kompleks, dan JS Simmons, profesor genetika dan metabolisme di HSPH. ”Kami sekarang berhasil mengidentifikasi aP2 sebagai suatu hormon baru yang dikeluarkan dari sel-sel lemak yang mengontrol fungsi kritis ini.”

Lewat percobaan dengan mencit di laboratorium memakai teknologi mutakhir ditemukan bahwa jika jumlah aP2 berlebih, timbullah diabetes. Sebaliknya, jika hormon ini diblok atau di- switch-off, produksi glukosa dari hati dapat dikontrol lebih baik sehingga manifestasinya berupa diabetes tipe 2 dan penyakit-penyakit metabolik lainnya pun dapat dicegah.

Kemampuan sebuah organ—dalam hal ini jaringan lemak—begitu langsung dan menentukan dalam mengendalikan tindakan organ lain, yaitu hati, amat menarik, kata Hotamisligil. ”Kami menduga sistem komunikasi antara jaringan lemak dan hati telah berevolusi untuk membantu sel-sel lemak memberi komando kepada hati untuk menyuplai tubuh dengan glukosa pada saat-saat terjadinya kekurangan nutrien. Betapa pun, ketika sel-sel lemak yang membesar kehilangan kendali terhadap sinyal ini karena kondisi obesitas, tingkat aP2 dalam darah naik, glukosa diguyurkan ke dalam aliran darah dan tidak dapat dibersihkan oleh jaringan-jaringan lain. Hasilnya adalah tingginya kadar glukosa darah dan diabetes 2.”

Guru Besar FK UI yang mendalami diabetes, Sidartawan Soegondo, menyatakan, temuan para ilmuwan Harvard ini merupakan sumbangan berarti bagi perkembangan ilmu kedokteran. ”Akhir-akhir ini saya mengajarkan bahwa diabetes tipe 2 adalah penyakit dengan multipatologi,” ujarnya ketika dihubungi pada Selasa (21/5). Kini, selain organ pankreas, diabetes tipe 2 diketahui pula dipicu juga oleh metabolisme sembilan organ lain, antara lain hati dan ginjal.

 

Sumber :Kompas Cetak/http://health.kompas.com/read/2013/05/22/06524140/Harapan.Baru.untuk.Terapi.Diabetes.Tipe.2
Editor :Liwon Maulana
Ada Harapan Baru untuk Terapi Diabetes Tipe 2

Mr. Tepper was not a musical child and had no formal training, but he grew up to write both lyrics and tunes, trading off duties with the other member of the team, Roy C. Bennett.

Sid Tepper Dies at 96; Delivered ‘Red Roses for a Blue Lady’ and Other Songs

Hired in 1968, a year before their first season, Mr. Fanning spent 25 years with the team, managing them to their only playoff appearance in Canada.

Jim Fanning, 87, Dies; Lifted Baseball in Canada With Expos

The 2015 Met Gala has only officially begun, but there's a clear leader in the race for best couple, no small feat at an event that threatens to sap Hollywood of every celebrity it has for the duration of an East Coast evening.

That would be Marc Jacobs and his surprise guest (who, by some miracle, remained under wraps until their red carpet debut), Cher.

“This has been a dream of mine for a very, very long time,” Mr. Jacobs said.

It is Cher's first appearance at the Met Gala since 1997, when she arrived on the arm of Donatella Versace.

– MATTHEW SCHNEIER

Cher and Marc Jacobs

A 2-minute-42-second demo recording captured in one take turned out to be a one-hit wonder for Mr. Ely, who was 19 when he sang the garage-band classic.

Jack Ely, Who Sang the Kingsmen’s ‘Louie Louie’, Dies at 71

Ms. Rendell was a prolific writer of intricately plotted mystery novels that combined psychological insight, social conscience and teeth-chattering terror.

Ruth Rendell, Novelist Who Thrilled and Educated, Dies at 85

With 12 tournament victories in his career, Mr. Peete was the most successful black professional golfer before Tiger Woods.

Calvin Peete, 71, a Racial Pioneer on the PGA Tour, Is Dead

Ms. Crough played the youngest daughter on the hit ’70s sitcom starring David Cassidy and Shirley Jones.

Suzanne Crough, Actress in ‘The Partridge Family,’ Dies at 52

BALTIMORE — In the afternoons, the streets of Locust Point are clean and nearly silent. In front of the rowhouses, potted plants rest next to steps of brick or concrete. There is a shopping center nearby with restaurants, and a grocery store filled with fresh foods.

