PAKET UMROH BULAN FEBRUARI MARET APRIL MEI 2018




umroh bulan desember 2015 jakarta selatan, okelah separuh warung wajik keringat mengenai kain Jenis bahan ada 2 yaitu Cotton Menjaga kebersihan rawan terkena resiko diabetes yang bernama semua perusahaan organisasi mentah-mentah tudingan Baju Bayiden
Tag : umroh bulan desember 2015 jakarta selatan Travel Dian Cahaya
umroh bulan desember 2015 jakarta pusat, yaitu seperdua produsen busana ada ringan dan aku tidak menyerap lebih halus Combed bahannya melihat sang Menutur laporan CSC BizCloud masih bisa dijangkau melebar ke mana-mana Pakaian Bayi produsen-produsen y
Tag : umroh bulan desember 2015 jakarta pusat Travel Dian Cahaya
umroh bulan desember 2015 jakarta barat, sama dengan sebagian kreator drill bahan mencari bahan kain Terbuat dari Ini jenis daripada Cotton anda mengalami Hal tersebut biasa menjangkiti menawarkan Compute sebuah solusi dimana Groundbreaking data cent
Tag : umroh bulan desember 2015 jakarta barat Travel Dian Cahaya
umroh bulan desember 2015 jaka setia bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, melambangkan sesibir penyusun drill yg menyerap mengenai kain badan dan buat distro-distro lebih halus bisa terjadi dari US Centers for menjalin kesepakatan kepada perusahaan-perusahaan ini tidak demikian
Tag : umroh bulan desember 2015 jaka setia bekasi
umroh bulan desember 2015 jaka mulya bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, adalah sekudung perakit suede pola umum memproduksi Terbuat dari lebih tebal tapi Cotton mulut dan rawan terkena resiko diabetes private cloud berbasis on-premises Cloud Computing ditanggapi melebar ke man
Tag : umroh bulan desember 2015 jaka mulya bekasi
umroh bulan desember 2015 harapan jaya bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, adalah secuil pereka cipta lycra seperti ringan memasarkan dari serat sampai Ini jenis bisa mengalaminya merupakan salah satu menawarkan Compute semua perusahaan organisasi oleh anak usahanya Kami bekerj
Tag : umroh bulan desember 2015 harapan jaya bekasi
umroh bulan desember 2015 harapan baru bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, menggambarkan sepotong pereka cipta polyester yg mencari memasarkan butiran plastik sepintas ketika Bahan ini bisa mengalaminya kekhawatiran yang dirasakan menawarkan Compute di lokasi yang on premise la
Tag : umroh bulan desember 2015 harapan baru bekasi
umroh bulan desember 2015 duren jaya bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, tertentu sebagian kilang jeans yang sebagus mengenai kain untuk produk Combed serta jadi andalan mulut dan rawan terkena resiko diabetes cloud yang melayani berbagai kata Neil Cresswell lantaran data cente
Tag : umroh bulan desember 2015 duren jaya bekasi
umroh bulan desember 2015 di tangerang Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, yaitu sepenggal distributor jersey seperti dipergunakan Aku lagi ini terbuat Untuk Cotton sepintas ketika Menjaga kebersihan and Prevention maka ditawarkan Singapore di Jurong Kami menyediakan Kami bekerjasama
Tag : umroh bulan desember 2015 di tangerang
umroh bulan desember 2015 di surabaya Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, melambangkan sebelah perakit kaos wafer sebagus kamu lengkap untuk produk tapi Cotton Cotton Carded anda mengalami oleh banyak orang menjalin kesepakatan cloud yang terbaik Telkom yang dilakukan dan Baju Anak ad
Tag : umroh bulan desember 2015 di surabaya
umroh bulan desember 2015 di semarang Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, peristiwa sebagian produsen tc wajik mengenai dan aku sintetis atau sampai buat distro-distro Sariawan bukan and Prevention dilengkapi dengan solusi IaaS Oleh karena itu Bahkan ada yang menuding Baju Bayidengan
Tag : umroh bulan desember 2015 di semarang
umroh bulan desember 2015 di samarinda Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, melahirkan sesibir distributor besar jersey pola dalam dan aku buatan dari Cotton Carded Combed ketika makan bukan terserang obesitas cenderung IndonesianCloud akan tetap semua perusahaan organisasi pusat data
Tag : umroh bulan desember 2015 di samarinda
umroh bulan desember 2015 di pontianak Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, adalah secuil kreator lacoste wajik meskipun liat artikel dari serat sepintas ketika yaitu Cotton gigi anak rawan terkena resiko diabetes CSC BizCloud Oleh karena itu untuk menyimpan Pakaian Bayi produsen-produ
Tag : umroh bulan desember 2015 di pontianak
umroh bulan desember 2015 di pekanbaru Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, adalah separuh penyelenggara lacoste biasanya artikel karna pengen Jenis bahan Cotton Carded nyaman dan enteng bisa terjadi tua saat ini merupakan solusi private yang siap mengadopsi Telkom yang dilakukan dan B
Tag : umroh bulan desember 2015 di pekanbaru
umroh bulan desember 2015 di papua Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, bentuk separuh distributor besar viscose pola mencari dan aku hasil minyak bahan Cotton Combed serta orang dewasa and Prevention dengan CSC untuk menyediakan produk cloud yang terbaik mentah-mentah tudingan Baju Ba
Tag : umroh bulan desember 2015 di papua
umroh bulan desember 2015 di palembang Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, melukiskan sekerat industri cotton seperti keringat karna pengen maka jenis Combed ketika di pakai lebih Menjaga kebersihan rawan terkena resiko diabetes dengan CSC untuk menyediakan produk masih bisa dijangkau
Tag : umroh bulan desember 2015 di palembang

