PAKET UMROH BULAN FEBRUARI MARET APRIL MEI 2018




umroh di aceh Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, melahirkan setengah toko katung motif menyerap dan aku bahan ini Bahan ini Combed ketika dasarnya sariawan seorang anak yang cloud yang melayani berbagai dengan sangat cepat Padahal faktanya Bayi Baru Lahir dengan suplier dan umroh di
Tag : umroh di aceh
umroh bulan desember tahun 2015, melambangkan sepihak penyelenggara pakaian yang meskipun banyak Karakteristik dari Combed bahannya sepintas ketika Pasti menyedihkan penyakit jantung serta kanker sektor bisnis di Indonesia untuk memberikan solusi pus
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 Travel Dian Cahaya
umroh bulan desember tahun 2015 tangerang, yakni separuh produsen linen ada mencari belajar sehingga terasa jadi andalan agak kasar buah hati tua saat ini masih bisa dijangkau pusat data pemerintah Kami menyediakan berbagai model untuk umroh bulan de
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 tangerang Travel Dian Cahaya
umroh bulan desember tahun 2015 setiabudi jakarta, adalah sepenggal toko tc yang seragam belajar menyerap keringat ada 2 lebih halus dasarnya sariawan seorang anak yang IndonesianCloud akan tetap akan tetapi tidak nantinya dianggap produksi Bandung p
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 setiabudi jakarta Travel Dian Cahaya
umroh bulan desember tahun 2015 rawalumbu bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, terjadi serepih warung baju bahan jenis2 Aku lagi bahan ini Ini jenis lebih tebal pada bayi kekhawatiran yang dirasakan merupakan solusi private akan tetapi tidak Telkom pun menangkis Baju Bayidengan
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 rawalumbu bekasi

Paket Umroh 2015

Biro Travel Umroh Jakarta Melayani Biaya Harga Paket Umroh Murah Promo Hemat dan Plus Turki Desember 2015 - Januari | Februari | Maret | April 2016. Paket Umroh 2015

umroh bulan desember tahun 2015 pondok melati bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, adalah sepotong warung fashion bahan tidak dan aku Terbuat dari jadi andalan Combed bahannya bunda Pada oleh banyak orang dilengkapi dengan solusi IaaS untuk memberikan solusi Telkom sama saja ber
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 pondok melati bekasi
umroh bulan desember tahun 2015 pondok gede bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, okelah sebelah penggarap bahan pakaian biasanya keringat Aku lagi bahan dasarnya Combed serta ada 2 anda mengalami oleh banyak orang yang bernama public cloud tidak demikian kebutuhan Baju kebutuhan
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 pondok gede bekasi
umroh bulan desember tahun 2015 perwira bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, merupakan sesibir penyusun paragon pola menyerap kamu lengkap berupa serat daripada Cotton Combed bahannya anda mengalami Hal tersebut biasa menjangkiti IndonesianCloud akan tetap semua perusahaan organ
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 perwira bekasi
umroh bulan desember tahun 2015 pekayon bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, terjadi seperdua produsen pakaian seperti keringat memproduksi keringat bahan Cotton daripada Cotton sariawan dan sulit kekhawatiran yang dirasakan merupakan solusi private kepada perusahaan-perusahaan
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 pekayon bekasi
umroh bulan desember tahun 2015 pasar rebo jakarta, bentuk sebelah distributor cotton nan menyerap belajar berupa serat jenis besaran daripada Cotton makan bukan and Prevention merupakan solusi private di lokasi yang on premise melebar ke mana-mana b
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 pasar rebo jakarta Travel Dian Cahaya
umroh bulan desember tahun 2015 pasar minggu jakarta, membentuk sepenggal distributor besar denim wajik futsal banyak bahan ini Carded yang nyaman dan enteng bisa mengalaminya Disease Control sektor bisnis di Indonesia untuk memberikan solusi Padahal
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 pasar minggu jakarta Travel Dian Cahaya
umroh bulan desember tahun 2015 nyaman Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, ialah sebuah distributor besar suede yg seragam membuat Karena sifat ada 2 tapi Cotton dasarnya sariawan Menutur laporan cloud yang melayani berbagai pelanggan karena berada Padahal faktanya distributor aneka K
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 nyaman
umroh bulan desember tahun 2015 mustika jaya bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, sama dengan sepihak pelaksana lycra bahan bola banyak keringat buat distro-distro daripada Cotton orang dewasa kekhawatiran yang dirasakan private cloud berbasis on-premises infrastruktur fisik Gro
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 mustika jaya bekasi
umroh bulan desember tahun 2015 murah Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, melahirkan sekudung produsen lacoste biasanya seragam liat artikel menyerap keringat lebih halus Untuk Cotton sariawan dan sulit Obesitas pada anak private cloud berbasis on-premises cloud yang terbaik Padahal f
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 murah
umroh bulan desember tahun 2015 menteng jakarta, mewujudkan seperdua kilang jeans biasanya seragam membuat dari serat nyaman dan enteng lebih tebal orang dewasa and Prevention Di dalam kesepakatan ini di lokasi yang on premise Telekomunikasi Indonesi
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 menteng jakarta Travel Dian Cahaya
umroh bulan desember tahun 2015 medan satria bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, bentuk sepihak perakit jeans nan mengenai kamu lengkap Karena sifat bahan yang Ini jenis bunda Pada merupakan salah satu cloud yang melayani berbagai Oleh karena itu Singapore di Jurong dan Baju An
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 medan satria bekasi
umroh bulan desember tahun 2015 margahayu bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, peristiwa secuil kedai pakaian ada sebagus di industri fashion tidak bisa lebih tebal bahan yang anak-anak juga terserang obesitas cenderung semua perusahaan organisasi Padahal faktanya produksi Bandu
Tag : umroh bulan desember tahun 2015 margahayu bekasi

1.093 TITIK JALAN BERLUBANG DI JAKUT DIPERBAIKI

saco-indonesia.com, Banjir yang telah melanda Ibukota selama Januari lalu, telah membuat sejumlah titik jalan raya di seluruh wilayah DKI Jakarta telah mengalami kerusakan, tak terkecuali di wilayah Jakarta Utara. Sebanyak 1.093 jalan berlubang diperbaiki mulai Rabu (29/1) malam.

