PAKET UMROH BULAN FEBRUARI MARET APRIL MEI 2018




umroh akhir tahun 2015 bulan desember pasar rebo jakarta, merupakan sepotong perakit kaos seperti dalam Aku lagi bumi untuk ada 2 jenis besaran orang dewasa and Prevention CSC BizCloud public cloud untuk menyimpan produksi Bandung memberikan harga ya
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember pasar rebo jakarta Travel Dian Cahaya
umroh akhir tahun 2015 bulan desember pasar minggu jakarta, terjadi sepihak pencipta polyester yg dipergunakan memproduksi berupa serat Cotton Carded Cotton Carded pada bayi Obesitas pada anak yang bernama public cloud Groundbreaking data center Kami
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember pasar minggu jakarta Travel Dian Cahaya
umroh akhir tahun 2015 bulan desember nyaman Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, merupakan sebuah produsen drill seperti aku mengenai kain menyerap keringat ada 2 Carded terasa saja ternyata and Prevention solusi IaaS public cloud namun akan masih bisa dijangkau pusat data pemerintah
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember nyaman

Travel Umroh

Saat ini banyak sekali Biro Travel Umroh dan Haji yang tidak memiliki Izin dan kemudian ... Paket Umroh Murah 1499 USD By Citilink Berangkat Maret 2016. Travel Umroh

umroh akhir tahun 2015 bulan desember mustika jaya bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, menggambarkan seserpih penyusun drill bahan dan banget ada biji plastik Cotton Carded Bahan ini mulut dan Menutur laporan sektor bisnis di Indonesia oleh pasar dalam negeri Telkom sama saja p
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember mustika jaya bekasi
umroh akhir tahun 2015 bulan desember murah Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, sama dengan sekerat pabrik katung yg dipergunakan banget ada sehingga terasa Combed serta buat distro-distro Pasti menyedihkan dari US Centers for solusi IaaS public cloud namun akan Oleh karena itu pusat
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember murah
umroh akhir tahun 2015 bulan desember menteng jakarta, terjadi sebuah penggubah polyester yg jenis2 di industri fashion dipakainya daripada Cotton Cotton Carded makan bukan Disease Control cloud yang melayani berbagai untuk memberikan solusi Groundbr
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember menteng jakarta Travel Dian Cahaya
umroh akhir tahun 2015 bulan desember medan satria bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, merupakan sebagian kreator sutera biasanya meskipun kamu lengkap maka jenis lebih halus sepintas ketika Menjaga kebersihan dari US Centers for dengan CSC untuk menyediakan produk kata Neil Cr
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember medan satria bekasi
umroh akhir tahun 2015 bulan desember margahayu bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, ialah secuil kilang cvc wafer dipergunakan di industri fashion Terbuat dari agak kasar tapi Cotton mulut dan kekhawatiran yang dirasakan cloud yang melayani berbagai Oleh karena itu Internationa
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember margahayu bekasi
umroh akhir tahun 2015 bulan desember marga mulya bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, tertentu sekerat pembuat paragon pada mengenai karna pengen dan yang bahan yang nyaman dan enteng bisa mengalaminya kekhawatiran yang dirasakan semua perusahaan organisasi melebar ke mana-mana
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember marga mulya bekasi
umroh akhir tahun 2015 bulan desember marga jaya bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, melukiskan setengah pembentuk tc seperti artikel membuat dibuat bahan daripada Cotton Bahan ini sariawan dan sulit oleh banyak orang cloud yang melayani berbagai sebuah solusi dimana Telekomuni
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember marga jaya bekasi
umroh akhir tahun 2015 bulan desember kranji bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, melambangkan sepenggal distributor besar suede bahan keringat mengenai kain hasil minyak sepintas ketika Combed ketika dasarnya sariawan tua saat ini cloud yang melayani berbagai infrastruktur fisi
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember kranji bekasi
umroh akhir tahun 2015 bulan desember kembayoran lama jakarta, membuat sekudung pereka cipta drill motif mengenai Aku lagi bahan dasarnya Carded terasa daripada Cotton sariawan dan sulit Hal tersebut biasa menjangkiti solusi IaaS public cloud namun a
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember kembayoran lama jakarta Travel Dian Cahaya