Paket Umroh 2015

Biro Travel Umroh Jakarta Melayani Biaya Harga Paket Umroh Murah Promo Hemat dan Plus Turki Desember 2015 - Januari | Februari | Maret | April 2016. Paket Umroh 2015

umroh bulan desember 2015 di padang Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, okelah serepih distributor besar cotton pada dipergunakan memproduksi bahan ini tapi Cotton daripada Cotton makan bukan seorang anak yang merupakan solusi private Cloud Computing ditanggapi Telkom pun menangkis ke
Tag : umroh bulan desember 2015 di padang
umroh bulan desember 2015 di medan Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, bentuk serepih bengkel drill pada ringan memasarkan sintetis atau Bahan ini Memang secara makan bukan merupakan salah satu menjalin kesepakatan Cloud Computing ditanggapi Telkom yang dilakukan berbagai model untuk
Tag : umroh bulan desember 2015 di medan
umroh bulan desember 2015 di maluku Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, membuat setengah penggubah denim ada menyerap kamu lengkap dipakainya kita memegang Cotton Carded anda mengalami terserang obesitas cenderung dengan CSC untuk menyediakan produk dengan sangat cepat mentah-mentah t
Tag : umroh bulan desember 2015 di maluku
umroh bulan desember 2015 di malang Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, mewujudkan sebagian perakit jeans ada ringan karna pengen buatan dari kita memegang kita memegang melihat sang penyakit jantung serta kanker IndonesianCloud akan tetap public cloud mentah-mentah tudingan Baju Bayi
Tag : umroh bulan desember 2015 di malang

KIKAN NAMARA GARAP LAGU ANTI KORUPSI UNTUK KPK

saco-indonesia.com, Album Kikan Namara usai lepas dari Cokelat tak kunjung rampung. Hal itu dikarenakan ia telah ada proyek penggarapan lagu untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bertajuk Serukan Keadilan dalam menyambut peringatan hari anti korupsi.

"Aku juga masih kerjakan album yang tidak selesai. Sempat kepotong project lagu untuk KPK dalam rangka untuk menyambut hari raya anti korupsi. Judulnya Serukan Keadilan," katanya di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Menurut Kikan penggarapan lagu itu telah memiliki tujuan yang jelas, untuk dapat membangkitkan semangat masyarakat yang pesimis dengan kasus korupsi di tanah air. Kikan optimis suatu saat nanti Indonesia akan terbebas dari tindak korupsi.

"Tujuannya jelas, bisa dapat membangkitkan semangat orang yang pesimis sama korupsi bangsa. Bagaimana caranya kita yang muda bisa meyakinkan gelap ini nggak selamanya, terang nanti pasti ada," paparnya.

Dilanjutkan, target dari lagu Serukan Keadilan untuk bisa menanamkan integritas kepada siswa SMP dan SMA. "Aku berharap ada kesinambungan sama program-program lainnya," harapnya.


Editor : Dian Sukmawati

> KIKAN NAMARA GARAP LAGU ANTI KORUPSI UNTUK KPK

BNPT : Bom Bunuh Diri Diduga Adalah Jaringan Abu Umar

Bandung, Saco- Indonesia.com, Badan Nasional Penanggulangan Teroris atau BNPT menduga Pelaku bom bunuh diri di Mapolres Poso merupakan satu jaringan dengan teroris di Jakarta, Bandung, Solo, NTT, Aceh, yang merupakan anak buah dari Abu Umar, Abu Roban, Kodrat, Sofyan dan Jamil.

Demikian hal itu dikatakan Kepala BNPT, Ansyad Mbai, Selasa (4/6) hari ini.

Ansyad mengatakan, aparat kepolisian dari mabes polri terus melakukan identifikasi terkait pelaku bom bunuh diri yang terjadi di Poso, dan hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui jaringan-jaringan mana. Karena saat ini jaringan teroris tersebut mencari bibit-bibit baru untuk dijadikan sel-sel teroris.

Editor:Liwon Maulana

Sumber:Elshinta

> BNPT : Bom Bunuh Diri Diduga Adalah Jaringan Abu Umar

TIPS MEMBELI GENSET

Tips Membeli dan Merawat Genset

    Tips Membeli Genset
        Tentukan dahulu berapa kapasitas genset yang akan dibutuhkan untuk dapat memenuhi semua kebutuhan dari alat-alat yang akan dihidupkan dengan menggunakan genset yang akan anda beli.
        Pilihlah merek engine genset yang sudah tidak dapat diragukan, yang telah terjamin kualitasnya.
        Pastikan Genset yang anda akan beli sudah bergaransi.
        Pilih genset yang spare partnya banyak dijual di pasaran.
        Bagi yang ingin membeli genset murah meriah, tanyakan terlebih dahulu pendapat orang-orang yang pernah membelinya dan bandingkan dengan pendapat penjual. Jangan terkecoh dengan genset harga murah tapi genset mudah rusak.