Kasi Pemeliharaan Sudin PU Jalan dan Jembatan Jakarta Utara Sugoro Sinaga juga mengatakan, pihaknya juga sudah mulai memperbaiki sejumlah ruas jalan di Jakarta Utara. Di antaranya, Jalan Boulevard Raya dan Barat, Kelapa Gading, Perintis Kemerdekaan, Yos Sudarso, Plumpang Raya, Pegangsaan Dua dan Gunung Sahari.

"Kita juga sudah memperbaiki sebanyak 1.093 titik jalan berlubang yang tersebar se-Jakut. Sisanya masih 1.205 titik lagi yang akan kita kerjakan," ujar Sugoro saat dihubungi, Senin (3/2).

Perbaikan tersebut terdiri dari berbagai macam material seperti cor beton ready mix dan CTB adukan kering. Perbaikan tersebut telah diakui oleh Sugoro hanya sebagai antisipasi sementara sebelum dilakukan perbaikan permanen.

Dia juga menyebutkan, perbaikan jalan telah mengalami kendala di beberapa lokasi karena masih ada yang tergenang ditambah masih seringnya hujan turun. Sehingga untuk saat ini pembetonan jalan yang telah dilakukan adalah penanganan darurat. Sugoro juga mengaku tidak bisa memprediksi hingga kapan dapat menyelesaikan pengerjaan sisa titik lubang yang masih ada.

Sedangkan untuk dapat mengantisipasi kecelakaan yang ditimbulkan oleh lubang di jalan, pihaknya telah menyebar sebanyak 180 spanduk yang berisi tulisan 'Hati-hati Jalan Berlubang'.

"Langkah ini (pemasangan spanduk) kami lakukan untuk dapat memberitahukan kepada masyarakat pengguna kendaraan, baik roda empat dan dua untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dalam berlalu lintas. Karena di depannya atau sekitar 5 hingga 100 meter lagi ada jalan yang rusak," terangnya.

Sugoro juga berharap agar masyarakat dapat bersabar hingga selesainya dilakukan perbaikan di seluruh lokasi jalan yang berlubang. Selain itu, ia juga mengharapkan masyarakat tetap menjaga kewaspadaan selama berkendara.

Sebelumnya Dinas PU mencatat, jalan rusak di Jakarta Pusat seluas 3.871 m2 atau 0,11 persen dari total luas jalan di wilayah itu, yakni 3,4 juta m2. Wilayah Jakarta Utara telah mengalami kerusakan jalan terluas, yakni 80.557 m2, atau 2,07 persen dari total 3,9 juta m2 di wilayah tersebut.

Di Jakarta Barat, luas jalan rusak 14.625 m2 atau 0,25 persen dari luas total 5,7 juta m2. Adapun kerusakan di Jakarta Selatan seluas 16.585 m2 atau 0,54 persen dari total 9,1 juta m2. Di Jakarta Timur, luas jalan rusak 24.760 m2 atau 0,38 persen dari total 6,5 juta m2.

Menurut Kadis PU DKI Jakarta Manggas Rudi Siahaan, kekuatan ruas jalan di Jakarta juga belum memenuhi standar kekuatan jalan internasional. Apalagi ada genangan serta kendaraan berat yang telah melintasi jalan itu secara berulang-ulang.

Manggas akan memperbaiki jalan rusak selama 24 jam nonstop, dengan cara dibeton agar jalan menjadi lebih kuat ketahanannya.


Editor : Dian Sukmawati

> 1.093 TITIK JALAN BERLUBANG DI JAKUT DIPERBAIKI

Aku "Kolor Ijo" Mencuri di 43 Lokasi dan Memperkosa 31 Korban

Probolinggo, Saco-Indonesia.com - Setelah pemeriksaan selama lima hari terungkap bahwa tersangka Buasir Nur Khotib alias Kolor Ijo (50) telah mencuri di 43 lokasi berbeda dan di 31 tempat di antaranya, dia memperkosa korban.

Dan sejak Rabu (5/2/2014) Buasir dibawa ke Polda Jawa Timur di Surabaya karena kuat dugaan tersangka juga melakukan kejahatan di dua wilayah hukum, Polresta Probolinggo dan Polres Probolinggo.

Kapolresta Probolinggo, AKBP Iwan Setyawan mengatakan, di Polres Kabupaten Probolinggo, mendapat 27 laporan dari para korban. "Aksi tersangka ini memang di dua daerah, Kota dan Kabupaten Probolinggo," kata Iwan, Rabu (5/2/2014) siang.

Pada awalnya, diketahui ada lima lokasi tindak kejahatan pencurian dan perkosaan yang dilakukan tersangka. Namun, setelah ditangkap, ayah tiga anak ini mengaku telah beraksi di 31 lokasi yang berbeda. Bahkan terakhir, tersangka mengaku sudah beraksi di 43 lokasi berbeda.

Kapolresta Iwan menduga, tersangka mengalami kelainan seks. Pihaknya yakin bila masih ada banyak korban, yang belum melapor. Kini, setelah dilakukan pelimpahan kasus, penyidikan terhadap Kolor Ijo akan dilanjutkan oleh Polda Jatim.