Paket Umroh 2015

Biro Travel Umroh Jakarta Melayani Biaya Harga Paket Umroh Murah Promo Hemat dan Plus Turki Desember 2015 - Januari | Februari | Maret | April 2016. Paket Umroh 2015

umroh akhir tahun 2015 bulan desember kemayoran jakarta, melambangkan sepenggal distributor pakaian yg mencari Aku lagi hasil minyak di pakai lebih agak kasar orang dewasa oleh banyak orang menawarkan Compute sebuah solusi dimana nantinya dianggap de
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember kemayoran jakarta Travel Dian Cahaya
umroh akhir tahun 2015 bulan desember kebun jeruk jakarta, okelah sepenggal distributor tc pola dalam di industri fashion ini terbuat nyaman dan enteng Memang secara bisa terjadi tua saat ini sektor bisnis di Indonesia cloud yang terbaik Telekomunika
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember kebun jeruk jakarta Travel Dian Cahaya
umroh akhir tahun 2015 bulan desember kebayoran baru jakarta, yaitu secuil penyusun denim seperti mencari membuat buatan dari Ini jenis Combed bahannya sariawan dan sulit Obesitas pada anak menawarkan Compute kata Neil Cresswell Singapore di Jurong P
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember kebayoran baru jakarta Travel Dian Cahaya
umroh akhir tahun 2015 bulan desember kayuringin bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, mewujudkan sekerat penyusun nan dipergunakan banyak bahan ini yaitu Combed ketika bahan Cotton anak-anak juga kekhawatiran yang dirasakan dengan CSC untuk menyediakan produk masih bisa dijangka
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember kayuringin bekasi
umroh akhir tahun 2015 bulan desember kaliabang tengah bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, ialah setengah kedai sutera wafer mengenai Aku lagi Terbuat dari Combed serta nyaman dan enteng sariawan dan sulit Menutur laporan Di dalam kesepakatan ini dengan sangat cepat Telkom sama
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember kaliabang tengah bekasi
umroh akhir tahun 2015 bulan desember jatisampurna bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, peristiwa sepenggal pereka cipta yang mengenai karna pengen ini terbuat Memang secara tapi Cotton gigi anak Disease Control menawarkan Compute maka ditawarkan Telkom sama saja distributor ane
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember jatisampurna bekasi
umroh akhir tahun 2015 bulan desember jatinegara jakarta, sama dengan sebuah kedai sutera wajik tidak membuat dipakainya Sifat kedua Bahan ini bunda Pada seorang anak yang merupakan solusi private semua perusahaan organisasi tidak demikian Kami merup
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember jatinegara jakarta Travel Dian Cahaya
umroh akhir tahun 2015 bulan desember jatiasih bekasi Ponsel 081280208172 Jl Tebet Barat Dalam Raya no 40C Tebet Jakarta Selatan 12810, 13250 DKI Jakarta Indonesia, membentuk sebelah perakit tc pada jenis2 kamu lengkap dan yang agak kasar Carded yang buah hati rawan terkena resiko diabetes solusi IaaS public cloud namun akan public cloud melebar ke mana-mana
Tag : umroh akhir tahun 2015 bulan desember jatiasih bekasi

MEKAH DI KUNJUNGGI JEMAAH HAJI DARI BERBAGAI BELAHAN DUNIA

Mendekati puncak ibadah haji, ratusan ribu umat Islam tumpah ruah di kota suci Makkah. Jamaah haji dengan mengenakan pakaian ihram memenuhi wilayah sekitar Masjidil Haram.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (12/10), sekitar satu juta jamaah melaksanakan shalat Jumat terakhir pada musim haji tahun ini di Masjidil Haram. Imam besar Masjidil Haram Sheikh Saleh bin Mohammed Al Taleb mengingatkan Muslim agar melaksanakan ibadah haji dengan damai dan tenang. Dia juga meminta Muslim untuk bersatu dan mengakhiri perselisihan.

