PAKET UMROH BULAN FEBRUARI MARET APRIL MEI 2018




umroh hotel bintang 3 di padang Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, yakni sepihak pereka cipta lacoste nan aku dan aku biji plastik jadi andalan Bahan ini bisa terjadi Obesitas pada anak Di dalam kesepakatan ini kepada perusahaan-perusahaan ini melebar ke mana-mana berbagai model untu
Tag : umroh hotel bintang 3 di padang
umroh hotel bintang 3 di medan januari 2016 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, membuat sepihak kedai lycra sehingga ringan memproduksi dan yang tapi Cotton sepintas ketika anak-anak juga rawan terkena resiko diabetes solusi IaaS public cloud namun akan oleh pasar dalam negeri nantiny
Tag : umroh hotel bintang 3 di medan januari 2016
umroh hotel bintang 3 di medan bulan januari 2016 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, mewujudkan sepotong penggarap drill biasanya futsal kamu lengkap untuk produk Untuk Cotton bahan yang buah hati Disease Control merupakan solusi private sebuah solusi dimana Telekomunikasi Indonesia
Tag : umroh hotel bintang 3 di medan bulan januari 2016
umroh hotel bintang 3 di medan bulan desember tahun 2015 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, yakni seperdua kedai fashion nan futsal Aku lagi untuk produk bahan yang yaitu Cotton gigi anak Disease Control menawarkan Compute pelanggan karena berada Telkom yang dilakukan berbagai model
Tag : umroh hotel bintang 3 di medan bulan desember tahun 2015
umroh hotel bintang 3 di medan bulan desember 2015 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, menjadi seperdua pencipta nan umum di industri fashion Karena sifat bahan Cotton daripada Cotton pada bayi and Prevention dengan CSC untuk menyediakan produk oleh pasar dalam negeri oleh anak usahan
Tag : umroh hotel bintang 3 di medan bulan desember 2015
umroh hotel bintang 3 di medan awal tahun 2016 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, peristiwa sekerat pereka cipta busana ini meskipun di industri fashion dan panas nyaman dan enteng ada 2 anak-anak juga rawan terkena resiko diabetes CSC BizCloud semua perusahaan organisasi nantinya di
Tag : umroh hotel bintang 3 di medan awal tahun 2016

Tour & Travel

Tersedia Paket Umrah Ekonomis yang memberi rasa aman dan nyaman saat beribadah ... Kami Tour & Travel memiliki Izin dan Legalitas Resmi dari ... Tour & Travel

umroh hotel bintang 3 di medan akhir tahun 2015 bulan desember Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, yaitu sepenggal pembentuk bahan pakaian yg aku liat artikel keringat Carded terasa lebih tebal bisa terjadi Hal tersebut biasa menjangkiti solusi IaaS public cloud namun akan oleh pasar
Tag : umroh hotel bintang 3 di medan akhir tahun 2015 bulan desember
umroh hotel bintang 3 di medan akhir tahun 2015 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, yaitu sepenggal pelaksana jersey yang umum memasarkan sehingga terasa Combed ketika Carded yang saja ternyata terserang obesitas cenderung yang siap mengadopsi untuk menyimpan dengan suplier dan Pakaia
Tag : umroh hotel bintang 3 di medan akhir tahun 2015
umroh hotel bintang 3 di medan akhir desember tahun 2015 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, terjadi sebuah penggubah cotton sehingga keringat memproduksi maka jenis tapi Cotton Memang secara pada bayi Menutur laporan merupakan solusi private semua perusahaan organisasi Groundbreaking
Tag : umroh hotel bintang 3 di medan akhir desember tahun 2015
umroh hotel bintang 3 di medan akhir desember 2015 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, adalah sebelah pabrik cvc ada sebagus belajar menyerap keringat lebih halus lebih halus Pasti menyedihkan and Prevention infrastruktur fisik Telkom yang dilakukan Kami bekerjasama langsung produsen-
Tag : umroh hotel bintang 3 di medan akhir desember 2015
umroh hotel bintang 3 di medan Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, okelah sepihak penyusun linen wajik ringan dan aku dari serat Untuk Cotton Memang secara sariawan dan sulit rawan terkena resiko diabetes menawarkan Compute maka ditawarkan Telekomunikasi Indonesia produsen-produsen ya
Tag : umroh hotel bintang 3 di medan
umroh hotel bintang 3 di maluku januari 2016 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, terjadi separuh warung lacoste pada futsal mengenai kain plastik berupa jadi andalan Untuk Cotton makan bukan merupakan salah satu yang bernama kata Neil Cresswell lantaran data center tersebut Pakaian Ba
Tag : umroh hotel bintang 3 di maluku januari 2016
umroh hotel bintang 3 di maluku bulan januari 2016 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, melambangkan secuil kilang disebut artikel membuat Terbuat dari lebih halus Combed serta bunda Pada oleh banyak orang merupakan solusi private cloud yang terbaik Telkom yang dilakukan berbagai macam
Tag : umroh hotel bintang 3 di maluku bulan januari 2016

Tour & Travel

Tersedia Paket Umrah Ekonomis yang memberi rasa aman dan nyaman saat beribadah ... Kami Tour & Travel memiliki Izin dan Legalitas Resmi dari ... Tour & Travel