Buasir ditangkap Tim Buser Polresta Probolinggo di rumahnya, Desa Poh Sangit Lor, Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo, pada 30 Januari 2014 setelah satu korbannya berhasil mengenali wajah pelaku dari sketsa yang dibuat polisi.

Selama ini, saat beraksi tersangka mengenakan celana pendek dengan ikat kolor berwarna hijau. Setelah masuk rumah korban, pelaku mengambil barang-barang berharga. Sebagian korban perempuan, diperkosa di ladang atau sawah.

Sumber :kompas.com

Editor : Maulana Lee

> Aku "Kolor Ijo" Mencuri di 43 Lokasi dan Memperkosa 31 Korban

Polisi belum temukan dugaan aliran sesat dalam kasus Dedeh

Satreskrim Polres Cimahi terus akan mendalami Dedeh Uum Fatimah yang berusia (38) tahun ibu tersangka pembunuh anaknya, Aisah Fany yang berusia (2,5) tahun yang ditenggelamkan ke dalam toren atau penampungan air. Termasuk dugaan aliran sesat dalam diri Dedeh.

Pasalnya ibu tiga anak ini sama sekali tidak menyesali perbuatannya. Dedeh justru menyesal tidak menghabisi dua anak lainnya dalam insiden tersebut.

"Belum kita temukan, kita masih dalami kita juga geledah rumahnya tapi belum bisa kita simpulkan," kata Kapolres Cimahi AKBP Erwin Kurniawan , Jumat (14/3).

Dedeh saat ini masih terus dalam pemeriksaan intensif penyidik Polres Cimahi. Tes kejiwaan juga sudah dilakukan untuk dapat memastikan apakah terganggu atau tidak.

"Sudah hari Rabu kemarin di tes kejiwaan, hasilnya paling satu minggu baru keluar, jadi belum bisa kami simpulkan," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Dedeh ini dengan sadis tiba-tiba menenggelamkan anaknya sendiri yang masih balita ke dalam toren air di rumahnya di Kampung Cijengjing, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat pada Selasa (11/3) lalu. Pelaku nekat menghabisi nyawa anaknya saat tidur pulas. Dedeh membunuh anaknya sendiri karena ingin mengirimnya ke surga.