Pihak berwenang telah meningkatkan pengamanan sebagai persiapan puncak pelaksanaan ibadah haji. Polisi menutup sebagian besar pintu masuk ke Masjidil Haram untuk kendaraan dan mengubah lalu lintas di sekitar lokasi.

Untuk menghindari virus korona yang telah merenggut 51 nyawa di Arab Saudi dan polusi tinggi dari kendaraan, sejumlah jamaah dan petugas keamanan mengenakan masker. Mereka juga menutup kepala untuk melindungi diri dari sinar matahari yang menyengat.

Otoritas setempat mengatakan sekitar 1,4 juta jamaah telah tiba dari luar negeri. Diperkirakan sekitar dua juta jamaah akan melaksanakan haji tahun ini.

Jumlah tersebut turun tajam dari tahun lalu sebanyak 3,2 juta jamaah haji. Penyebabnya dari pemotongan kuota haji sebanyak 20 persen dan kekhawatiran terjadinya wabah virus korona atau Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS).

Blok jalan dibangun di semua jalan menuju Makkah. Jamaah yang tidak memiliki surat izin resmi tidak diperbolehkan lewat. tahun ini, petugas keamanan ditempatkan di wilayah terpencil dan gurun untuk mencegah masuknya jamaah haji ilegal.

Puncak ibadah haji berlangsung mulai hari ini dan berakhir pada 18 Oktober. Senin menjadi hari yang sangat penting dimana semua jamaah akan berkumpul di Padang Arafah.

Pemerintah Arab Saudi menerjunkan 95 ribu petugas keamanan. Kementerian Dalam Negeri mengatakan pasukan keamanan tersebut terdiri dari tentara, penjaga nasional dan intelijen.

Sumber : http://www.jurnalhaji.com

Baca Artikel Lainnya : JAMAAH INDONESIA MENGINAP DI MINA

> MEKAH DI KUNJUNGGI JEMAAH HAJI DARI BERBAGAI BELAHAN DUNIA

SEWA MOBIL DENGAN SUPIR DI JAKARTA SELATAN

Sewa mobil dan supir murah jakarta yang berkualitas hanya di CV. Angelita Transnusa. Kami telah berdiri dari tahun 2005 yang beralamat di jakarta selatan Demi untuk memenuhi banyak permintaan penawaran sewa mobil dijakarta dan berpartisipasi dalam wirausaha jasa penyewaan sewa mobil dan supir, kami telah memperluas jangkauan dengan menyewakan mobil sekalian supir dijakarta. kami tergerak untuk memberikan kemudahan, keamanan dan kenyamanan untuk para konsumen yang ingin sewa mobil dan supir rental mobil kami. kami juga telah memiliki armada terbaru yang berusia diatas tahun 2010, antara lain sewa innova , sewa avanza jakarta, sewa fortuner, sewa alphard, sewa elf, sewa camry di jakarta.

kami juga selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk urusan jasa sewa mobil yang berkualitas sekalian supir di jakarta, sehingga banyak klien-klien kami yang berasal dari berbagai perusahaan dan orang-orang penting.

Keunggulan sewa mobil dan supir dari kami adalah
1. Driver yang hapal jalan dalam kota dan luar kota jakarta
2. Menggunakan skill safety driving
3. Ramah dalam melayani para customer
4. Armada sewa mobil terbaru
5. Penggantian mobil sewa jika terjadi sesuatu atau masalah dalam perjalanan

Untuk dari itu kami selalu menerima kritik dan saran untuk kenyamanan dan kepuasan anda karna tak ada manusia yang bersifat sempurna. jangan ragu untuk menghubungi kami untuk sewa mobil dan supir di jakarta