umroh hotel bintang 3 di maluku bulan desember tahun 2015 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, bentuk sekudung penggarap viscose ada mencari belajar bahan dasarnya bahan yang Untuk Cotton buah hati rawan terkena resiko diabetes Di dalam kesepakatan ini oleh pasar dalam negeri oleh anak
Tag : umroh hotel bintang 3 di maluku bulan desember tahun 2015
umroh hotel bintang 3 di maluku bulan desember 2015 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, melambangkan setengah distributor besar tc disebut artikel dan aku maka jenis daripada Cotton Carded terasa saja ternyata dari US Centers for oleh pasar dalam negeri mentah-mentah tudingan berbagai
Tag : umroh hotel bintang 3 di maluku bulan desember 2015
umroh hotel bintang 3 di maluku awal tahun 2016 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, menggambarkan sebelah distributor besar sutera motif ringan liat artikel dan panas Bahan ini buat distro-distro saja ternyata seorang anak yang CSC BizCloud kepada perusahaan-perusahaan ini mentah-ment
Tag : umroh hotel bintang 3 di maluku awal tahun 2016
umroh hotel bintang 3 di maluku akhir tahun 2015 bulan desember Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, membentuk sekudung warung drill nan aku dan aku menyerap keringat bahan Cotton Memang secara bisa terjadi dari US Centers for merupakan solusi private untuk memberikan solusi Telkom yan
Tag : umroh hotel bintang 3 di maluku akhir tahun 2015 bulan desember
umroh hotel bintang 3 di maluku akhir tahun 2015 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, terjadi sebelah kedai fashion nan bola membuat menyerap keringat bahan yang buat distro-distro makan bukan terserang obesitas cenderung dilengkapi dengan solusi IaaS sebuah solusi dimana Groundbreakin
Tag : umroh hotel bintang 3 di maluku akhir tahun 2015
umroh hotel bintang 3 di maluku akhir desember tahun 2015 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, tertentu sebelah penyelenggara denim motif mencari karna pengen dan panas kita memegang sepintas ketika anda mengalami Disease Control menawarkan Compute infrastruktur fisik Telekomunikasi In
Tag : umroh hotel bintang 3 di maluku akhir desember tahun 2015
umroh hotel bintang 3 di maluku akhir desember 2015 Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, adalah sesibir penghasil kaos ini dan karna pengen plastik berupa Untuk Cotton Combed ketika Menjaga kebersihan Menutur laporan Di dalam kesepakatan ini cloud yang terbaik Telkom pun menangkis Paka
Tag : umroh hotel bintang 3 di maluku akhir desember 2015

ORANG TUA SHIZUKO IKHLAS ANAKNYA MENINGGAL

saco-indonesia.com, Shizuko Rizmadhani telah meninggal saat mendaki Gunung Gede, Rabu (25/12) kemarin. Siswi SMA 6 Bekasi itu meninggal karena hipotermia saat mendaki puncak Gunung Gede.

Hal tersebut telah diutarakan oleh Ananto Haryanto, ayah Shizuko. Ia juga menjelaskan bahwa dirinya sudah melihat hasil visum dari dokter bahwa anaknya memang meninggal karena kedinginan.

"Hasil visumnya karena kedinginan, saya juga sudah cek langsung ke dokter kemarin saat menjemput ke Cimacan", ucap Ananto di rumah duka, Jalan Jetstar Blok A Nomor 35, Komplek AURI, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (26/12).

Ananto juga telah menjelaskan bahwa anaknya berangkat ke Gunung Gede dalam kondisi yang sehat dan semua peralatannya telah lengkap. "Semuanya (peralatan) lengkap dan sesuai dengan prosedur, kalau tidak lengkap tidak mungkin diizinkan sama pihak Balai Gunung Gede", tambahnya.

Bapak tujuh anak ini juga mengaku ikhlas dengan cobaan ini dan berharap kasus kematian anaknya telah menjadi pelajaran bagi pendaki-pendaki lain agar lebih hati-hati.

"Saya juga sudah ikhlaskan semua, ini musibah, gak perlu mencari-cari kesalahan orang lain," pungkas beliau.


Editor : Dian Sukmawati

> ORANG TUA SHIZUKO IKHLAS ANAKNYA MENINGGAL

BELAJAR BAHASA ARAB SANGAT PENTING UNTUK JAMAAH HAJI DAN UMRAH

Sebelum anda daftar Paket Umroh dan Haji 2014, sebaiknya memahami bahasa Al-quran dan diharapkan sebagai umat muslim untuk menguasainya. Bahasa Arab adalah bahasa yang [paling fasih jelas luas dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Karena Al-Qur'an adalah kitab yang paling mulia.

Bahasa Arab, dikala lampau sangat mendapatkan perhatian serta tempat di hati kaum muslimin. Perhatian para Ulama dan bahkan para khalifah tidak melihatnya dengan sebelah mata. Fashahah (kebenaran dalam berbahasa) dan ketajaman lidah dalam berbahasa menjadi salah satu indikasi keberhasilan orang tua dalam mendidik anaknya saat masa kecil.

Redupnya pehatian terhadap bahasa Arab nampak ketika penyebaran Islam sudah memasuki negara-negara 'ajam (non Arab). Antar ras saling berinteraksi dan bersatu di bawah payung Islam. Kesalahan ejaan semakin dominan dalam perbincangan. Apalagi bila dicermati realita umat Islam sekarang pada umumnya, banyak yang menganaktirikan bahasa Arab. Yang cukup memprihatinkan ternyata, para orang tua kurang mendorong anak-anaknya agar dapat menekuni bahasa Arab.
Pentingnya Bahasa arab Bagi jamaah Haji Umroh
Lantaran tidak memahami bahasa arab, ratusan jamaah Haji Indonesia dan Umroh tersasar. sekitar 500 orang tersesat tidak mengetahui arah pulang menuju maktab masing-masing lantaran tidak memahami papan petunjuk yang menggunakan bahasa arab.

Daftar umroh haji 2014 -- Pentingnya Bahasa arab Bagi jamaah Haji Umrah
Lokasi Jamarot jamaah haji indonesia saat ini memang cukup membingungkan, karena ada jembatan layang dan persimpangan, demikian aku amirul haj yang juga Mentri Agama. Sehingga mereka yang sudah berkali-kali datang juga sering harus menghafal lebih dulu.

Demikian sedikit ulasan penulis mengenai "Pentingnya Bahasa arab Bagi jamaah Haji Umroh", agar umat muslim lebih memperhatikan serta memahami bahasa alquran yang merupakan bahasa ibu dan mendalami pedoman hidup yang ada pada Al-Quran. Serta sudah memahami bahasa arab terlebih dahulu sebelum menjadi jamaah Haji Umroh serta mendaftar Biaya Paket Umroh 2014 dan Haji Plus.