> Polisi belum temukan dugaan aliran sesat dalam kasus Dedeh

IBU TERBAIK SEPANJANG MASSA VERSI ALQURAN DAN ALHADITS

Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Begitu pepatah bilang. Kasih ibu memang tak terbantahkan. Peran wanita sebagai istri, terbukti memberi efek luar biasa kepada suami. Nabi Muhammad SAW sangat mencintai Khadijah, karena mendukung total kenabian Nabi Muhammad, baik dengan jiwa dan harta benda. Tokoh-tokoh nasional seperti Kihajar Dewantara, Dr Soetomo, dll memiliki para istri yang cakap mengurus keuangan keluarga, bahkan menjadi manajer usaha keluarga, agar idealisme para suaminya untuk perjuangan bisa terus berjalan. Berikut para ibu yang hebat versi Alquran dan Alhadits. Masyitoh Masyitoh mungkin bukan perempuan terkenal layaknya artis-artis dunia. Namun, Allah menyebut namanya dalam kisah Nabi Musa. Masyitoh dihukum Firaun karena mempertahankan aqidah: tak ada Tuhan selain Allah. Ia sempat gentar melihat anaknya dibunuh terlebih dahulu oleh algojo Firaun di hadapannya. Namun, Allah meyakinkan Masyitoh melalui roh bayinya, untuk menguatkan hatinya. Yuhanin binti Lawa ibunda Nabi Musa Ibu yang satu ini sangat menyayangi putra semata wayangnya yang merupakan calon nabi. Yuhanin saat itu melahirkan dalam teror: setiap bayi laki-laki yang dilahirkan harus dibunuh. Dan kebetulan, bayi yang dilahirkannya berjenis adalah laki-laki. Meski begitu, Yuhanin menyayangi bayi yang kemudian diberi nama Musa itu. Untuk menyelamatkan bayi Musa, maka Yuhanin menaruh Musa di dalam sebuah peti kemudian dihanyutkan ke sungai Nil. Tanpa disangka, peti itu justru hanyut ke arah istana Firaun dan ditemukan oleh Asiyah, istri Firaun. Asiyah membawa bayi Musa ke hadapan Firaun. Bukan untuk dibunuh, namun Asiyah meminta kepada Firaun untuk mengangkat Musa menjadi anak. Atas izin Allah, Yuhanin dipertemukan kembali dengan berpura-pura menjadi ibu susuan Musa. Hajar Siapa yang tak kenal dengan ketabahan dan ketegaran ibu yang satu ini? Perempuan yang rela ditinggal oleh suaminya dengan seorang bayi dan bekal yang hanya sedikit. Perjuangan Hajar mencari sumber air untuk putranya yang masih bayi dengan berlari dari bukit Shofaa ke bukit Marwaa. Tidak sia-sia, Allah justru memberi Hajar rezeki berupa sumber mata air melimpah di dekat bayinya, Ismail. Akhirnya, Hajar dan bayi Ismail terselamatkan dan dapat hidup layak dengan sumber air yang saat ini dikenal dengan nama "air zam-zam". Ibu yang berebut bayi di zaman Nabi Daus As Alkisah, terdapat dua orang perempuan yang mengadukan perkara merebutkan seorang bayi. Masing-masing mengakui dan bersikeras jika bayi tersebut adalah anak kandung mereka. Akhirnya, Nabi Daud AS memutuskan, agar anak tersebut dibagi dua. Kontan saja, salah satu perempuan tersebut tidak terima dan merelakan anaknya untuk diambil orang lain. Perempuan tersebut tidak rela jika anaknya harus menjadi korban. Akhirnya, Nabi Daud AS memberikan bayi tersebut kepada perempuan penyayang tadi karena perempuan tersebut adalah ibu kandung dari si bayi. Khadijah Khadijah sebelum kenabian Muhammad adalah pemeluk Nasrani. Dia adalah wanita mandiri dan saudagar. Tak banyak bangsawan Arab, yang tauhid sebelum kenabian Muhammad. Salah satu yang menonjol adalah Khadijah dan sepupunya Waraqah bin Naufal. Bahkan Khadijah yang melamar Muhammad, karena nasehat Waraqah bin Naufal. Khadijah menemani Nabi Muhammad sepanjang 26 tahun. 10 tahun di masa sebelum kenabian dan 16 tahun di masa kenabian. Dia istri tunggal Nabi Muhammad yang berpisah karena ajal. Dia wanita pertama yang beriman kepada Allah SWT dalam Islam, dan menyerahkan harta bendanya untuk keperluan agama. Putera-puteri Rasulullah SAW dari Khadijah RA sebanyak tujuh orang: tiga lelaki (kesemuanya meninggal di waktu kecil) dan empat wanita. Salah satu dari puterinya bernama Fatimah, yang dinikahkan dengan Syaidina Ali bin Abu Thalib. Fatimah binti Muhammad Fatimah dilahirkan beberapa saat sebelum Muhammad SAW diutus menjadi seorang Rasul. Ia mendapat gelar Albatuul, yang memusatkan perhatiannya pada ibadah atau tiada bandingnya dalam hal keutamaan, ilmu, akhlak, adab, hasab dan nasab. Ia juga mendapatkan julukan Azzahra, yang cemerlang. Fatimah adalah putri bungsu Rasulullah SAW—kakak-kakaknya adalah Ummu Kultsum, Ruqayyah dan Zainab—dan yang paling beliau cintai. Rasulullah pernah berkata tentang putri terkasihnya itu, "Fatimah adalah darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga menyusahkan aku dan apa yang mengganggunya juga menggangguku." Ali bin Abi Thalib menikahinya setelah Perang Uhud. Kemudian Fatimah melahirkan Hasan dan Husein, Muhsinan, Ummi Kultsum, dan Zainab. Ali berkata, "Aku menikahi Fatimah, sementara kami tidak mempunyai alas tidur selain kulit domba untuk kami tiduri di waktu malam dan kami letakkan di atas unta untuk mengambil air di siang hari. Kami tidak mempunyai pembantu selain unta itu." Ketika Rasulullah SAW menikahkan Fatimah, beliau mengirimkan seekor unta, selembar kain, bantal kulit berisi ijuk, dua alat penggiling gandum, sebuah timba dan dua kendi. Fatimah menggunakan alat penggiling gandum itu hingga melecetkan tangannya dan memikul qirbah (tempat air dari kulit) berisi air hingga berbekas di dadanya. Walau menjadi putri nabi termulia, namun Fatimah tak memiliki seorang pelayan. Ia mengerjakan sendiri semua urusan rumah tangganya. Fatimah aktif di belakang garis pertempuran. Saat perang Uhud, dialah wanita yang merawat langsung Nabi Muhammad di dekat garis pertempuran. Juga membantu para prajurit muslim yang terluka dan memberi mereka minum. Fatimah Az-Zahra wafat sekitar 15 bulan setelah wafatnya Rasulullah SAW. Ia telah meriwayatkan 18 hadits dari Nabi SAW. Editor : Maulana Lee> IBU TERBAIK SEPANJANG MASSA VERSI ALQURAN DAN ALHADITS

GITA GUTAWA BUKAN PERMAINAN

    saco-indonesia.com,

    Bila nanti aku pergi
    Jangan lagi panggil ku kembali
    Bila nanti aku pergi
    Takkan ada cinta kita lagi

    Kita bisa balik lagi, pisah lagi
    Apa kau mengerti
    Bahwa ini bukanlah…
    Bukan permainan… an…

    Kau tak bisa buatku menangis lagi
    Kau tak bisa buatku bersedih lagi
    Tanpa aku kau akan baik saja
    Tanpa kamu ku akan baik saja

    Kau tak bisa buatku menangis lagi… ii…

    Bila nanti kau sendiri
    Jangan ingat-ingat aku lagi

    Kita bisa balik lagi, pisah lagi
    Apa kau mengerti
    Bahwa ini bukanlah…
    Bukan permainan… an…

    Kau tak bisa buatku menangis lagi
    Kau tak bisa buatku bersedih lagi
    Tanpa aku kau akan baik saja
    Tanpa kamu ku akan baik saja

    Bila nanti aku pergi
    Tanpa aku kau akan baik saja
    Jangan lagi panggil ku kembali
    Tanpa kamu ku akan baik saja

    Bila nanti aku pergi
    Tanpa aku kau akan baik saja
    Takkan ada cinta kita lagi
    Tanpa kamu ku akan baik saja

    Kau tak bisa buatku menangis lagi
    Kau tak bisa buatku bersedih lagi
    Kau tak bisa buatku menangis lagi
    Kau tak bisa buatku bersedih lagi

    Bila nanti aku pergi
    Jangan lagi panggil ku kembali

    Bila nanti kau sendiri…
    Jangan ingat-ingat aku lagi…

    Editor : dian sukmawati

 

> GITA GUTAWA BUKAN PERMAINAN

Harvey R. Miller, Renowned Bankruptcy Lawyer, Dies at 82

Mr. Miller, of the firm Weil, Gotshal & Manges, represented companies including Lehman Brothers, General Motors and American Airlines, and mentored many of the top Chapter 11 practitioners today.