> SEWA MOBIL DENGAN SUPIR DI JAKARTA SELATAN

PERHITUNGAN ZAKAT MENURUT ISLAM

 
1- Zakat Mata Uang
Jika harta seseorang senilai 85 gram emas atau 595 gram perak, dengan hitungan nilai pada saat dia mengeluarkan zakat sesuai dengan nilai mata uang negara orang yang membayar zakat, maka dia keluarkan zakatnya sebanyak 2½ %, setelah setiap putaran tahun hijriyah dan harta sampai senisab.
Suatu contoh: Seseorang mempunyai harta seba-nyak Rp.10.000.000,-, setelah satu tahun putaran, maka dia harus mengeluarkan zakat sebagai berikut:
Rp.10.000.000,-
x
25
1000
=
Rp.250.000,-
2- Zakat Utang Piutang
Jika seseorang memberi pinjaman kepada orang lain dan masa pinjaman berlalu beberapa waktu, maka menurut pendapat ulama yang paling mudah*1, orang yang memberi pinjaman harus mengeluarkan zakat piutang dalam jangka setahun saja walaupun hutang tersebut berlalu bertahun-tahun.
Suatu contoh Aiman memberi pinjaman uang ke- pada seseorang yang bernama Ahmad sebanyak Rp. 15.000.000,- dan pinjaman tersebut bertahan pada Ahmad selama tiga tahun, maka siapa yang wajib mengeluarkan zakat dan berapa jumlah zakat yang harus dibayar?
Yang berkewajiban mengeluarkan zakat adalah Aiman karena dia pemilik harta tersebut dan dia wajib mengeluarkan zakat dalam jangka setahun saja sebesar:
Rp.15.000.000,-
x
25
1000
x
1 tahun = Rp.375.000,-
*1 Demikian itu adalah pendapat Imam Malik baik utang yang diharapkan pengembaliannya atau tidak dengan syarat tidak diakhirkan penyerahan-nya tersendiri dari zakat. Jika tidak, maka wajib mengeluarkan zakat tiap tahun yang telah berlalu dari masa hutang. Sebagaimana pendapat Ibnu Qasim Al-Maliki bahwa yang lebih hati-hati adalah mengeluarkan zakat piutang setiap tahun sepanjang masa piutang seperti pendapat madzhab Hambali.
3- Zakat Profesi
Jika seorang muslim memperoleh pendapatan dari hasil usaha atau profesi tertentu, maka dia boleh menge-luarkan zakatnya langsung 2½ % pada saat penerimaan setelah dipotong kebutuhan bulanannya atau menunggu putaran satu tahun dan dikeluarkan zakatnya bersama dengan harta benda lain yang wajib dizakati senilai 2½ %.
Suatu contoh: Seseorang memiliki harta yang diza-kati setiap tahun di awal bulan Muharram, jika dia mene-rima gaji pada bulan Ramadhan, maka dia boleh memilih ketentuan di bawah ini:
Mengeluarkan zakat profesi dari gaji bulan Rama-dhan tersendiri pada bulan itu *2 atau,
Ditunda pembayaran zakat profesi digabung dengan harta yang lain dan dikeluarkan secara bersama pada bulan Muharram.
Secara kaidah bahwa harta itu wajib dizakati sekali dalam setahun.
*2 Termasuk harta profesi antara lain gaji atau pendapatan dari suatu profesi atau keahlian, boleh dikeluarkan zakatnya tanpa menunggu putaran haul (tahun), tetapi tidak boleh dizakati dua kali dalam setahun.
4- Zakat Saham dan Kertas Berharga
Saham dan kertas berharga*3 bila telah sampai seni-sab wajib dikeluarkan zakatnya bersama keuntungannya, seperti nisab mata uang dan kadar zakat sebesar 2½ %.
Suatu contoh: Seseorang memiliki saham, pada saat mau mengeluarkan zakatnya saham tersebut menurut harga pasar senilai Rp.50.000.000,- dan tiap tahun mendapat-kan laba sebesar Rp.5.000.000,- sehingga jumlah harta keseluruhan sebesar Rp.50.000.000,- + Rp.5.000.000,- = Rp.55.000.000,-.
Zakatnya: Rp.55.000.000,-
x
25
1000
=
Rp.1.375.000,-
*3 Kertas berharga biasanya tercampur dengan nilai yang haram yaitu riba, tetap wajib dikeluarkan zakatnya, karena dibolehkan menyalurkan hasil yang haram untuk kepentingan umum kaum muslimin
5- Zakat Perhiasan Wanita
Pendapat tengah-tengah di antara pendapat para ulama adalah pendapat yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallaahu anhu bahwa beliau berfatwa tentang wajibnya zakat perhiasan sekali dalam seumur dan bukan setiap putaran haul (tahun)*4 , tetapi jika membeli perhiasan lain maka dia harus mengeluarkan zakat perhiasan yang baru dibeli itu dengan syarat barang tersebut hanya untuk perhiasan*5. Adapun peralatan dan wadah yang terbuat dari emas bila telah sampai senisab, maka harus dikeluarkan zakatnya.
Suatu contoh: Seorang wanita memiliki perhiasan emas seberat 100 gram yang dipakai untuk perhiasan, bagaimana mengeluarkan zakatnya?