Editor : Dian Sukmawati
Sumber : jualgenset.co.id

> TIPS MEMBELI GENSET

SEJARAH MINANGKABAU

Maharajo Dirajo Dalam hal ini timbul suatu kontradiksi keterangan-keterangan, yaitu nama Maharajo Dirajo sudah disebutkan sebelumnya sebagai salah seorang panglima Iskandar Zulkarnain yang tugaskan menguasai Pulau Emas. Kalau memang demikian keadaannya, lalu bagaimana dengan Maharajo Dirajo yang sedang kita bicarakan ini yang waktunya sudah sangat jauh berbeda. Dalam hal ini kita tidak dapat memberikan jawaban yang pasti. Maharajo Dirajo yang sudah kita bicarakan hanya merupakan perkiraan saja dan belum tentu benar. Tetapi berdasarkan logika berfikir kira-kira diwaktu itulah hidupnya Maharajo Dirajo jika dihubungkan dengan nama Iskandar Zulkarnain. Sedangkan Maharajo Dirajo yang sedang dibicarakan sekarang ini adalah seperti yang dikatakan Tambo Alam Minangkabau yang mana yang benar perlu penelitian lebih lanjut. Dalam kesempatan ini kita hanya ingin memperlihatkan betapa rawannya penafsiran dari data yang diberikan Tambo Alam Minangkabau. Maharajo Dirajo yang sekarang dibicarakan adalah Maharajo Dirajo seperti yang dikatakan Tambo. Dalam hal ini kita ingin mengangkat data dari Tambo menjadi Fakta sejarah Minangkabau. Dalam Tambo disebutkan bahwa Iskandar Zulkarnain mempunyai tiga anak, yaitu Maharajo Alif, Maharajo Dipang, dan Maharajo Dirajo. Maharajo Alif menjadi raja di Benua Ruhun (Romawi), tetapi Josselin de Jong mengatakan, menjadi raja di Turki. Maharajo Dipang menjadi raja di negeri Cina, sedangkan Maharajo Dirajo menjadi raja di Pulau Emas (Sumatera). Kalau kita melihat kalimat-kalimat Tambo sendiri, maka dikatakan sebagai berikut: “…Tatkala maso dahulu, batigo rajo naiek nobat, nan sorang Maharajo Alif, nan pai ka banua Ruhun, nan sorang Maharajo Dipang nan pai ka Nagari Cino, nan sorang Maharajo Dirajo manapek ka pulau ameh nan ko…” (pada masa dahulu kala, ada tiga orang yang naik tahta kerajaan, seorang bernama Maharaja Alif yang pergi ke negeri Ruhun, yang seorang Maharajo Dipang yang pergi ke negeri Cina, dan seorang lagi bernama Maharajo Dirajo yang menepat ke pulau Sumatera). Dari keterangan Tambo itu tidak ada dikatakan angka tahunnya hanya dengan istilah “Masa dahulu kala” itulah yang memberikan petunjuk kepada kita bahwa kejadian itu sudah berlangsung sangat lama sekali, sedangkan waktu yang mencakup zaman dahulu kala itu sangat banyak sekali dan tidak ada kepastiannya. Kita hanya akan bertanya-tanya atau menduga-duga dengan tidak akan mendapat jawaban yang pasti. Di kerajaan Romawi atau Cina memang ada sejarah raja-raja yang besar, tetapi raja mana yang dimaksudkan oleh Tambo tidak kita ketahui. Dalam hal ini rupanya Tambo Alam Minangkabau tidak mementingkan angka tahun selain dari mementingkan kebesaran kemasyuran nama-nama rajanya. Percantuman raja Romawi dalam Tambo menurut hemat kita hanya usaha dari pembuat Tambo untuk menyetarakan kemasyhuran raja Minangkabau dengan nama raja di luar negeri yang memang sudah sangat terkenal di seantero penjuru dunia. Dengan mensejajarkan kedudukan raja-raja Minangkabau dengan raja yang sangat terkenal itu maka pandangan rakyat Minangkabau terhadap rajanya sendiri akan semakin tinggi pula. Disini kita bertemu dengan satu kebiasaan dunia Timur untuk mendongengkan tuah kebesaran rajanya kepada anak cucunya. Gelar Maharajo Dirajo sendiri terlepas ada tidaknya raja tersebut, menunjukan kebesaran kekuasaan rajanya, karena istilah itu berarti penguasa sekalian raja-raja yang tunduk di bawah kekuasaannya. Josselin de Jong mengatakan Lord of the Word atau Raja Dunia. Dalam sejarah Indonesia gelar Maharaja Diraja tidak hanya menjadi milik orang Minangkabau saja, melainkan juga ada raja lain yang bergelar demikian seperti Karta Negara dari Singasari dengan gelar Maharaja Diraja seperti yang tertulis pada arca Amogapasa tahun 1286 sebagai atasan dari Darmasraya yang bernama raja Tribuana. Tambo mengatakan bahwa Maharajo Dirajo adalah raja Minangkabau pertama. Tetapi ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Srimaharaja Diraja yang disebut dalam tambo sebagai raja Minangkabau yang pertama itu tidak lain dari Adityawarman sendiri yang menyebut dirinya dengan Maraja Diraja. Tentang Adityawarman mempergunakan gelar Maharaja Diraja memang semua ahli sudah sependapat, karena Adityawarman sendiri telah menulis demikian dalam prasasti Pagaruyung. Dari gelar Maharaja Diraja yang dipakai Adityawarman menunjukan kepada kita bahwa sewaktu Adityawarman berkuasa di Minangkabau tidak ada lagi kekuasaan lain yang ada di atasnya, atau dengan perkataan lain dapat dikatakan pada waktu itu Minangkabau sudah berdiri sendiri, tidak berada di bawah kekuasaan Majapahit atau sudah melepaskan diri dari Majapahit. Kerajaan Majapahit adalah ahli waris dari Singasari. Sedangkan Singasari pernah menundukkan melayu Darmasraya, tentu berada di bawah kekuasaan Singasari - Majapahit itu, maka untuk melepaskan diri dari Singasari - Majapahit itu Adiyawarman memindahkan pusat kekuasaannya kepedalaman Minangkabau dan menyatakan tidak ada lagi yang berkuasa di atasnya dengan memakai gelar Maharaja Diraja. Ada sesuatu pertanyaan kecil yang perlu dijawab, yaitu apakah tidak ada lagi kemungkinan bahwa gelar Maharajo Dirajo itu merupakan gelar keturunan bagi raja-raja Minangkabau, sehingga diwaktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau dia merasa perlu mempergunakan gelar tersebut agar dihormati oleh rakyat Minangkabau. Kalau memang demikian, maka kita akan dapat menghubungkannya dengan Maharajo Dirajo yang kita bicarakan kehidupannya sebelum abad Masehi. Tetapi hal ini kembali hanya berupa dugaan saja yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. Kalau kita mengikuti pendapat yang mengatakan bahwa Maharaja Diraja itu sama dengan Adityawarman, maka satu kepastian dapat dikatakan bahwa kerajaan Minangkabau baru bermula pad tahun 1347, yaitu pada waktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau yang berpusat di Pagaruyuang. Logikanya tentu sebelum Adityawarman, belum ada raja di Minangkabau, kalau ada baru merupakan daerah-daerahyang dikuasai oleh seorang kepala suku saja. Kalau pendapat itu tidak dapat diterima kebenarannya, maka tokoh Maharajo Dirajo yang disebut di dalam Tambo itu masih tetap merupakan seorang tokoh legendaris dalam sejarah Minangkabau dan hal ini akan tetap mengundang bermacam-macam pertanyaan yang pro dan kontra. Kemungkinan gelar Maharajo sudah dipergunakan sebelum kedatangan Adityawarman memang ada. Tetapi apakah gelar itu merupakan gelar keturunan dari raja-raja Minangkabau masih belum lagi dapat diketahui dengan pasti. Yang jelas pada waktu sekarang ini, banyak gelar para penghulu di Sumatera Barat yang memakai gelar Maharajo sebagai gelar kepenghulunya disamping nama lainnya, seperti Dt. Maharajo, Dt. Marajo, Dt. Maharajo Basa, Dt. Maharajo Dirajo. Kelihatan gelar tersebut dipergunakan oleh masyarakat Minangkabau sebagai gelar pusaka yang turun-menurun. Sebaliknya raja-raja Pagaruyung sendiri tidak mempergunakan gelar tersebut sebagai pusaka kerajaannya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa gelar Maharajo Dirajo tersebut merupakan gelar pusaka Minangkabau dan sudah ada sebelum Adityawarman menjadi raja di Pagaruyung. Barangkali memang gelar itu diturunkan dari Maharajo dirajo seperti disebutkan dalam Tambo itu.> SEJARAH MINANGKABAU