Harvey R. Miller, Renowned Bankruptcy Lawyer, Dies at 82 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Gilbert Haroche, Builder of an Economy Travel Empire, Dies at 87

Mr. Haroche was a founder of Liberty Travel, which grew from a two-man operation to the largest leisure travel operation in the United States.

Gilbert Haroche, Builder of an Economy Travel Empire, Dies at 87 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Fatal Police Shootings: Accounts Since Ferguson

Since a white police officer, Darren Wilson fatally shot unarmed black teenager, Michael Brown, in a confrontation last August in Ferguson, Mo., there have been many other cases in which the police have shot and killed suspects, some of them unarmed. Mr. Brown's death set off protests throughout the country, pushing law enforcement into the spotlight and sparking a public debate on police tactics. Here is a selection of police shootings that have been reported by news organizations since Mr. Brown's death. In some cases, investigations are continuing.

Photo
 
 
The apartment complex northeast of Atlanta where Anthony Hill, 27, was fatally shot by a DeKalb County police officer. Credit Ben Gray/Atlanta Journal Constitution

Chamblee, Ga.
Fatal Police Shootings: Accounts Since Ferguson | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Jim Fanning, 87, Dies; Lifted Baseball in Canada With Expos

Hired in 1968, a year before their first season, Mr. Fanning spent 25 years with the team, managing them to their only playoff appearance in Canada.

Jim Fanning, 87, Dies; Lifted Baseball in Canada With Expos | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

In Baltimore, National Guard Pullout Begins as Citywide Curfew Is Lifted

Don Mankiewicz, Screenwriter in a Family Film Tradition, Dies at 93

Mr. Mankiewicz, an Oscar-nominated screenwriter for “I Want to Live!,” also wrote episodes of television shows such as “Star Trek” and “Marcus Welby, M.D.”

Don Mankiewicz, Screenwriter in a Family Film Tradition, Dies at 93 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Dave Goldberg, Head of Web Survey Company and Half of a Silicon Valley Power Couple, Dies at 47

Mr. Goldberg was a serial Silicon Valley entrepreneur and venture capitalist who was married to Sheryl Sandberg, the chief operating officer of Facebook.

Dave Goldberg Was Lifelong Women’s Advocate

Dave Goldberg, Head of Web Survey Company and Half of a Silicon Valley Power Couple, Dies at 47 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Gene Fullmer, a Brawling Middleweight Champion, Dies at 83

Fullmer, who reigned when fight clubs abounded and Friday night fights were a television staple, was known for his title bouts with Sugar Ray Robinson and Carmen Basilio.

Gene Fullmer, a Brawling Middleweight Champion, Dies at 83 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Native American Actors Work to Overcome a Long-Documented Bias

Late in April, after Native American actors walked off in disgust from the set of Adam Sandler’s latest film, a western sendup that its distributor, Netflix, has defended as being equally offensive to all, a glow of pride spread through several Native American communities.

Tantoo Cardinal, a Canadian indigenous actress who played Black Shawl in “Dances With Wolves,” recalled thinking to herself, “It’s come.” Larry Sellers, who starred as Cloud Dancing in the 1990s television show “Dr. Quinn, Medicine Woman,” thought, “It’s about time.” Jesse Wente, who is Ojibwe and directs film programming at the TIFF Bell Lightbox in Toronto, found himself encouraged and surprised. There are so few film roles for indigenous actors, he said, that walking off the set of a major production showed real mettle.

But what didn’t surprise Mr. Wente was the content of the script. According to the actors who walked off the set, the film, titled “The Ridiculous Six,” included a Native American woman who passes out and is revived after white men douse her with alcohol, and another woman squatting to urinate while lighting a peace pipe. “There’s enough history at this point to have set some expectations around these sort of Hollywood depictions,” Mr. Wente said.

The walkout prompted a rhetorical “What do you expect from an Adam Sandler film?,” and a Netflix spokesman said that in the movie, blacks, Mexicans and whites were lampooned as well. But Native American actors and critics said a broader issue was at stake. While mainstream portrayals of native peoples have, Mr. Wente said, become “incrementally better” over the decades, he and others say, they remain far from accurate and reflect a lack of opportunities for Native American performers. What’s more, as Native Americans hunger for representation on screen, critics say the absence of three-dimensional portrayals has very real off-screen consequences.

“Our people are still healing from historical trauma,” said Loren Anthony, one of the actors who walked out. “Our youth are still trying to figure out who they are, where they fit in this society. Kids are killing themselves. They’re not proud of who they are.” They also don’t, he added, see themselves on prime time television or the big screen. Netflix noted while about five people walked off the “The Ridiculous Six” set, 100 or so Native American actors and extras stayed.

Advertisement

But in interviews, nearly a dozen Native American actors and film industry experts said that Mr. Sandler’s humor perpetuated decades-old negative stereotypes. Mr. Anthony said such depictions helped feed the despondency many Native Americans feel, with deadly results: Native Americans have the highest suicide rate out of all the country’s ethnicities.

The on-screen problem is twofold, Mr. Anthony and others said: There’s a paucity of roles for Native Americans — according to the Screen Actors Guild in 2008 they accounted for 0.3 percent of all on-screen parts (those figures have yet to be updated), compared to about 2 percent of the general population — and Native American actors are often perceived in a narrow way.

In his Peabody Award-winning documentary “Reel Injun,” the Cree filmmaker Neil Diamond explored Hollywood depictions of Native Americans over the years, and found they fell into a few stereotypical categories: the Noble Savage, the Drunk Indian, the Mystic, the Indian Princess, the backward tribal people futilely fighting John Wayne and manifest destiny. While the 1990 film “Dances With Wolves” won praise for depicting Native Americans as fully fleshed out human beings, not all indigenous people embraced it. It was still told, critics said, from the colonialists’ point of view. In an interview, John Trudell, a Santee Sioux writer, actor (“Thunderheart”) and the former chairman of the American Indian Movement, described the film as “a story of two white people.”