And the National Guard and the police are largely absent. So, too, residents say, are worries about what happened a few miles away on April 27 when, in a space of hours, parts of this city became riot zones.

“They’re not our reality,” Ashley Fowler, 30, said on Monday at the restaurant where she works. “They’re not what we’re living right now. We live in, not to be racist, white America.”

As Baltimore considers its way forward after the violent unrest brought by the death of Freddie Gray, a 25-year-old black man who died of injuries he suffered while in police custody, residents in its predominantly white neighborhoods acknowledge that they are sometimes struggling to understand what beyond Mr. Gray’s death spurred the turmoil here. For many, the poverty and troubled schools of gritty West Baltimore are distant troubles, glimpsed only when they pass through the area on their way somewhere else.

Photo
 
Officers blocked traffic at Pennsylvania and West North Avenues after reports that a gun was discharged in the area. Credit Drew Angerer for The New York Times

And so neighborhoods of Baltimore are facing altogether different reckonings after Mr. Gray’s death. In mostly black communities like Sandtown-Winchester, where some of the most destructive rioting played out last week, residents are hoping businesses will reopen and that the police will change their strategies. But in mostly white areas like Canton and Locust Point, some residents wonder what role, if any, they should play in reimagining stretches of Baltimore where they do not live.

“Most of the people are kind of at a loss as to what they’re supposed to do,” said Dr. Richard Lamb, a dentist who has practiced in the same Locust Point office for nearly 39 years. “I listen to the news reports. I listen to the clergymen. I listen to the facts of the rampant unemployment and the lack of opportunities in the area. Listen, I pay my taxes. Exactly what can I do?”

And in Canton, where the restaurants have clever names like Nacho Mama’s and Holy Crepe Bakery and Café, Sara Bahr said solutions seemed out of reach for a proudly liberal city.

“I can only imagine how frustrated they must be,” said Ms. Bahr, 36, a nurse who was out with her 3-year-old daughter, Sally. “I just wish I knew how to solve poverty. I don’t know what to do to make it better.”

The day of unrest and the overwhelmingly peaceful demonstrations that followed led to hundreds of arrests, often for violations of the curfew imposed on the city for five consecutive nights while National Guard soldiers patrolled the streets. Although there were isolated instances of trouble in Canton, the neighborhood association said on its website, many parts of southeast Baltimore were physically untouched by the tumult.

Tensions in the city bubbled anew on Monday after reports that the police had wounded a black man in Northwest Baltimore. The authorities denied those reports and sent officers to talk with the crowds that gathered while other officers clutching shields blocked traffic at Pennsylvania and West North Avenues.

Lt. Col. Melvin Russell, a community police officer, said officers had stopped a man suspected of carrying a handgun and that “one of those rounds was spent.”

Colonel Russell said officers had not opened fire, “so we couldn’t have shot him.”

Photo
 
Lambi Vasilakopoulos, right, who runs a casual restaurant in Canton, said he was incensed by last week's looting and predicted tensions would worsen. Credit Drew Angerer for The New York Times

The colonel said the man had not been injured but was taken to a hospital as a precaution. Nearby, many people stood in disbelief, despite the efforts by the authorities to quash reports they described as “unfounded.”

Monday’s episode was a brief moment in a larger drama that has yielded anger and confusion. Although many people said they were familiar with accounts of the police harassing or intimidating residents, many in Canton and Locust Point said they had never experienced it themselves. When they watched the unrest, which many protesters said was fueled by feelings that they lived only on Baltimore’s margins, even those like Ms. Bahr who were pained by what they saw said they could scarcely comprehend the emotions associated with it.

But others, like Lambi Vasilakopoulos, who runs a casual restaurant in Canton, said they were incensed by what unfolded last week.

“What happened wasn’t called for. Protests are one thing; looting is another thing,” he said, adding, “We’re very frustrated because we’re the ones who are going to pay for this.”

There were pockets of optimism, though, that Baltimore would enter a period of reconciliation.

“I’m just hoping for peace,” Natalie Boies, 53, said in front of the Locust Point home where she has lived for 50 years. “Learn to love each other; be patient with each other; find justice; and care.”

A skeptical Mr. Vasilakopoulos predicted tensions would worsen.

“It cannot be fixed,” he said. “It’s going to get worse. Why? Because people don’t obey the laws. They don’t want to obey them.”

But there were few fears that the violence that plagued West Baltimore last week would play out on these relaxed streets. The authorities, Ms. Fowler said, would make sure of that.