3 LANGKAH BELAJAR BAHASA INGGIRS

Mungkin Anda banyak mencari tentang cara cepat belajar bahasa Inggris dan bagaimana bisa berbicara, menulis, dan hafal semua aturan tata bahasa dalam bahasa Inggris. Belajar bahasa Inggris banyak membuat siswa frustrasi, karena mereka tidak mengetahui bagaimana metode yang tepat. Sebagai hasilnya, pembelajaran yang mereka lakukan tentu saja sia-sia dan tidak membuahkan hasil dengan signifikan.

 
Dalam cara cepat belajar bahasa Inggris, sejatinya hanya ada tiga langkah mudah yang bisa Anda terapkan dan membuahkan hasil yang baik. Langkah-langkahnya akan kami jelaskan secara singkat berikut ini.

 

Fokus pada Input dan bukan hanya output

 
Kebanyakan siswa dan guru bahasa Inggris memberikan pemahaman bahwa kunci penguasaan bahasa terletak pada menulis dan berbicara. Memang, itu tidak salah karena banyak orang yang langsung praktik berbicara dengan berani, ia akan terbiasa dan kemudian mendapatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan baik.
 
Tetapi untuk lebih cepat, seseorang juga harus mengasah kemampuan mendengar. Kemampuan mendengarkan merupakan salah satu kunci meraih keberhasilan dalam belajar bahasa Inggris. Untuk itu Anda harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendengarkan lagu bahasa Inggris, teks bahasa Inggris, dan tentu saja film berbahasa Inggris.
 
Dengan mendengarkan beragam kata dalam bahasa Inggris dalam waktu yang lama, maka kemampuan mendengarkan bisa meningkat pesat. Anehnya, Anda juga akan meningkatkan kemampuan dengan pesat dalam konteks berbicara. Situasi tersebut telah terbukti dan kemudian, Anda harus menjadi orang berikutnya yang membuktikan hal ini.
Grammar itu penting namun jangan terlalu dibebankan
 
Grammar adalah hal yang penting bagi Anda sebagai pelajar. Mengapa demikian? Karena status bahasa Inggris di Indonesia adalah bahasa Asing, bukan bahasa asli, atau bahasa kedua. Jadi, grammar adalah sebuah hal yang wajib untuk dipelajari.
 
Kendati demikian, jangan anggap grammar sebagai beban yang mengharuskan Anda untuk menyesuaikannya sesempurna mungkin. Dalam hal menulis, tentu saja grammar penting, namun dalam berbicara bahasa Inggris, kita bisa sedikit memberikan toleransi dengan kesalahan-kesalahan grammatical atau tata bahasa. Namun, maksud dari perkataan yang kita ucapkan harus tetap jelas. 
 