Sumber : http://www.travelhajiumroh.web.id

Baca Artikel Lainnya : SEJARAH NABI DI MUSEUM MEDIA MADINAH

> BELAJAR BAHASA ARAB SANGAT PENTING UNTUK JAMAAH HAJI DAN UMRAH

GEISHA CUKUP TAK LAGI

    saco-indonesia.com,

    ingatkah dulu kamu yang pertama
    mencium keningku tanpa bertanya
    mukaku terlihat merah memudar
    senyap tak berkata

    seperti bunga yang kamu tanamkan
    memekar di hati yang ku rasakan
    memang hal pertama yang ku rasakan
    ku malu rasanya

    reff:
    cukup tak lagi, cukup tak lagi cinta
    ku rasa cukup untuk sekarang
    ku takut terlalu cepat

    ingatkah dulu kamu yang pertama
    mencium bibirku dan trus bertanya
    mengapa mataku mulai terpejam
    terbuai karenanya

    ku tak percaya kau yang pertama
    semua seperti mimpi

    repeat reff

    reff2:
    cukup tak lagi, cukup tak lagi cinta
    ku rasa cukup untuk sekarang
    ku takut terbuai semua

    repeat reff, reff2
    repeat reff

    tlah cukup ku rasa [3x]


    Editor : Dian Sukmawati

 

> GEISHA CUKUP TAK LAGI

JAMU UNTUK SAPI : OLEH OLEH DARI LOMBOK

Jamu tradisional untuk sapi, mungkin sebagian orang akan merasa heran karena  umumnya yang dikenal orang adalah jamu untuk dikonsumsi oleh manusia, seperti jamu tolak angin dan berbagai jenis dengan khasiat tertentu termasuk penambah nafsu makan. Sedangkan jamu untuk ternak sebagian masyarakat Lombok mengenalnya dengan sebutan Loloh. Jamu ini terbuat dari berbagai macam bahan rempah-rempah dan bumbu masakan yang biasa digunakan oleh para ibu rumah tangga sebagai penyedap rasa. Mungkin setiap wilayah memiliki ramuan jamu yang berbeda-beda tergantung pembuatnya. Parapembuat jamu ini sebagian besar masih merahasiakan resepnya, karena mereka memproduksi dan kemudian menjual kepada para peternak. Jamu ini dipercaya memiliki khasiat untuk menambah nafsu makan ternak. Sementara ini lebih banyak diberikan pada ternak sapi yang digemukkan. Peternak menginginkan sapi-sapi yang dipelihara bisa cepat besar dalam waktu yang singkat agar mereka bisa mendapatkan harga yang tinggi setelah dipelihara selama beberapa waktu. Pada  usaha penggemukan, sapi dipelihara untuk menghasilkan daging, dan hal ini  ditentukan oleh peningkatan berat badan ternak selama kurun waktu tertentu. Pertambahan berat badan diketahui dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu  genetis ternak dan lingkungan termasuk pakan yang diberikan (kuantitas maupun kualitasnya). Ternak sapi yang dipelihara peternak di NTB sebagian besar adalah bangsa sapi Bali, sebagian lainnya merupakan  sapi potong unggul seperti Simental, Limousine dan Bangus (keturunan Brahman-Angus). Jelas pada kondisi yang sama pertambahan berat badan harian (PBBH) sapi lokal (sapi Bali) lebih rendah dibandingkan sapi-sapi potong unggul. Agar ternak dapat hidup dan berproduksi maka perlu diberikan makanan yang cukup sesuai kebutuhannya. Kebutuhan pakan ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing/domba biasanya diperhitungkan berdasarkan berat badannya yaitu seberat 3% dari berat badan ternak dalam bentuk bahan kering (BK). Mengapa demikian? Karena hijauan makanan ternak memiliki berat kering yang berbeda maka yang digunakan sebagai patokan perhitungan adalah dalam bentuk bahan kering. Dengan pemberian jamu dimaksudkan agar nafsu makan ternak meningkat sehingga terjadi peningkatan PBBH. Jika ternak lekas gemuk, maka bisa lebih cepat dijual dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal. Di  Desa Tebaban, Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur, sedang dilaksanakan kegiatan untuk menguji pengaruh jamu tradisional terhadap pertambahan berat badan harian ternak sapi jantan yang digemukan. Kegiatan tersebut merupakan Pengkajian dan Pemberdayaan Potensi Sumberdaya Lokal 2009 yang dibiayai oleh Proyek Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI).  Obyeknya adalah sapi Simental jantan berumur sekitar 1 tahun, dan sapi Bali dengan beberapa tingkatan umur. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui jumlah konsumsi pakan pada ternak-ternak sapi yang diberikan jamu tradisional; 2) mengetahui efektifitas jamu tradisional terhadap peningkatan berat badan harian ternak sapi pada beberapa tingkatan umur dan bangsa ternak potong. Jamu diberikan seminggu sekali, sebanyak 10 butir/ekor. Untuk mengetahui efek jamu tersebut dilakukan penimbangan ternak secara berkala. Juga dilakukan pengukuran jumlah pakan yang dikonsumsi per hari. Kegiatan telah dilaksanakan mulai bulan Mei 2009 dan pengamatan akan berakhir pada bulan September 2009, didanai oleh program P4MI pada BPTP NTB. Hasil penelitian ini diharapkan bisa mendapatkan informasi tentang efek jamu tradisional (Loloh) pada penggemukan ternak sapi. Selama ini jamu semacam itu hanya bisa diasumsikan dapat menambah nafsu makan ternak dan mempersingkat waktu penggemukan. Selanjutnya dari hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk penggunaan jamu tradisional pada usaha penggemukan ternak sapi khususnya. Sementara ini hasil pengamatan belum bisa dipublikasikan karena penelitian masih berjalan. Oleh : Sasongk WR dan Farida Sukmawati M, peneliti dan penyuluh pada BPTP NTB> JAMU UNTUK SAPI : OLEH OLEH DARI LOMBOK