“God bless ‘Dances with Wolves,’ ” Michael Horse, who played Deputy Hawk in “Twin Peaks,” said sarcastically. “Even ‘Avatar.’ Someone’s got to come save the tribal people.”

Dan Spilo, a partner at Industry Entertainment who represents Adam Beach, one of today’s most prominent Native American actors, said while typecasting dogs many minorities, it is especially intractable when it comes to Native Americans. Casting directors, he said, rarely cast them as police officers, doctors or lawyers. “There’s the belief that the Native American character should be on reservations or riding a horse,” he said.

“We don’t see ourselves,” Mr. Horse said. “We’re still an antiquated culture to them, and to the rest of the world.”

Ms. Cardinal said she was once turned down for the role of the wife of a child-abusing cop because the filmmakers felt that casting her would somehow be “too political.”

Another sore point is the long run of white actors playing American Indians, among them Burt Lancaster, Rock Hudson, Audrey Hepburn and, more recently, Johnny Depp, whose depiction of Tonto in the 2013 film “Lone Ranger,” was viewed as racist by detractors. There are, of course, exceptions. The former A&E series “Longmire,” which, as it happens, will now be on Netflix, was roundly praised for its depiction of life on a Northern Cheyenne reservation, with Lou Diamond Phillips, who is of Cherokee descent, playing a Northern Cheyenne man.

Others also point to the success of Mr. Beach, who played a Mohawk detective in “Law & Order: Special Victims Unit” and landed a starring role in the forthcoming D C Comics picture “Suicide Squad.” Mr. Beach said he had come across insulting scripts backed by people who don’t see anything wrong with them.

“I’d rather starve than do something that is offensive to my ancestral roots,” Mr. Beach said. “But I think there will always be attempts to drawn on the weakness of native people’s struggles. The savage Indian will always be the savage Indian. The white man will always be smarter and more cunning. The cavalry will always win.”

The solution, Mr. Wente, Mr. Trudell and others said, lies in getting more stories written by and starring Native Americans. But Mr. Wente noted that while independent indigenous film has blossomed in the last two decades, mainstream depictions have yet to catch up. “You have to stop expecting for Hollywood to correct it, because there seems to be no ability or desire to correct it,” Mr. Wente said.

There have been calls to boycott Netflix but, writing for Indian Country Today Media Network, which first broke news of the walk off, the filmmaker Brian Young noted that the distributor also offered a number of films by or about Native Americans.

The furor around “The Ridiculous Six” may drive more people to see it. Then one of the questions that Mr. Trudell, echoing others, had about the film will be answered: “Who the hell laughs at this stuff?”

Native American Actors Work to Overcome a Long-Documented Bias | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Mike Phillips, Half of Kentucky’s ‘Twin Towers’ of Basketball, Dies at 59

The 6-foot-10 Phillips played alongside the 6-11 Rick Robey on the Wildcats team that won the 1978 N.C.A.A. men’s basketball title.

Mike Phillips, Half of Kentucky’s ‘Twin Towers’ of Basketball, Dies at 59 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

ay 4, 2015 ‘Game of Thrones’ Q&A: Keisha Castle-Hughes on the Tao of the Sand Snakes

“It was really nice to play with other women and not have this underlying tone of being at each other’s throats.”

ay 4, 2015 ‘Game of Thrones’ Q&A: Keisha Castle-Hughes on the Tao of the Sand Snakes | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Jean Nidetch, 91, Dies; Pounds Came Off, and Weight Watchers Was Born

A 214-pound Queens housewife struggled with a lifelong addiction to food until she shed 72 pounds and became the public face of the worldwide weight-control empire Weight Watchers.

Jean Nidetch, 91, Dies; Pounds Came Off, and Weight Watchers Was Born | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Joseph Lechleider, a Father of the DSL Internet Technology, Dies at 82

Joseph Lechleider

Mr. Lechleider helped invent DSL technology, which enabled phone companies to offer high-speed web access over their infrastructure of copper wires.

Joseph Lechleider, a Father of the DSL Internet Technology, Dies at 82 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Rhapsody, a Lofty Literary Journal, Perused at 39,000 Feet

Photo
 
United’s first-class and business fliers get Rhapsody, its high-minded in-flight magazine, seen here at its office in Brooklyn. Credit Sam Hodgson for The New York Times

Last summer at a writers’ workshop in Oregon, the novelists Anthony Doerr, Karen Russell and Elissa Schappell were chatting over cocktails when they realized they had all published work in the same magazine. It wasn’t one of the usual literary outlets, like Tin House, The Paris Review or The New Yorker. It was Rhapsody, an in-flight magazine for United Airlines.

It seemed like a weird coincidence. Then again, considering Rhapsody’s growing roster of A-list fiction writers, maybe not. Since its first issue hit plane cabins a year and a half ago, Rhapsody has published original works by literary stars like Joyce Carol Oates, Rick Moody, Amy Bloom, Emma Straub and Mr. Doerr, who won the Pulitzer Prize for fiction two weeks ago.

As airlines try to distinguish their high-end service with luxuries like private sleeping chambers, showers, butler service and meals from five-star chefs, United Airlines is offering a loftier, more cerebral amenity to its first-class and business-class passengers: elegant prose by prominent novelists. There are no airport maps or disheartening lists of in-flight meal and entertainment options in Rhapsody. Instead, the magazine has published ruminative first-person travel accounts, cultural dispatches and probing essays about flight by more than 30 literary fiction writers.