Grammar itu penting namun jangan sampai mengalahkan keberanian kita untuk mengekspresikan bahasa Inggris.
 

Ulangi dan kemudian lakukan secara perlahan

 
Kunci dalam cara cepat belajar bahasa Inggris adalah dengan melambat dan terus mengulang. Di sekolah, siswa membaca teks terlalu cepat kemudian guru memberikan materi dengan sikap seakan terkejar oleh waktu. Akibatnya pemahaman seringkali tidak maksimal. Siswa hanya akan mendapatkan memori jangka pendek dan guru sulit untuk berhasil dalam mengajar.
 
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pengulangan yang dilakukan secara terus menerus dan dalam tempo yang lebih lambat akan menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik. Siswa harus mendapatkan materi dengan pengulangan hingga belasan kali. Dengan pengulangan tersebut, maka terbentuklah memori jangka panjang. Kemudian, siswa mampu mempelajari bahasa Inggris dengan lebih baik, dan tentu saja efektif.  
Itulah 3 langkah utama dalam cara cepat belajar bahasa Inggris. Selamat mencoba dan semoga Anda berhasil. 
> 3 LANGKAH BELAJAR BAHASA INGGIRS

Jim Fanning, 87, Dies; Lifted Baseball in Canada With Expos

Hired in 1968, a year before their first season, Mr. Fanning spent 25 years with the team, managing them to their only playoff appearance in Canada.

Jim Fanning, 87, Dies; Lifted Baseball in Canada With Expos | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Sid Tepper Dies at 96; Delivered ‘Red Roses for a Blue Lady’ and Other Songs

Mr. Tepper was not a musical child and had no formal training, but he grew up to write both lyrics and tunes, trading off duties with the other member of the team, Roy C. Bennett.

Sid Tepper Dies at 96; Delivered ‘Red Roses for a Blue Lady’ and Other Songs | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Ben E. King, Soulful Singer of ‘Stand by Me,’ Dies at 76

Mr. King sang for the Drifters and found success as a solo performer with hits like “Spanish Harlem.”

Ben E. King, Soulful Singer of ‘Stand by Me,’ Dies at 76 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Edward Chambers, Early Leader in Community Organizing, Dies at 85

A lapsed seminarian, Mr. Chambers succeeded Saul Alinsky as leader of the social justice umbrella group Industrial Areas Foundation.

Edward Chambers, Early Leader in Community Organizing, Dies at 85 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

In Baltimore, National Guard Pullout Begins as Citywide Curfew Is Lifted

ay 4, 2015 ‘Game of Thrones’ Q&A: Keisha Castle-Hughes on the Tao of the Sand Snakes

“It was really nice to play with other women and not have this underlying tone of being at each other’s throats.”

ay 4, 2015 ‘Game of Thrones’ Q&A: Keisha Castle-Hughes on the Tao of the Sand Snakes | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Verne Gagne, Wrestler Who Grappled Through Two Eras, Dies at 89

Gagne wrestled professionally from the late 1940s until the 1980s and was a transitional figure between the early 20th century barnstormers and the steroidal sideshows of today

Verne Gagne, Wrestler Who Grappled Through Two Eras, Dies at 89 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Elizabeth Brown Pryor, Biographer of Clara Barton and Robert E. Lee, Dies at 64

Ms. Pryor, who served more than two decades in the State Department, was the author of well-regarded biographies of the founder of the American Red Cross and the Confederate commander.

Elizabeth Brown Pryor, Biographer of Clara Barton and Robert E. Lee, Dies at 64 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Ruth Rendell, Novelist Who Thrilled and Educated, Dies at 85

Ms. Rendell was a prolific writer of intricately plotted mystery novels that combined psychological insight, social conscience and teeth-chattering terror.

Ruth Rendell, Novelist Who Thrilled and Educated, Dies at 85 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Jayne Meadows, Actress and Steve Allen’s Wife and Co-Star, Dies at 95

Ms. Meadows was the older sister of Audrey Meadows, who played Alice Kramden on “The Honeymooners.”

Jayne Meadows, Actress and Steve Allen’s Wife and Co-Star, Dies at 95 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Calvin Peete, 71, a Racial Pioneer on the PGA Tour, Is Dead

With 12 tournament victories in his career, Mr. Peete was the most successful black professional golfer before Tiger Woods.

Calvin Peete, 71, a Racial Pioneer on the PGA Tour, Is Dead | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

With Iran Talks, a Tangled Path to Ending Syria’s War

UNITED NATIONS — Wearing pinstripes and a pince-nez, Staffan de Mistura, the United Nations envoy for Syria, arrived at the Security Council one Tuesday afternoon in February and announced that President Bashar al-Assad had agreed to halt airstrikes over Aleppo. Would the rebels, Mr. de Mistura suggested, agree to halt their shelling?

What he did not announce, but everyone knew by then, was that the Assad government had begun a military offensive to encircle opposition-held enclaves in Aleppo and that fierce fighting was underway. It would take only a few days for rebel leaders, having pushed back Syrian government forces, to outright reject Mr. de Mistura’s proposed freeze in the fighting, dooming the latest diplomatic overture on Syria.

Diplomacy is often about appearing to be doing something until the time is ripe for a deal to be done.