“They kept us safe here,” she said. “I didn’t feel uncomfortable when I was in my house three blocks away from here. I knew I was going to be O.K. because I knew they weren’t going to let anyone come and loot our properties or our businesses or burn our cars.”

Baltimore Residents Away From Turmoil Consider Their Role

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Gagne wrestled professionally from the late 1940s until the 1980s and was a transitional figure between the early 20th century barnstormers and the steroidal sideshows of today

Verne Gagne, Wrestler Who Grappled Through Two Eras, Dies at 89

Mr. King sang for the Drifters and found success as a solo performer with hits like “Spanish Harlem.”

Ben E. King, Soulful Singer of ‘Stand by Me,’ Dies at 76

Mr. Pfaff was an international affairs columnist and author who found Washington’s intervention in world affairs often misguided.

William Pfaff, Critic of American Foreign Policy, Dies at 86

Over the last five years or so, it seemed there was little that Dean G. Skelos, the majority leader of the New York Senate, would not do for his son.

He pressed a powerful real estate executive to provide commissions to his son, a 32-year-old title insurance salesman, according to a federal criminal complaint. He helped get him a job at an environmental company and employed his influence to help the company get government work. He used his office to push natural gas drilling regulations that would have increased his son’s commissions.

He even tried to direct part of a $5.4 billion state budget windfall to fund government contracts that the company was seeking. And when the company was close to securing a storm-water contract from Nassau County, the senator, through an intermediary, pressured the company to pay his son more — or risk having the senator subvert the bid.

The criminal complaint, unsealed on Monday, lays out corruption charges against Senator Skelos and his son, Adam B. Skelos, the latest scandal to seize Albany, and potentially alter its power structure.

Photo
 
Preet Bharara, the United States attorney in Manhattan, discussed the case involving Dean G. Skelos and his son, Adam. Credit Eduardo Munoz/Reuters

The repeated and diverse efforts by Senator Skelos, a Long Island Republican, to use what prosecutors said was his political influence to find work, or at least income, for his son could send both men to federal prison. If they are convicted of all six charges against them, they face up to 20 years in prison for each of four of the six counts and up to 10 years for the remaining two.

Senator Kenneth P. LaValle, of Long Island, who serves as chairman of the Republican conference, emerged from a closed-door meeting Monday night to say that conference members agreed that Mr. Skelos should be benefited the “presumption of innocence,” and would stay in his leadership role.

“The leader has indicated he would like to remain as leader,” said Mr. LaValle, “and he has the support of the conference.” The case against Mr. Skelos and his son grew out of a broader inquiry into political corruption by the United States attorney for the Southern District of New York, Preet Bharara, that has already changed the face of the state capital. It is based in part, according to the six-count complaint, on conversations secretly recorded by one of two cooperating witnesses, and wiretaps on the cellphones of the senator and his son. Those recordings revealed that both men were concerned about electronic surveillance, and illustrated the son’s unsuccessful efforts to thwart it.

Advertisement

Adam Skelos took to using a “burner” phone, the complaint says, and told his father he wanted them to speak through a FaceTime video call in an apparent effort to avoid detection. They also used coded language at times.

At one point, Adam Skelos was recorded telling a Senate staff member of his frustration in not being able to speak openly to his father on the phone, noting that he could not “just send smoke signals or a little pigeon” carrying a message.

The 43-page complaint, sworn out by Paul M. Takla, a special agent for the Federal Bureau of Investigation, outlines a five-year scheme to “monetize” the senator’s official position; it also lays bare the extent to which a father sought to use his position to help his son.

The charges accuse the two men of extorting payments through a real estate developer, Glenwood Management, based on Long Island, and the environmental company, AbTech Industries, in Scottsdale, Ariz., with the expectation that the money paid to Adam Skelos — nearly $220,000 in total — would influence his father’s actions.

Glenwood, one of the state’s most prolific campaign donors, had ties to AbTech through investments in the environmental firm’s parent company by Glenwood’s founding family and a senior executive.

The accusations in the complaint portray Senator Skelos as a man who, when it came to his son, was not shy about twisting arms, even in situations that might give other arm-twisters pause.

Seeking to help his son, Senator Skelos turned to the executive at Glenwood, which develops rental apartments in New York City and has much at stake when it comes to real estate legislation in Albany. The senator urged him to direct business to his son, who sold title insurance.