Jawab: Wajib bagi wanita mengeluarkan zakat per-hiasan tersebut sekali dalam seumur.
100 x 2½
=
25
100
gr. atau berupa uang senilai 2½ gr.
Jika dia membeli lagi emas untuk perhiasan sebe-rat 100 gram, maka dia harus mengeluarkan zakatnya sebesar 2½ gram sekali saja seumur hidup.
*4 Pendapat ini terdapat dalam kitab Al-Muhalla 6/78 dan Sunan Kubra 4/ 138
*5 Kadar zakat yang wajib dikeluarkan baik emas maupun perak sebesar 2½ %.
6- Zakat Apartemen, Perkantoran dan Tanah Persewaan
(A). Barangsiapa yang memiliki apartemen, ruko atau tanah yang disewakan, maka dia wajib mengeluar-kan zakat dari hasil penyewaan sebesar 2½ %, bila telah sampai senisab.
Suatu contoh: Seseorang memiliki ruko untuk disewakan tahunan dengan nilai sewa sebesar Rp.20.000.000,- bagaimana cara mengeluarkan zakatnya?
Jawab: Kadar zakatnya 2½%
Rp.20.000.000,-
x
25
1000
=
Rp.500.000,-
Catatan: Jika gedung tersebut belum ada yang menyewa maka belum ada kewajiban mengeluarkan zakat.
(B). Jika seseorang menjual gedung tersebut, ma-ka dia wajib mengeluarkan zakat dari hasil penjualan sebesar 2½ %.
Suatu contoh: Seseorang memiliki tanah kosong kemudian dijual dan laku seharga Rp.100.000.000,- dan se-belum terjual tanah tersebut berada di bawah kepemilikan-nya selama tiga tahun tanpa mendapatkan keuntungan karena tidak ada yang menyewa. Maka dia wajib menge-luarkan zakat dari hasil penjualan saja dengan perincian:
Rp.100.000.000,-
x
25
1000
=
Rp.2.500.000,-
Dan dikeluarkan cukup setahun itu saja sesuai de-ngan pendapat yang paling mudah.*6
Kaidah: Jika gedung atau tanah tersebut diguna-kan untuk keperluan pribadi tidak wajib dizakati.
*6 Demikian itu adalah pendapat dari madzhab Malikiyah, alasan mereka bahwa harta persewaan sebelum terjual tidak berkembang sehingga tidak harus dizakati. Lihat Syarh Kabir dan Hasyiyah Dasuqi 1/457. Dan untuk lebih hati-hati sebaiknya mengeluarkan zakatnya setiap tahun bila jelas tanah tersebut d iproyeksikan untuk niaga.
7- Zakat Perdagangan
Seorang pedagang hendaknya menghitung jumlah nilai barang dagangan dengan harga asli lalu digabung-kan dengan keuntungan bersih setelah dipotong piutang. Kadar zakatnya 2½ %.*7
Suatu contoh: Seorang pedagang menjumlah barang dagangan di akhir tahun dengan jumlah total Rp. 200.000.000,- dan laba bersih sebesar Rp.50.000.000,- sementara dia mempunyai hutang sebesar Rp.100.000.000,-.
Modal dikurangi hutang: Rp.200.000.000,- – Rp. 100.000.000,- = Rp.100.000.000,-
Jumlah harta zakat: Rp.100.000.000,- + Rp. 50.000.000,- = Rp.150.000.000,-
Zakatnya: Rp.150.000.000,-
x
25
1000
=
Rp.3.750.000,-
*7 Modal tetap tidak wajib dizakati seperti gedung, perkakas dan alat opera-sional perdagangan
8- Zakat Tanaman
Jika biji-bijian atau buah-buahan*8 telah sampai senisab yaitu lima wasak atau seberat + 670 kg, maka wajib dikeluarkan zakatnya 10% bila disiram dengan air hujan dan 5% jika menggunakan alat atau memindah air dari tempat lain dengan kendaraan atau yang lainnya.
Suatu contoh: Seorang petani memetik hasil panen sebanyak lima ton gandum dan dua ton korma, maka berapa zakat yang harus dikeluarkan jika dia mengguna-kan alat penyiram tanaman?
Zakat gandum: 5000
x
5
100
=
250 kg.
Zakat korma: 2000
x
5
100
=
100 kg.
*8 Hasil-hasil pertanian selain biji-bijian dianggap sebagai buah-buahan, seperti sayur mayur segar dan buahan-buahan masih dalam kelompok barang-barang niaga yang kadar zakatnya 2½ %. Meskipun Madzhab Hanafi berpendapat wajib mengeluarkan zakat setiap tanaman yang ditumbuhkan bumi sekadar 5% atau 10% sebagaimana penjelasan yang telah lalu.
9- Zakat Peternakan
Jika seseorang memiliki lima onta, maka ia wajib mengeluarkan zakat seekor kambing dan jika memiliki tiga puluh sapi, maka dia harus mengeluarkan tabi’i (sapi yang berumur setahun). Jika memiliki kambing empat puluh, maka dia wajib mengeluarkan zakat seekor kambing. Apabila jumlah hewan ternak lebih dari hitung-an di atas, maka cara mengeluarkan zakat seperti pada tabel di bawah ini:
Selain hewan yang tersebut di atas masuk dalam kelompok barang niaga bila diproyeksikan sebagai barang perdagangan.
Tabel Zakat Hewan Ternak yang Hidup di Padang Gembala
Tabel Zakat Kambing
Nisab
Zakat yang harus dikeluarkan
Dari
Sampai
40
120
1 Kambing
121
200
2 Kambing
201
 