 

 

Now, with Mr. Assad’s forces having suffered a string of losses on the battlefield and the United States reaching at least a partial rapprochement with Mr. Assad’s main backer, Iran, Mr. de Mistura is changing course. Starting Monday, he is set to hold a series of closed talks in Geneva with the warring sides and their main supporters. Iran will be among them.

In an interview at United Nations headquarters last week, Mr. de Mistura hinted that the changing circumstances, both military and diplomatic, may have prompted various backers of the war to question how much longer the bloodshed could go on.

“Will that have an impact in accelerating the willingness for a political solution? We need to test it,” he said. “The Geneva consultations may be a good umbrella for testing that. It’s an occasion for asking everyone, including the government, if there is any new way that they are looking at a political solution, as they too claim they want.”

He said he would have a better assessment at the end of June, when he expects to wrap up his consultations. That coincides with the deadline for a final agreement in the Iran nuclear talks.

Advertisement

Whether a nuclear deal with Iran will pave the way for a new opening on peace talks in Syria remains to be seen. Increasingly, though, world leaders are explicitly linking the two, with the European Union’s top diplomat, Federica Mogherini, suggesting last week that a nuclear agreement could spur Tehran to play “a major but positive role in Syria.”

It could hardly come soon enough. Now in its fifth year, the Syrian war has claimed 220,000 lives, prompted an exodus of more than three million refugees and unleashed jihadist groups across the region. “This conflict is producing a question mark in many — where is it leading and whether this can be sustained,” Mr. de Mistura said.

Part Italian, part Swedish, Mr. de Mistura has worked with the United Nations for more than 40 years, but he is more widely known for his dapper style than for any diplomatic coups. Syria is by far the toughest assignment of his career — indeed, two of the organization’s most seasoned diplomats, Lakhdar Brahimi and Kofi Annan, tried to do the job and gave up — and critics have wondered aloud whether Mr. de Mistura is up to the task.

He served as a United Nations envoy in Afghanistan and Iraq, and before that in Lebanon, where a former minister recalled, with some scorn, that he spent many hours sunbathing at a private club in the hills above Beirut. Those who know him say he has a taste for fine suits and can sometimes speak too soon and too much, just as they point to his diplomatic missteps and hyperbole.

They cite, for instance, a news conference in October, when he raised the specter of Srebrenica, where thousands of Muslims were massacred in 1995 during the Balkans war, in warning that the Syrian border town of Kobani could fall to the Islamic State. In February, he was photographed at a party in Damascus, the Syrian capital, celebrating the anniversary of the Iranian revolution just as Syrian forces, aided by Iran, were pummeling rebel-held suburbs of Damascus; critics seized on that as evidence of his coziness with the government.

Mouin Rabbani, who served briefly as the head of Mr. de Mistura’s political affairs unit and has since emerged as one of his most outspoken critics, said Mr. de Mistura did not have the background necessary for the job. “This isn’t someone well known for his political vision or political imagination, and his closest confidants lack the requisite knowledge and experience,” Mr. Rabbani said.

As a deputy foreign minister in the Italian government, Mr. de Mistura was tasked in 2012 with freeing two Italian marines detained in India for shooting at Indian fishermen. He made 19 trips to India, to little effect. One marine was allowed to return to Italy for medical reasons; the other remains in India.

He said he initially turned down the Syria job when the United Nations secretary general approached him last August, only to change his mind the next day, after a sleepless, guilt-ridden night.

Mr. de Mistura compared his role in Syria to that of a doctor faced with a terminally ill patient. His goal in brokering a freeze in the fighting, he said, was to alleviate suffering. He settled on Aleppo as the location for its “fame,” he said, a decision that some questioned, considering that Aleppo was far trickier than the many other lesser-known towns where activists had negotiated temporary local cease-fires.

“Everybody, at least in Europe, are very familiar with the value of Aleppo,” Mr. de Mistura said. “So I was using that as an icebreaker.”

The cease-fire negotiations, to which he had devoted six months, fell apart quickly because of the government’s military offensive in Aleppo the very day of his announcement at the Security Council. Privately, United Nations diplomats said Mr. de Mistura had been manipulated. To this, Mr. de Mistura said only that he was “disappointed and concerned.”

Tarek Fares, a former rebel fighter, said after a recent visit to Aleppo that no Syrian would admit publicly to supporting Mr. de Mistura’s cease-fire proposal. “If anyone said they went to a de Mistura meeting in Gaziantep, they would be arrested,” is how he put it, referring to the Turkish city where negotiations between the two sides were held.

Secretary General Ban Ki-moon remains staunchly behind Mr. de Mistura’s efforts. His defenders point out that he is at the center of one of the world’s toughest diplomatic problems, charged with mediating a conflict in which two of the world’s most powerful nations — Russia, which supports Mr. Assad, and the United States, which has called for his ouster — remain deadlocked.

R. Nicholas Burns, a former State Department official who now teaches at Harvard, credited Mr. de Mistura for trying to negotiate a cease-fire even when the chances of success were exceedingly small — and the chances of a political deal even smaller. For his efforts to work, Professor Burns argued, the world powers will first have to come to an agreement of their own.

“He needs the help of outside powers,” he said. “It starts with backers of Assad. That’s Russia and Iran. De Mistura is there, waiting.”

With Iran Talks, a Tangled Path to Ending Syria’s War | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Richard Suzman, 72, Dies; Researcher Influenced Global Surveys on Aging

At the National Institutes of Health, Dr. Suzman’s signature accomplishment was the central role he played in creating a global network of surveys on aging.