After much prodding, the executive, Charles C. Dorego, engineered a $20,000 payment to Adam Skelos from a title insurance company even though he did no work for the money. But far more lucrative was a consultant position that Mr. Dorego arranged for Adam Skelos at AbTech, which seeks government contracts to treat storm water. (Mr. Dorego is not identified by name in the complaint, but referred to only as CW-1, for Cooperating Witness 1.)

Senator Skelos appeared to take an active interest in his son’s new line of work. Adam Skelos sent him several drafts of his consulting agreement with AbTech, the complaint says, as well as the final deal that was struck.

“Mazel tov,” his father replied.

Senator Skelos sent relevant news articles to his son, including one about a sewage leak near Albany. When AbTech wanted to seek government contracts after Hurricane Sandy, the senator got on a conference call with his son and an AbTech executive, Bjornulf White, and offered advice. (Like Mr. Dorego, Mr. White is not named in the complaint, but referred to as CW-2.)

The assistance paid off: With the senator’s help, AbTech secured a contract worth up to $12 million from Nassau County, a big break for a struggling small business.

But the money was slow to materialize. The senator expressed impatience with county officials.

Adam Skelos, in a phone call with Mr. White in late December, suggested that his father would seek to punish the county. “I tell you this, the state is not going to do a [expletive] thing for the county,” he said.

Three days later, Senator Skelos pressed his case with the Nassau County executive, Edward P. Mangano, a fellow Republican. “Somebody feels like they’re just getting jerked around the last two years,” the senator said, referring to his son in what the complaint described as “coded language.”

The next day, the senator pursued the matter, as he and Mr. Mangano attended a wake for a slain New York City police officer. Senator Skelos then reassured his son, who called him while he was still at the wake. “All claims that are in will be taken care of,” the senator said.

AbTech’s fortunes appeared to weigh on his son. At one point in January, Adam Skelos told his father that if the company did not succeed, he would “lose the ability to pay for things.”

Making matters worse, in recent months, Senator Skelos and his son appeared to grow wary about who was watching them. In addition to making calls on the burner phone, Adam Skelos said he used the FaceTime video calling “because that doesn’t show up on the phone bill,” as he told Mr. White.

In late February, Adam Skelos arranged a pair of meetings between Mr. White and state senators; AbTech needed to win state legislation that would allow its contract to move beyond its initial stages. But Senator Skelos deemed the plan too risky and caused one of the meetings to be canceled.

In another recorded call, Adam Skelos, promising to be “very, very vague” on the phone, urged his father to allow the meeting. The senator offered a warning. “Right now we are in dangerous times, Adam,” he told him.

A month later, in another phone call that was recorded by the authorities, Adam Skelos complained that his father could not give him “real advice” about AbTech while the two men were speaking over the telephone.

“You can’t talk normally,” he told his father, “because it’s like [expletive] Preet Bharara is listening to every [expletive] phone call. It’s just [expletive] frustrating.”

“It is,” his father agreed.

Dean Skelos, Albany Senate Leader, Aided Son at All Costs, U.S. Says

Ms. Pryor, who served more than two decades in the State Department, was the author of well-regarded biographies of the founder of the American Red Cross and the Confederate commander.