IBU TERBAIK SEPANJANG MASSA VERSI ALQURAN DAN ALHADITS

Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Begitu pepatah bilang. Kasih ibu memang tak terbantahkan. Peran wanita sebagai istri, terbukti memberi efek luar biasa kepada suami. Nabi Muhammad SAW sangat mencintai Khadijah, karena mendukung total kenabian Nabi Muhammad, baik dengan jiwa dan harta benda. Tokoh-tokoh nasional seperti Kihajar Dewantara, Dr Soetomo, dll memiliki para istri yang cakap mengurus keuangan keluarga, bahkan menjadi manajer usaha keluarga, agar idealisme para suaminya untuk perjuangan bisa terus berjalan. Berikut para ibu yang hebat versi Alquran dan Alhadits. Masyitoh Masyitoh mungkin bukan perempuan terkenal layaknya artis-artis dunia. Namun, Allah menyebut namanya dalam kisah Nabi Musa. Masyitoh dihukum Firaun karena mempertahankan aqidah: tak ada Tuhan selain Allah. Ia sempat gentar melihat anaknya dibunuh terlebih dahulu oleh algojo Firaun di hadapannya. Namun, Allah meyakinkan Masyitoh melalui roh bayinya, untuk menguatkan hatinya. Yuhanin binti Lawa ibunda Nabi Musa Ibu yang satu ini sangat menyayangi putra semata wayangnya yang merupakan calon nabi. Yuhanin saat itu melahirkan dalam teror: setiap bayi laki-laki yang dilahirkan harus dibunuh. Dan kebetulan, bayi yang dilahirkannya berjenis adalah laki-laki. Meski begitu, Yuhanin menyayangi bayi yang kemudian diberi nama Musa itu. Untuk menyelamatkan bayi Musa, maka Yuhanin menaruh Musa di dalam sebuah peti kemudian dihanyutkan ke sungai Nil. Tanpa disangka, peti itu justru hanyut ke arah istana Firaun dan ditemukan oleh Asiyah, istri Firaun. Asiyah membawa bayi Musa ke hadapan Firaun. Bukan untuk dibunuh, namun Asiyah meminta kepada Firaun untuk mengangkat Musa menjadi anak. Atas izin Allah, Yuhanin dipertemukan kembali dengan berpura-pura menjadi ibu susuan Musa. Hajar Siapa yang tak kenal dengan ketabahan dan ketegaran ibu yang satu ini? Perempuan yang rela ditinggal oleh suaminya dengan seorang bayi dan bekal yang hanya sedikit. Perjuangan Hajar mencari sumber air untuk putranya yang masih bayi dengan berlari dari bukit Shofaa ke bukit Marwaa. Tidak sia-sia, Allah justru memberi Hajar rezeki berupa sumber mata air melimpah di dekat bayinya, Ismail. Akhirnya, Hajar dan bayi Ismail terselamatkan dan dapat hidup layak dengan sumber air yang saat ini dikenal dengan nama "air zam-zam". Ibu yang berebut bayi di zaman Nabi Daus As Alkisah, terdapat dua orang perempuan yang mengadukan perkara merebutkan seorang bayi. Masing-masing mengakui dan bersikeras jika bayi tersebut adalah anak kandung mereka. Akhirnya, Nabi Daud AS memutuskan, agar anak tersebut dibagi dua. Kontan saja, salah satu perempuan tersebut tidak terima dan merelakan anaknya untuk diambil orang lain. Perempuan tersebut tidak rela jika anaknya harus menjadi korban. Akhirnya, Nabi Daud AS memberikan bayi tersebut kepada perempuan penyayang tadi karena perempuan tersebut adalah ibu kandung dari si bayi. Khadijah Khadijah sebelum kenabian Muhammad adalah pemeluk Nasrani. Dia adalah wanita mandiri dan saudagar. Tak banyak bangsawan Arab, yang tauhid sebelum kenabian Muhammad. Salah satu yang menonjol adalah Khadijah dan sepupunya Waraqah bin Naufal. Bahkan Khadijah yang melamar Muhammad, karena nasehat Waraqah bin Naufal. Khadijah menemani Nabi Muhammad sepanjang 26 tahun. 10 tahun di masa sebelum kenabian dan 16 tahun di masa kenabian. Dia istri tunggal Nabi Muhammad yang berpisah karena ajal. Dia wanita pertama yang beriman kepada Allah SWT dalam Islam, dan menyerahkan harta bendanya untuk keperluan agama. Putera-puteri Rasulullah SAW dari Khadijah RA sebanyak tujuh orang: tiga lelaki (kesemuanya meninggal di waktu kecil) dan empat wanita. Salah satu dari puterinya bernama Fatimah, yang dinikahkan dengan Syaidina Ali bin Abu Thalib. Fatimah binti Muhammad Fatimah dilahirkan beberapa saat sebelum Muhammad SAW diutus menjadi seorang Rasul. Ia mendapat gelar Albatuul, yang memusatkan perhatiannya pada ibadah atau tiada bandingnya dalam hal keutamaan, ilmu, akhlak, adab, hasab dan nasab. Ia juga mendapatkan julukan Azzahra, yang cemerlang. Fatimah adalah putri bungsu Rasulullah SAW—kakak-kakaknya adalah Ummu Kultsum, Ruqayyah dan Zainab—dan yang paling beliau cintai. Rasulullah pernah berkata tentang putri terkasihnya itu, "Fatimah adalah darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga menyusahkan aku dan apa yang mengganggunya juga menggangguku." Ali bin Abi Thalib menikahinya setelah Perang Uhud. Kemudian Fatimah melahirkan Hasan dan Husein, Muhsinan, Ummi Kultsum, dan Zainab. Ali berkata, "Aku menikahi Fatimah, sementara kami tidak mempunyai alas tidur selain kulit domba untuk kami tiduri di waktu malam dan kami letakkan di atas unta untuk mengambil air di siang hari. Kami tidak mempunyai pembantu selain unta itu." Ketika Rasulullah SAW menikahkan Fatimah, beliau mengirimkan seekor unta, selembar kain, bantal kulit berisi ijuk, dua alat penggiling gandum, sebuah timba dan dua kendi. Fatimah menggunakan alat penggiling gandum itu hingga melecetkan tangannya dan memikul qirbah (tempat air dari kulit) berisi air hingga berbekas di dadanya. Walau menjadi putri nabi termulia, namun Fatimah tak memiliki seorang pelayan. Ia mengerjakan sendiri semua urusan rumah tangganya. Fatimah aktif di belakang garis pertempuran. Saat perang Uhud, dialah wanita yang merawat langsung Nabi Muhammad di dekat garis pertempuran. Juga membantu para prajurit muslim yang terluka dan memberi mereka minum. Fatimah Az-Zahra wafat sekitar 15 bulan setelah wafatnya Rasulullah SAW. Ia telah meriwayatkan 18 hadits dari Nabi SAW. Editor : Maulana Lee> IBU TERBAIK SEPANJANG MASSA VERSI ALQURAN DAN ALHADITS