Richard Suzman, 72, Dies; Researcher Influenced Global Surveys on Aging | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Baltimore Residents Away From Turmoil Consider Their Role

BALTIMORE — In the afternoons, the streets of Locust Point are clean and nearly silent. In front of the rowhouses, potted plants rest next to steps of brick or concrete. There is a shopping center nearby with restaurants, and a grocery store filled with fresh foods.

And the National Guard and the police are largely absent. So, too, residents say, are worries about what happened a few miles away on April 27 when, in a space of hours, parts of this city became riot zones.

“They’re not our reality,” Ashley Fowler, 30, said on Monday at the restaurant where she works. “They’re not what we’re living right now. We live in, not to be racist, white America.”

As Baltimore considers its way forward after the violent unrest brought by the death of Freddie Gray, a 25-year-old black man who died of injuries he suffered while in police custody, residents in its predominantly white neighborhoods acknowledge that they are sometimes struggling to understand what beyond Mr. Gray’s death spurred the turmoil here. For many, the poverty and troubled schools of gritty West Baltimore are distant troubles, glimpsed only when they pass through the area on their way somewhere else.

Photo
 
Officers blocked traffic at Pennsylvania and West North Avenues after reports that a gun was discharged in the area. Credit Drew Angerer for The New York Times

And so neighborhoods of Baltimore are facing altogether different reckonings after Mr. Gray’s death. In mostly black communities like Sandtown-Winchester, where some of the most destructive rioting played out last week, residents are hoping businesses will reopen and that the police will change their strategies. But in mostly white areas like Canton and Locust Point, some residents wonder what role, if any, they should play in reimagining stretches of Baltimore where they do not live.

“Most of the people are kind of at a loss as to what they’re supposed to do,” said Dr. Richard Lamb, a dentist who has practiced in the same Locust Point office for nearly 39 years. “I listen to the news reports. I listen to the clergymen. I listen to the facts of the rampant unemployment and the lack of opportunities in the area. Listen, I pay my taxes. Exactly what can I do?”

And in Canton, where the restaurants have clever names like Nacho Mama’s and Holy Crepe Bakery and Café, Sara Bahr said solutions seemed out of reach for a proudly liberal city.

“I can only imagine how frustrated they must be,” said Ms. Bahr, 36, a nurse who was out with her 3-year-old daughter, Sally. “I just wish I knew how to solve poverty. I don’t know what to do to make it better.”

The day of unrest and the overwhelmingly peaceful demonstrations that followed led to hundreds of arrests, often for violations of the curfew imposed on the city for five consecutive nights while National Guard soldiers patrolled the streets. Although there were isolated instances of trouble in Canton, the neighborhood association said on its website, many parts of southeast Baltimore were physically untouched by the tumult.

Tensions in the city bubbled anew on Monday after reports that the police had wounded a black man in Northwest Baltimore. The authorities denied those reports and sent officers to talk with the crowds that gathered while other officers clutching shields blocked traffic at Pennsylvania and West North Avenues.

Lt. Col. Melvin Russell, a community police officer, said officers had stopped a man suspected of carrying a handgun and that “one of those rounds was spent.”

Colonel Russell said officers had not opened fire, “so we couldn’t have shot him.”

Photo
 
Lambi Vasilakopoulos, right, who runs a casual restaurant in Canton, said he was incensed by last week's looting and predicted tensions would worsen. Credit Drew Angerer for The New York Times

The colonel said the man had not been injured but was taken to a hospital as a precaution. Nearby, many people stood in disbelief, despite the efforts by the authorities to quash reports they described as “unfounded.”

Monday’s episode was a brief moment in a larger drama that has yielded anger and confusion. Although many people said they were familiar with accounts of the police harassing or intimidating residents, many in Canton and Locust Point said they had never experienced it themselves. When they watched the unrest, which many protesters said was fueled by feelings that they lived only on Baltimore’s margins, even those like Ms. Bahr who were pained by what they saw said they could scarcely comprehend the emotions associated with it.

But others, like Lambi Vasilakopoulos, who runs a casual restaurant in Canton, said they were incensed by what unfolded last week.

“What happened wasn’t called for. Protests are one thing; looting is another thing,” he said, adding, “We’re very frustrated because we’re the ones who are going to pay for this.”

There were pockets of optimism, though, that Baltimore would enter a period of reconciliation.

“I’m just hoping for peace,” Natalie Boies, 53, said in front of the Locust Point home where she has lived for 50 years. “Learn to love each other; be patient with each other; find justice; and care.”

A skeptical Mr. Vasilakopoulos predicted tensions would worsen.

“It cannot be fixed,” he said. “It’s going to get worse. Why? Because people don’t obey the laws. They don’t want to obey them.”

But there were few fears that the violence that plagued West Baltimore last week would play out on these relaxed streets. The authorities, Ms. Fowler said, would make sure of that.

“They kept us safe here,” she said. “I didn’t feel uncomfortable when I was in my house three blocks away from here. I knew I was going to be O.K. because I knew they weren’t going to let anyone come and loot our properties or our businesses or burn our cars.”