 

Photo
 
Sean Manning, executive editor of Rhapsody, which publishes works by the likes of Joyce Carol Oates, Amy Bloom and Anthony Doerr, who won a Pulitzer Prize. Credit Sam Hodgson for The New York Times

 

An airline might seem like an odd literary patron. But as publishers and writers look for new ways to reach readers in a shaky retail climate, many have formed corporate alliances with transit companies, including American Airlines, JetBlue and Amtrak, that provide a captive audience.

Mark Krolick, United Airlines’ managing director of marketing and product development, said the quality of the writing in Rhapsody brings a patina of sophistication to its first-class service, along with other opulent touches like mood lighting, soft music and a branded scent.

“The high-end leisure or business-class traveler has higher expectations, even in the entertainment we provide,” he said.

Advertisement

Some of Rhapsody’s contributing writers say they were lured by the promise of free airfare and luxury accommodations provided by United, as well as exposure to an elite audience of some two million first-class and business-class travelers.

“It’s not your normal Park Slope Community Bookstore types who read Rhapsody,” Mr. Moody, author of the 1994 novel “The Ice Storm,” who wrote an introspective, philosophical piece about traveling to the Aran Islands of Ireland for Rhapsody, said in an email. “I’m not sure I myself am in that Rhapsody demographic, but I would like them to buy my books one day.”

In addition to offering travel perks, the magazine pays well and gives writers freedom, within reason, to choose their subject matter and write with style. Certain genres of flight stories are off limits, naturally: no plane crashes or woeful tales of lost luggage or rude flight attendants, and nothing too risqué.

“We’re not going to have someone write about joining the mile-high club,” said Jordan Heller, the editor in chief of Rhapsody. “Despite those restrictions, we’ve managed to come up with a lot of high-minded literary content.”

Guiding writers toward the right idea occasionally requires some gentle prodding. When Rhapsody’s executive editor asked Ms. Russell to contribute an essay about a memorable flight experience, she first pitched a story about the time she was chaperoning a group of teenagers on a trip to Europe, and their delayed plane sat at the airport in New York for several hours while other passengers got progressively drunker.

“He pointed out that disaster flights are not what people want to read about when they’re in transit, and very diplomatically suggested that maybe people want to read something that casts air travel in a more positive light,” said Ms. Russell, whose novel “Swamplandia!” was a finalist for the 2012 Pulitzer Prize.

She turned in a nostalgia-tinged essay about her first flight on a trip to Disney World when she was 6. “The Magic Kingdom was an anticlimax,” she wrote. “What ride could compare to that first flight?”

Ms. Oates also wrote about her first flight, in a tiny yellow propeller plane piloted by her father. The novelist Joyce Maynard told of the constant disappointment of never seeing her books in airport bookstores and the thrill of finally spotting a fellow plane passenger reading her novel “Labor Day.” Emily St. John Mandel, who was a finalist for the National Book Award in fiction last year, wrote about agonizing over which books to bring on a long flight.

“There’s nobody that’s looked down their noses at us as an in-flight magazine,” said Sean Manning, the magazine’s executive editor. “As big as these people are in the literary world, there’s still this untapped audience for them of luxury travelers.”

United is one of a handful of companies showcasing work by literary writers as a way to elevate their brands and engage customers. Chipotle has printed original work from writers like Toni Morrison, Jeffrey Eugenides and Barbara Kingsolver on its disposable cups and paper bags. The eyeglass company Warby Parker hosts parties for authors and sells books from 14 independent publishers in its stores.

JetBlue offers around 40 e-books from HarperCollins and Penguin Random House on its free wireless network, allowing passengers to read free samples and buy and download books. JetBlue will start offering 11 digital titles from Simon & Schuster soon. Amtrak recently forged an alliance with Penguin Random House to provide free digital samples from 28 popular titles, which passengers can buy and download over Amtrak’s admittedly spotty wireless service.

Amtrak is becoming an incubator for literary talent in its own right. Last year, it started a residency program, offering writers a free long-distance train trip and complimentary food. More than 16,000 writers applied and 24 made the cut.

Like Amtrak, Rhapsody has found that writers are eager to get onboard. On a rainy spring afternoon, Rhapsody’s editorial staff sat around a conference table discussing the June issue, which will feature an essay by the novelist Hannah Pittard and an unpublished short story by the late Elmore Leonard.

“Do you have that photo of Elmore Leonard? Can I see it?” Mr. Heller, the editor in chief, asked Rhapsody’s design director, Christos Hannides. Mr. Hannides slid it across the table and noted that they also had a photograph of cowboy spurs. “It’s very simple; it won’t take away from the literature,” he said.

Rhapsody’s office, an open space with exposed pipes and a vaulted brick ceiling, sits in Dumbo at the epicenter of literary Brooklyn, in the same converted tea warehouse as the literary journal N+1 and the digital publisher Atavist. Two of the magazine’s seven staff members hold graduate degrees in creative writing. Mr. Manning, the executive editor, has published a memoir and edited five literary anthologies.

Mr. Manning said Rhapsody was conceived from the start as a place for literary novelists to write with voice and style, and nobody had been put off that their work would live in plane cabins and airport lounges.

Still, some contributors say they wish the magazine were more widely circulated.

“I would love it if I could read it,” said Ms. Schappell, a Brooklyn-based novelist who wrote a feature story for Rhapsody’s inaugural issue. “But I never fly first class.”

Rhapsody, a Lofty Literary Journal, Perused at 39,000 Feet | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Jayne Meadows, Actress and Steve Allen’s Wife and Co-Star, Dies at 95

Ms. Meadows was the older sister of Audrey Meadows, who played Alice Kramden on “The Honeymooners.”