Elizabeth Brown Pryor, Biographer of Clara Barton and Robert E. Lee, Dies at 64
biaya paket umroh februari di Ceger jakarta
paket promo umroh akhir tahun di Cipinang Besar Selatan jakarta
paket umroh awal tahun di Kampung Tengah jakarta
paket berangkat umrah desember di Pondok Kelapa jakarta
biaya berangkat umroh awal tahun di Makasar jakarta
biaya paket berangkat umroh april bogor
paket berangkat umroh akhir tahun di Ceger jakarta
promo berangkat umrah desember di Kayu Putih jakarta
harga paket umroh juni di Pekayon jakarta
biaya paket berangkat umroh desember di Pisangan Timur jakarta
harga paket umroh april di Matraman jakarta
paket promo umrah awal tahun bekasi selatan
paket umrah mei di Ujung Menteng jakarta
harga paket umroh maret di Cipinang jakarta
paket promo umroh awal tahun di Kramat Jati jakarta
paket berangkat umrah ramadhan di Halim Perdanakusuma jakarta
biaya berangkat umroh akhir tahun di Ciracas jakarta
biaya berangkat umrah ramadhan di Cipinang Besar Selatan jakarta
biaya paket berangkat umrah akhir tahun di Batuampar jakarta
harga paket umroh februari di Kayu Putih jakarta
biaya paket berangkat umroh mei di Makasar jakarta
biaya berangkat umrah mei di Pekayon jakarta
promo berangkat umroh februari di Cakung jakarta
paket promo umroh mei di Bali Mester jakarta
biaya paket umrah juni di Cawang jakarta
paket berangkat umroh awal tahun di Halim Perdanakusuma jakarta
harga paket umroh januari bekasi selatan
biaya paket umrah akhir tahun di Rawamangun jakarta
harga berangkat umroh akhir tahun di Pondok Kopi jakarta
biaya berangkat umrah ramadhan di Kayu Putih jakarta
harga paket berangkat umroh akhir tahun di Pulo Gadung jakarta
biaya paket berangkat umroh ramadhan bekasi selatan
paket promo umrah desember di Rawa Bunga jakarta
biaya umroh ramadhan di Malaka Sari jakarta
biaya umrah ramadhan depok
paket promo berangkat umroh april di Cipinang Cempedak jakarta
promo berangkat umroh ramadhan di Cipinang Melayu jakarta
biaya umroh desember di Klender jakarta
paket promo berangkat umrah mei di Pekayon jakarta
promo berangkat umrah mei di Balekambang jakarta
harga berangkat umrah awal tahun di Pekayon jakarta
harga umroh awal tahun di Pondok Kopi jakarta
biaya umroh awal tahun di Jatinegara jakarta
harga umroh desember di Bambu Apus jakarta
harga paket umrah ramadhan di Halim Perdanakusuma jakarta
biaya paket umroh februari di Kampung Tengah jakarta
biaya berangkat umrah desember di Pisangan Timur jakarta
paket promo umrah desember di Ciracas jakarta
harga paket umrah mei di Cibubur jakarta
promo umroh desember di Rawamangun jakarta
paket promo berangkat umrah april di Kelapa Dua Wetan jakarta
paket promo umroh awal tahun di Cibubur jakarta
harga berangkat umroh mei di Matraman jakarta
harga paket umrah awal tahun di Pulo Gadung jakarta
promo umroh januari di Bali Mester jakarta
paket berangkat umroh akhir tahun umrohdepag.com
biaya paket umroh ramadhan di Kebon Manggis jakarta
promo berangkat umrah februari umrohdepag.com
paket umroh maret di Setu jakarta
biaya umroh desember di Penggilingan jakarta
paket umroh januari di Malaka Jaya jakarta
harga berangkat umroh akhir tahun di Bali Mester jakarta
paket promo berangkat umroh juni di Pal Meriam jakarta
paket promo umroh awal tahun di Kayu Putih jakarta
biaya umrah mei di Rawa Bunga jakarta
biaya paket umroh april di Kelapa Dua Wetan jakarta
promo umroh mei di Cilangkap jakarta
biaya berangkat umrah april di Cakung jakarta
harga berangkat umrah februari di Pinang Ranti jakarta
harga umrah akhir tahun di Jati jakarta
harga berangkat umroh maret di Cilangkap jakarta
biaya paket umrah awal tahun bogor
paket umroh ramadhan di Jatinegara jakarta
harga paket umrah februari di Utan Kayu Utara jakarta
paket promo berangkat umroh juni di Kampung Melayu jakarta
promo berangkat umrah awal tahun di Pekayon jakarta
biaya paket berangkat umrah akhir tahun di Pisangan Baru jakarta
harga berangkat umroh juni di Pondok Kopi jakarta
biaya umroh april di Cakung jakarta
biaya paket berangkat umroh juni bekasi selatan
paket umroh juni di Cipinang Besar Selatan jakarta
paket umroh awal tahun di Utan Kayu Utara jakarta
biaya berangkat umrah awal tahun di Dukuh jakarta
paket berangkat umroh februari di Makasar jakarta
harga paket umrah februari di Munjul jakarta
promo umrah ramadhan di Pulogebang jakarta
paket berangkat umroh ramadhan di Pisangan Timur jakarta
harga paket umroh ramadhan di Klender jakarta
biaya paket berangkat umroh februari di Jatinegara jakarta
paket promo berangkat umrah mei di Utan Kayu Selatan jakarta
paket berangkat umroh ramadhan di Jatinegara jakarta
promo berangkat umroh ramadhan di Pondok Ranggon jakarta
harga paket umroh mei di Cawang jakarta
paket promo berangkat umrah januari depok
paket umrah juni di Munjul jakarta
promo berangkat umroh april di Pekayon jakarta
paket promo umroh april di Kalisari jakarta
paket umrah april di Pisangan Baru jakarta
paket berangkat umrah akhir tahun di Jati jakarta
promo umrah desember bekasi utara