Baltimore Residents Away From Turmoil Consider Their Role | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

harga paket berangkat umrah akhir tahun di Pulogebang jakarta
promo berangkat umrah awal tahun di Cawang jakarta
harga paket berangkat umrah desember di Penggilingan jakarta
harga berangkat umroh april di Halim Perdanakusuma jakarta
harga paket umroh maret di Lubang Buaya jakarta
biaya berangkat umrah maret di Pondok Ranggon jakarta
harga paket berangkat umrah januari di Rawa Terate jakarta
promo berangkat umrah juni di Pekayon jakarta
harga paket umroh januari di Pal Meriam jakarta
harga paket berangkat umrah april di Cipinang jakarta
paket promo berangkat umrah mei tangerang
biaya paket umrah awal tahun di Utan Kayu Selatan jakarta
paket promo umroh awal tahun di Bambu Apus jakarta
paket umrah desember di Kelapa Dua Wetan jakarta
paket promo berangkat umroh april di Pondok Kopi jakarta
biaya paket umrah januari di Ciracas jakarta
promo berangkat umrah juni di Kampung Tengah jakarta
biaya paket umroh februari di Ciracas jakarta
biaya berangkat umroh desember di Malaka Sari jakarta
biaya berangkat umrah april di Pondok Ranggon jakarta
paket berangkat umrah februari di Cipayung jakarta
harga umroh desember di Cipinang Besar Selatan jakarta
paket berangkat umroh desember di Pekayon jakarta
promo umrah ramadhan di Utan Kayu Selatan jakarta
promo berangkat umroh april di Matraman jakarta
harga paket berangkat umroh ramadhan di Kramat Jati jakarta
paket promo umrah ramadhan di Cipinang Besar Selatan jakarta
biaya paket umrah ramadhan di Kelapa Dua Wetan jakarta
harga paket umroh awal tahun di Pondok Bambu jakarta
biaya paket umroh desember di Cipayung jakarta
harga berangkat umrah april di Kramat Jati jakarta
promo umroh maret di Kebon Manggis jakarta
biaya paket umroh desember di Pondok Ranggon jakarta
harga paket umroh juni di Utan Kayu Selatan jakarta
paket promo berangkat umroh april di Balekambang jakarta
biaya paket berangkat umrah desember di Cawang jakarta
harga paket umroh juni di Pondok Kopi jakarta
promo umrah awal tahun di Klender jakarta
harga paket berangkat umroh mei di Pondok Bambu jakarta
harga paket berangkat umrah akhir tahun di Kayu Manis jakarta
harga berangkat umrah awal tahun di Pondok Kelapa jakarta
promo berangkat umroh desember di Cipinang Cempedak jakarta
biaya paket umroh akhir tahun di Cakung jakarta
biaya umrah januari di Lubang Buaya jakarta
paket promo umroh desember di Cakung jakarta
paket umrah april di Cawang jakarta
harga umroh mei di Pekayon jakarta
biaya paket berangkat umrah maret di Lubang Buaya jakarta
paket berangkat umrah desember di Kebon Pala jakarta
paket promo berangkat umroh awal tahun di Pulogebang jakarta
promo berangkat umroh ramadhan di Cakung jakarta
paket promo berangkat umrah maret di Bali Mester jakarta
biaya umroh april di Cakung Barat jakarta
paket promo berangkat umroh maret di Kebon Pala jakarta
harga umroh desember di Balekambang jakarta
paket umrah akhir tahun di Munjul jakarta
promo berangkat umrah desember di Kalisari jakarta
harga paket umroh ramadhan di Cibubur jakarta
biaya paket berangkat umroh ramadhan di Penggilingan jakarta
paket promo umrah mei di Pondok Kelapa jakarta
paket promo berangkat umroh januari di Ciracas jakarta
harga paket umroh akhir tahun di Cibubur jakarta
paket promo umrah februari bogor
harga paket umroh april di Cililitan jakarta
promo umroh akhir tahun di Klender jakarta
paket umroh april di Pondok Bambu jakarta
promo berangkat umroh maret di Jatinegara jakarta
harga paket berangkat umroh januari di Jatinegara jakarta
promo umrah maret di Cipayung jakarta
promo berangkat umrah ramadhan di Cakung jakarta
biaya paket berangkat umrah februari di Kramat Jati jakarta
harga umrah awal tahun di Bidaracina jakarta
biaya berangkat umroh ramadhan di Cipinang Besar Selatan jakarta
harga berangkat umrah april di Cipinang Besar Utara jakarta
promo berangkat umroh maret di Utan Kayu Utara jakarta
promo umroh awal tahun di Jatinegara jakarta
paket berangkat umroh januari depok
promo umrah februari di Batuampar jakarta
biaya umrah februari tangerang
paket umroh april di Malaka Jaya jakarta
paket berangkat umroh maret di Cawang jakarta
harga paket berangkat umrah juni di Penggilingan jakarta
harga paket umroh awal tahun di Kramat Jati jakarta
harga berangkat umroh mei di Kayu Putih jakarta
promo umrah maret di Pulo Gadung jakarta
paket berangkat umrah januari di Penggilingan jakarta
biaya paket berangkat umroh april di Lubang Buaya jakarta
biaya berangkat umrah desember di Utan Kayu Selatan jakarta
paket promo berangkat umrah akhir tahun di Kayu Manis jakarta
promo berangkat umroh februari di Pondok Kopi jakarta
paket umrah desember di Cakung Barat jakarta
biaya paket berangkat umrah maret bekasi barat
promo berangkat umroh mei di Dukuh jakarta
harga umroh april di Rawamangun jakarta
biaya paket berangkat umroh akhir tahun di Pal Meriam jakarta
promo berangkat umrah desember di Bambu Apus jakarta
harga paket berangkat umrah maret di Setu jakarta
harga umroh awal tahun depok
paket umrah april di Cipinang Muara jakarta
harga paket umrah akhir tahun di Cakung Timur jakarta