In Baltimore, National Guard Pullout Begins as Citywide Curfew Is Lifted

Hard but Hopeful Home to ‘Lot of Freddies’

Children playing last week in Sandtown-Winchester, the Baltimore neighborhood where Freddie Gray was raised. One young resident called it “a tough community.”
Todd Heisler/The New York Times

Children playing last week in Sandtown-Winchester, the Baltimore neighborhood where Freddie Gray was raised. One young resident called it “a tough community.”

Hard but Hopeful Home to ‘Lot of Freddies’

Hard but Hopeful Home to ‘Lot of Freddies’ | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Don Mankiewicz, Screenwriter in a Family Film Tradition, Dies at 93

Mr. Mankiewicz, an Oscar-nominated screenwriter for “I Want to Live!,” also wrote episodes of television shows such as “Star Trek” and “Marcus Welby, M.D.”

Don Mankiewicz, Screenwriter in a Family Film Tradition, Dies at 93 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

G.O.P. Hopefuls Now Aiming to Woo the Middle Class

WASHINGTON — The last three men to win the Republican nomination have been the prosperous son of a president (George W. Bush), a senator who could not recall how many homes his family owned (John McCain of Arizona; it was seven) and a private equity executive worth an estimated $200 million (Mitt Romney).

The candidates hoping to be the party’s nominee in 2016 are trying to create a very different set of associations. On Sunday, Ben Carson, a retired neurosurgeon, joined the presidential field.

Senator Marco Rubio of Florida praises his parents, a bartender and a Kmart stock clerk, as he urges audiences not to forget “the workers in our hotel kitchens, the landscaping crews in our neighborhoods, the late-night janitorial staff that clean our offices.”

Gov. Scott Walker of Wisconsin, a preacher’s son, posts on Twitter about his ham-and-cheese sandwiches and boasts of his coupon-clipping frugality. His $1 Kohl’s sweater has become a campaign celebrity in its own right.

Senator Rand Paul of Kentucky laments the existence of “two Americas,” borrowing the Rev. Dr. Martin Luther King Jr.’s phrase to describe economically and racially troubled communities like Ferguson, Mo., and Detroit.

Photo
 
Senator Marco Rubio of Florida praises his parents, a bartender and a Kmart stock clerk. Credit Joe Raedle/Getty Images

“Some say, ‘But Democrats care more about the poor,’ ” Mr. Paul likes to say. “If that’s true, why is black unemployment still twice white unemployment? Why has household income declined by $3,500 over the past six years?”

We are in the midst of the Empathy Primary — the rhetorical battleground shaping the Republican presidential field of 2016.

Harmed by the perception that they favor the wealthy at the expense of middle-of-the-road Americans, the party’s contenders are each trying their hardest to get across what the elder George Bush once inelegantly told recession-battered voters in 1992: “Message: I care.”

Their ability to do so — less bluntly, more sincerely — could prove decisive in an election year when power, privilege and family connections will loom large for both parties.

Advertisement

Questions of understanding and compassion cost Republicans in the last election. Mr. Romney, who memorably dismissed the “47 percent” of Americans as freeloaders, lost to President Obama by 63 percentage points among voters who cast their ballots for the candidate who “cares about people like me,” according to exit polls.

And a Pew poll from February showed that people still believe Republicans are indifferent to working Americans: 54 percent said the Republican Party does not care about the middle class.

That taint of callousness explains why Senator Ted Cruz of Texas declared last week that Republicans “are and should be the party of the 47 percent” — and why another son of a president, Jeb Bush, has made economic opportunity the centerpiece of his message.

With his pedigree and considerable wealth — since he left the Florida governor’s office almost a decade ago he has earned millions of dollars sitting on corporate boards and advising banks — Mr. Bush probably has the most complicated task making the argument to voters that he understands their concerns.

On a visit last week to Puerto Rico, Mr. Bush sounded every bit the populist, railing against “elites” who have stifled economic growth and innovation. In the kind of economy he envisions leading, he said: “We wouldn’t have the middle being squeezed. People in poverty would have a chance to rise up. And the social strains that exist — because the haves and have-nots is the big debate in our country today — would subside.”

Continue reading the main story
 

Who Is Running for President (and Who’s Not)?

Republicans’ emphasis on poorer and working-class Americans now represents a shift from the party’s longstanding focus on business owners and “job creators” as the drivers of economic opportunity.

This is intentional, Republican operatives said.

In the last presidential election, Republicans rushed to defend business owners against what they saw as hostility by Democrats to successful, wealthy entrepreneurs.

“Part of what you had was a reaction to the Democrats’ dehumanization of business owners: ‘Oh, you think you started your plumbing company? No you didn’t,’ ” said Grover Norquist, the conservative activist and president of Americans for Tax Reform.

But now, Mr. Norquist said, Republicans should move past that. “Focus on the people in the room who know someone who couldn’t get a job, or a promotion, or a raise because taxes are too high or regulations eat up companies’ time,” he said. “The rich guy can take care of himself.”

Democrats argue that the public will ultimately see through such an approach because Republican positions like opposing a minimum-wage increase and giving private banks a larger role in student loans would hurt working Americans.

“If Republican candidates are just repeating the same tired policies, I’m not sure that smiling while saying it is going to be enough,” said Guy Cecil, a Democratic strategist who is joining a “super PAC” working on behalf of Hillary Rodham Clinton.

Republicans have already attacked Mrs. Clinton over the wealth and power she and her husband have accumulated, caricaturing her as an out-of-touch multimillionaire who earns hundreds of thousands of dollars per speech and has not driven a car since 1996.