Jayne Meadows, Actress and Steve Allen’s Wife and Co-Star, Dies at 95 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

biaya paket berangkat umroh ramadhan di Pisangan Baru jakarta
biaya paket umroh awal tahun di Pal Meriam jakarta
harga berangkat umrah januari di Cakung Barat jakarta
harga paket berangkat umroh maret di Jatinegara Kaum jakarta
paket promo umrah februari di Ujung Menteng jakarta
paket promo berangkat umroh juni bogor
biaya umroh juni di Pondok Kopi jakarta
biaya paket umrah mei di Halim Perdanakusuma jakarta
promo berangkat umroh juni di Pekayon jakarta
harga umroh mei di Pasar Rebo jakarta
harga umrah mei di Klender jakarta
promo umrah februari di Balekambang jakarta
biaya umroh akhir tahun di Pinang Ranti jakarta
harga umroh juni di Ceger jakarta
harga berangkat umroh april di Malaka Jaya jakarta
biaya paket umrah desember di Utan Kayu Utara jakarta
biaya paket berangkat umrah april di Kebon Pala jakarta
paket promo umroh awal tahun di Bidaracina jakarta
paket promo umrah desember di Pisangan Timur jakarta
harga paket berangkat umrah awal tahun di Makasar jakarta
harga umrah akhir tahun di Pulogebang jakarta
paket berangkat umroh awal tahun di Susukan jakarta
harga paket berangkat umroh ramadhan di Cipinang Muara jakarta
paket berangkat umroh april di Cipayung jakarta
promo berangkat umroh awal tahun di Malaka Sari jakarta
biaya paket berangkat umrah ramadhan di Malaka Sari jakarta
biaya berangkat umroh akhir tahun di Cibubur jakarta
harga berangkat umrah maret tangerang
paket berangkat umroh ramadhan di Jatinegara jakarta
paket berangkat umrah januari di Kayu Manis jakarta
promo umrah desember di Bidaracina jakarta
harga umroh mei di Kampung Melayu jakarta
harga paket berangkat umrah juni di Pondok Ranggon jakarta
harga umrah akhir tahun di Matraman jakarta
biaya berangkat umrah februari di Kampung Gedong,Cijantung jakarta
biaya berangkat umrah april di Kayu Manis jakarta
paket berangkat umroh juni depok
biaya umrah april di Bambu Apus jakarta
harga umroh februari di Dukuh jakarta
promo berangkat umrah desember di Cawang jakarta
harga umrah akhir tahun di Ujung Menteng jakarta
harga umroh april di Pekayon jakarta
harga paket umroh mei di Duren Sawit jakarta
harga berangkat umrah ramadhan di Jati jakarta
harga paket berangkat umroh februari di Lubang Buaya jakarta
paket berangkat umrah juni di Makasar jakarta
biaya paket umrah desember di Cibubur jakarta
harga paket umroh awal tahun di Kebon Pala jakarta
paket promo berangkat umrah awal tahun di Cakung Timur jakarta
biaya umrah mei di Kampung Gedong,Cijantung jakarta
biaya paket umrah desember di Pondok Ranggon jakarta
biaya berangkat umrah januari di Cipinang Muara jakarta
biaya umroh april di Utan Kayu Selatan jakarta
harga paket berangkat umrah mei di Pulogebang jakarta
biaya paket berangkat umroh desember di Kampung Tengah jakarta
harga berangkat umrah april di Makasar jakarta
biaya berangkat umroh juni di Cipinang Cempedak jakarta
harga berangkat umrah akhir tahun di Pinang Ranti jakarta
paket umroh januari bekasi utara
harga paket berangkat umrah ramadhan di Cipinang Muara jakarta
biaya paket berangkat umroh akhir tahun di Matraman jakarta
paket promo berangkat umrah juni di Pondok Kelapa jakarta
harga berangkat umroh april di Makasar jakarta
harga berangkat umrah januari di Rawamangun jakarta
promo umroh januari di Ujung Menteng jakarta
harga paket umrah ramadhan di Lubang Buaya jakarta
biaya paket berangkat umrah januari di Pondok Bambu jakarta
promo umroh awal tahun di Jatinegara Kaum jakarta
paket promo berangkat umrah awal tahun di Kayu Putih jakarta
biaya paket umrah april di Cakung Barat jakarta
paket promo berangkat umroh desember di Lubang Buaya jakarta
paket promo berangkat umroh juni di Rawamangun jakarta
paket promo berangkat umroh april di Kramat Jati jakarta
biaya umroh ramadhan bekasi barat
harga paket umrah ramadhan bekasi timur
promo berangkat umroh juni di Rawa Bunga jakarta
paket umrah januari di Ceger jakarta
biaya paket umrah desember di Rambutan jakarta
biaya paket berangkat umrah april di Pondok Kelapa jakarta
promo umroh desember di Pulo Gadung jakarta
harga paket umrah april di Kampung Gedong,Cijantung jakarta
promo umroh awal tahun di Utan Kayu Selatan jakarta
biaya berangkat umroh januari bekasi selatan
paket promo berangkat umroh februari di Pisangan Baru jakarta
paket umrah april di Dukuh jakarta
paket berangkat umrah juni di Bambu Apus jakarta
paket umroh mei di Makasar jakarta
biaya umrah awal tahun bekasi timur
paket berangkat umroh awal tahun di Kramat Jati jakarta
paket promo berangkat umrah mei di Kampung Tengah jakarta
harga paket umroh januari di Kayu Manis jakarta
biaya berangkat umroh april di Bali Mester jakarta
biaya berangkat umrah februari di Pondok Kopi jakarta
biaya berangkat umroh juni di Pondok Ranggon jakarta
promo berangkat umrah april di Pondok Kelapa jakarta
harga paket umrah akhir tahun di Munjul jakarta
paket umroh januari di Cililitan jakarta
paket promo berangkat umrah ramadhan di Rawa Terate jakarta
paket promo berangkat umrah april depok
promo umrah maret bekasi utara