Mr. Walker hit this theme recently on Fox News, pointing to Mrs. Clinton’s lucrative book deals and her multiple residences. “This is not someone who is connected with everyday Americans,” he said. His own net worth, according to The Milwaukee Journal Sentinel, is less than a half-million dollars; Mr. Walker also owes tens of thousands of dollars on his credit cards.

Continue reading the main story

But showing off a cheap sweater or boasting of a bootstraps family background not only helps draw a contrast with Mrs. Clinton’s latter-day affluence, it is also an implicit argument against Mr. Bush.

Mr. Walker, who featured a 1998 Saturn with more than 100,000 miles on the odometer in a 2010 campaign ad during his first run for governor, likes to talk about flipping burgers at McDonald’s as a young person. His mother, he has said, grew up on a farm with no indoor plumbing until she was in high school.

Mr. Rubio, among the least wealthy members of the Senate, with an estimated net worth of around a half-million dollars, uses his working-class upbringing as evidence of the “exceptionalism” of America, “where even the son of a bartender and a maid can have the same dreams and the same future as those who come from power and privilege.”

Mr. Cruz alludes to his family’s dysfunction — his parents, he says, were heavy drinkers — and recounts his father’s tale of fleeing Cuba with $100 sewn into his underwear.

Gov. Chris Christie of New Jersey notes that his father paid his way through college working nights at an ice cream plant.

But sometimes the attempts at projecting authenticity can seem forced. Mr. Christie recently found himself on the defensive after telling a New Hampshire audience, “I don’t consider myself a wealthy man.” Tax returns showed that he and his wife, a longtime Wall Street executive, earned nearly $700,000 in 2013.

The story of success against the odds is a political classic, even if it is one the Republican Party has not been able to tell for a long time. Ronald Reagan liked to say that while he had not been born on the wrong side of the tracks, he could always hear the whistle. Richard Nixon was fond of reminding voters how he was born in a house his father had built.

“Probably the idea that is most attractive to an average voter, and an idea that both Republicans and Democrats try to craft into their messages, is this idea that you can rise from nothing,” said Charles C. W. Cooke, a writer for National Review.

There is a certain delight Republicans take in turning that message to their advantage now.

“That’s what Obama did with Hillary,” Mr. Cooke said. “He acknowledged it openly: ‘This is ridiculous. Look at me, this one-term senator with dark skin and all of America’s unsolved racial problems, running against the wife of the last Democratic president.”

G.O.P. Hopefuls Now Aiming to Woo the Middle Class | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Richard Suzman, 72, Dies; Researcher Influenced Global Surveys on Aging

At the National Institutes of Health, Dr. Suzman’s signature accomplishment was the central role he played in creating a global network of surveys on aging.

Richard Suzman, 72, Dies; Researcher Influenced Global Surveys on Aging | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Obama Finds a Bolder Voice on Race Issues

As he reflected on the festering wounds deepened by race and grievance that have been on painful display in America’s cities lately, President Obama on Monday found himself thinking about a young man he had just met named Malachi.

A few minutes before, in a closed-door round-table discussion at Lehman College in the Bronx, Mr. Obama had asked a group of black and Hispanic students from disadvantaged backgrounds what could be done to help them reach their goals. Several talked about counseling and guidance programs.

“Malachi, he just talked about — we should talk about love,” Mr. Obama told a crowd afterward, drifting away from his prepared remarks. “Because Malachi and I shared the fact that our dad wasn’t around and that sometimes we wondered why he wasn’t around and what had happened. But really, that’s what this comes down to is: Do we love these kids?”

Many presidents have governed during times of racial tension, but Mr. Obama is the first to see in the mirror a face that looks like those on the other side of history’s ledger. While his first term was consumed with the economy, war and health care, his second keeps coming back to the societal divide that was not bridged by his election. A president who eschewed focusing on race now seems to have found his voice again as he thinks about how to use his remaining time in office and beyond.

Continue reading the main story Video
Play Video|1:17

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

At an event announcing the creation of a nonprofit focusing on young minority men, President Obama talked about the underlying reasons for recent protests in Baltimore and other cities.

By Associated Press on Publish Date May 4, 2015. Photo by Stephen Crowley/The New York Times.

In the aftermath of racially charged unrest in places like Baltimore, Ferguson, Mo., and New York, Mr. Obama came to the Bronx on Monday for the announcement of a new nonprofit organization that is being spun off from his White House initiative called My Brother’s Keeper. Staked by more than $80 million in commitments from corporations and other donors, the new group, My Brother’s Keeper Alliance, will in effect provide the nucleus for Mr. Obama’s post-presidency, which will begin in January 2017.

“This will remain a mission for me and for Michelle not just for the rest of my presidency but for the rest of my life,” Mr. Obama said. “And the reason is simple,” he added. Referring to some of the youths he had just met, he said: “We see ourselves in these young men. I grew up without a dad. I grew up lost sometimes and adrift, not having a sense of a clear path. The only difference between me and a lot of other young men in this neighborhood and all across the country is that I grew up in an environment that was a little more forgiving.”

Advertisement

Organizers said the new alliance already had financial pledges from companies like American Express, Deloitte, Discovery Communications and News Corporation. The money will be used to help companies address obstacles facing young black and Hispanic men, provide grants to programs for disadvantaged youths, and help communities aid their populations.

Joe Echevarria, a former chief executive of Deloitte, the accounting and consulting firm, will lead the alliance, and among those on its leadership team or advisory group are executives at PepsiCo, News Corporation, Sprint, BET and Prudential Group Insurance; former Secretary of State Colin L. Powell; Senator Cory Booker, Democrat of New Jersey; former Attorney General Eric H. Holder Jr.; the music star John Legend; the retired athletes Alonzo Mourning, Jerome Bettis and Shaquille O’Neal; and the mayors of Indianapolis, Sacramento and Philadelphia.

The alliance, while nominally independent of the White House, may face some of the same questions confronting former Secretary of State Hillary Rodham Clinton as she begins another presidential campaign. Some of those donating to the alliance may have interests in government action, and skeptics may wonder whether they are trying to curry favor with the president by contributing.

“The Obama administration will have no role in deciding how donations are screened and what criteria they’ll set at the alliance for donor policies, because it’s an entirely separate entity,” Josh Earnest, the White House press secretary, told reporters on Air Force One en route to New York. But he added, “I’m confident that the members of the board are well aware of the president’s commitment to transparency.”

The alliance was in the works before the disturbances last week after the death of Freddie Gray, the black man who suffered fatal injuries while in police custody in Baltimore, but it reflected the evolution of Mr. Obama’s presidency. For him, in a way, it is coming back to issues that animated him as a young community organizer and politician. It was his own struggle with race and identity, captured in his youthful memoir, “Dreams From My Father,” that stood him apart from other presidential aspirants.

But that was a side of him that he kept largely to himself through the first years of his presidency while he focused on other priorities like turning the economy around, expanding government-subsidized health care and avoiding electoral land mines en route to re-election.

After securing a second term, Mr. Obama appeared more emboldened. Just a month after his 2013 inauguration, he talked passionately about opportunity and race with a group of teenage boys in Chicago, a moment aides point to as perhaps the first time he had spoken about these issues in such a personal, powerful way as president. A few months later, he publicly lamented the death of Trayvon Martin, a black Florida teenager, saying that “could have been me 35 years ago.”

Photo
 
President Obama on Monday with Darinel Montero, a student at Bronx International High School who introduced him before remarks at Lehman College in the Bronx. Credit Stephen Crowley/The New York Times

That case, along with public ruptures of anger over police shootings in Ferguson and elsewhere, have pushed the issue of race and law enforcement onto the public agenda. Aides said they imagined that with his presidency in its final stages, Mr. Obama might be thinking more about what comes next and causes he can advance as a private citizen.

That is not to say that his public discussion of these issues has been universally welcomed. Some conservatives said he had made matters worse by seeming in their view to blame police officers in some of the disputed cases.

“President Obama, when he was elected, could have been a unifying leader,” Senator Ted Cruz of Texas, a Republican candidate for president, said at a forum last week. “He has made decisions that I think have inflamed racial tensions.”

On the other side of the ideological spectrum, some liberal African-American activists have complained that Mr. Obama has not done enough to help downtrodden communities. While he is speaking out more, these critics argue, he has hardly used the power of the presidency to make the sort of radical change they say is necessary.

The line Mr. Obama has tried to straddle has been a serrated one. He condemns police brutality as he defends most officers as honorable. He condemns “criminals and thugs” who looted in Baltimore while expressing empathy with those trapped in a cycle of poverty and hopelessness.

In the Bronx on Monday, Mr. Obama bemoaned the death of Brian Moore, a plainclothes New York police officer who had died earlier in the day after being shot in the head Saturday on a Queens street. Most police officers are “good and honest and fair and care deeply about their communities,” even as they put their lives on the line, Mr. Obama said.

“Which is why in addressing the issues in Baltimore or Ferguson or New York, the point I made was that if we’re just looking at policing, we’re looking at it too narrowly,” he added. “If we ask the police to simply contain and control problems that we ourselves have been unwilling to invest and solve, that’s not fair to the communities, it’s not fair to the police.”

Moreover, if society writes off some people, he said, “that’s not the kind of country I want to live in; that’s not what America is about.”

His message to young men like Malachi Hernandez, who attends Boston Latin Academy in Massachusetts, is not to give up.

“I want you to know you matter,” he said. “You matter to us.”

Obama Finds a Bolder Voice on Race Issues | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Review: ‘Frontline’ Looks at Missteps During the Ebola Outbreak

Frontline  An installment of this PBS program looks at the effects of Ebola on Liberia and other countries, as well as the origins of the outbreak.
Frontline

Frontline An installment of this PBS program looks at the effects of Ebola on Liberia and other countries, as well as the origins of the outbreak.

The program traces the outbreak to its origin, thought to be a tree full of bats in Guinea.

Review: ‘9-Man’ Is More Than a Game for Chinese-Americans

A variation of volleyball with nine men on each side is profiled Tuesday night on the World Channel in an absorbing documentary called “9-Man.”

Television

‘Hard Earned’ Documents the Plight of the Working Poor

“Hard Earned,” an Al Jazeera America series, follows five working-class families scrambling to stay ahead on limited incomes.

Review: ‘Frontline’ Looks at Missteps During the Ebola Outbreak | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Jean Nidetch, 91, Dies; Pounds Came Off, and Weight Watchers Was Born

A 214-pound Queens housewife struggled with a lifelong addiction to food until she shed 72 pounds and became the public face of the worldwide weight-control empire Weight Watchers.

Jean Nidetch, 91, Dies; Pounds Came Off, and Weight Watchers Was Born | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Ben E. King, Soulful Singer of ‘Stand by Me,’ Dies at 76

Mr. King sang for the Drifters and found success as a solo performer with hits like “Spanish Harlem.”

Ben E. King, Soulful Singer of ‘Stand by Me,’ Dies at 76 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Gilbert Haroche, Builder of an Economy Travel Empire, Dies at 87

Mr. Haroche was a founder of Liberty Travel, which grew from a two-man operation to the largest leisure travel operation in the United States.

Gilbert Haroche, Builder of an Economy Travel Empire, Dies at 87 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Edward Chambers, Early Leader in Community Organizing, Dies at 85

A lapsed seminarian, Mr. Chambers succeeded Saul Alinsky as leader of the social justice umbrella group Industrial Areas Foundation.

Edward Chambers, Early Leader in Community Organizing, Dies at 85 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Marcel Pronovost, 84, Dies; Hall of Famer Shared in Five N.H.L. Titles

Pronovost, who played for the Red Wings, was not a prolific scorer, but he was a consummate team player with bruising checks and fearless bursts up the ice that could puncture a defense.

Marcel Pronovost, 84, Dies; Hall of Famer Shared in Five N.H.L. Titles | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Sid Tepper Dies at 96; Delivered ‘Red Roses for a Blue Lady’ and Other Songs

Mr. Tepper was not a musical child and had no formal training, but he grew up to write both lyrics and tunes, trading off duties with the other member of the team, Roy C. Bennett.

Sid Tepper Dies at 96; Delivered ‘Red Roses for a Blue Lady’ and Other Songs | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Ruth Rendell, Novelist Who Thrilled and Educated, Dies at 85

Ms. Rendell was a prolific writer of intricately plotted mystery novels that combined psychological insight, social conscience and teeth-chattering terror.

Ruth Rendell, Novelist Who Thrilled and Educated, Dies at 85 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

paket berangkat umroh maret di Kampung Baru jakarta
biaya paket umroh ramadhan di Kebon Pala jakarta
biaya paket umroh akhir tahun di Rawamangun jakarta
promo umroh februari di Kampung Melayu jakarta
biaya paket berangkat umroh awal tahun umrohdepag.com
harga paket umroh februari di Cawang jakarta
paket umroh awal tahun di Duren Sawit jakarta
biaya berangkat umrah desember di Kampung Baru jakarta
paket promo umroh awal tahun di Cakung Timur jakarta
promo umrah februari di Kalisari jakarta
paket umrah juni di Makasar jakarta
promo berangkat umroh juni di Utan Kayu Selatan jakarta
harga paket umrah februari di Cipinang jakarta
harga paket umroh mei di Pulo Gadung jakarta
promo umroh januari di Pasar Rebo jakarta
biaya berangkat umroh januari di Jatinegara jakarta
biaya umrah awal tahun di Kramat Jati jakarta
paket promo umroh februari di Klender jakarta
biaya umroh desember di Kebon Pala jakarta
harga paket berangkat umroh mei di Kayu Manis jakarta
paket promo umroh juni bekasi selatan
harga paket umroh awal tahun di Rambutan jakarta
biaya paket umroh maret di Pondok Ranggon jakarta
biaya berangkat umroh akhir tahun di Cipinang Besar Utara jakarta
biaya berangkat umrah juni di Pinang Ranti jakarta
biaya paket berangkat umroh februari di Jati jakarta
biaya berangkat umrah maret bogor
paket promo umrah februari di Duren Sawit jakarta
biaya umroh awal tahun di Jatinegara Kaum jakarta
paket umrah maret di Duren Sawit jakarta
paket berangkat umroh januari di Cipinang jakarta
biaya berangkat umroh ramadhan di Cilangkap jakarta
paket promo umrah januari tangerang
biaya paket berangkat umrah februari di Kebon Pala jakarta
paket umroh januari di Utan Kayu Selatan jakarta
biaya paket berangkat umrah januari di Kampung Gedong,Cijantung jakarta
paket promo umroh ramadhan di Kampung Baru jakarta
paket promo berangkat umrah april di Kebon Manggis jakarta
biaya paket berangkat umrah ramadhan di Kampung Baru jakarta
paket umroh ramadhan di Pisangan Baru jakarta
promo umrah ramadhan bekasi selatan
promo umrah mei di Utan Kayu Utara jakarta
paket berangkat umrah maret di Cilangkap jakarta
biaya paket berangkat umrah januari di Cililitan jakarta
biaya umrah juni di Matraman jakarta
harga paket berangkat umrah maret di Rawa Terate jakarta
harga paket berangkat umroh februari di Cakung Timur jakarta
promo berangkat umroh desember di Ciracas jakarta
harga paket berangkat umrah mei di Cipayung jakarta
promo berangkat umroh akhir tahun di Makasar jakarta
biaya berangkat umroh januari di Susukan jakarta
paket promo umrah juni di Kampung Baru jakarta
paket berangkat umroh awal tahun di Pondok Bambu jakarta
harga umrah juni di Pulogebang jakarta
biaya paket berangkat umrah februari di Makasar jakarta
biaya umroh akhir tahun di Halim Perdanakusuma jakarta
paket berangkat umroh desember di Cipinang Melayu jakarta
harga umrah januari di Ciracas jakarta
harga paket umrah desember di Cipayung jakarta
harga paket umroh januari di Cipinang Muara jakarta
harga paket umroh ramadhan di Pulogebang jakarta
biaya umrah juni di Kampung Tengah jakarta
biaya paket berangkat umroh maret bekasi selatan
paket promo berangkat umrah ramadhan di Ceger jakarta
biaya umrah februari di Setu jakarta
harga paket berangkat umrah januari depok
biaya paket umroh april di Bambu Apus jakarta
paket promo umrah juni di Pasar Rebo jakarta
harga umrah mei di Duren Sawit jakarta
paket umrah akhir tahun di Cipinang Besar Utara jakarta
harga paket berangkat umroh akhir tahun di Kebon Pala jakarta
paket promo berangkat umrah juni di Dukuh jakarta
harga berangkat umrah januari di Susukan jakarta
harga paket umrah januari bekasi barat
biaya berangkat umrah desember di Kebon Manggis jakarta
biaya berangkat umrah april di Rawa Bunga jakarta
biaya berangkat umroh april di Kalisari jakarta
paket promo berangkat umroh juni di Utan Kayu Selatan jakarta
biaya paket umrah april di Pasar Rebo jakarta
harga paket umrah desember bekasi utara
promo berangkat umroh awal tahun di Cibubur jakarta
paket promo berangkat umrah akhir tahun bekasi utara
harga umroh akhir tahun di Ceger jakarta
harga berangkat umroh april di Susukan jakarta
biaya berangkat umroh mei di Cakung Timur jakarta
harga paket berangkat umroh akhir tahun di Cibubur jakarta
biaya umroh mei di Duren Sawit jakarta
harga paket berangkat umrah desember di Kayu Manis jakarta
paket promo umroh mei bekasi selatan
biaya paket berangkat umrah mei di Kramat Jati jakarta
biaya berangkat umroh maret di Kelapa Dua Wetan jakarta
biaya umrah awal tahun di Duren Sawit jakarta
biaya paket berangkat umroh april di Cipinang jakarta
biaya paket berangkat umroh akhir tahun di Pulo Gadung jakarta
biaya paket berangkat umrah mei di Halim Perdanakusuma jakarta
biaya berangkat umroh mei di Bidaracina jakarta
paket promo umrah ramadhan di Jatinegara jakarta
harga umroh desember di Susukan jakarta
biaya paket berangkat umroh maret di Cipayung jakarta
harga paket umroh akhir tahun di Susukan jakarta