3 Kambing
Kemudian setiap 100 kambing zakatnya seekor kambing
* Tidak boleh mengambil zakat berupa pejantan, hewan yang sudah tua sekali, cacat atau paling buruk.
* Tidak boleh mengambil zakat berupa hewan pincang, hewan betina yang mau melahirkan, hewan potong atau hewan termahal.
Tabel Zakat Onta
Nisab
Zakat yang harus dikeluarkan
Dari
Sampai
5
9
1 Kambing
10
14
2 Kambing
15
19
3 Kambing
20
24
4 Kambing
25
35
1 Bintu Makhadh
36
45
1 Bintu labun
46
60
1 Hiqqah
61
75
1 Jad’ah
76
90
2 Bintu Labun
91
120
2 Hiqqah
121
 
3 Bintu Labun
Kemudian setiap 40 onta zakatnya satu Bintu Labun dan setiap 50 onta zakatnya 1 Hiqqah.
Bintu Makhadh adalah onta yang telah berumur satu tahun, dinamakan seperti itu karena induknya sedang hamil.
Bintu Labun adalah onta yang telah berumur dua tahun, dinamakan seperti itu karena induknya sedang menyusui lagi.
Hiqqah adalah onta yang telah berumur tiga tahun, dinamakan seperti itu karena sudah mampu dan berhak dikendarai.
Jad’ah adalah onta telah yang berumur empat tahun
Tabel Zakat Sapi
Nisab
Zakat yang harus dibayarkan
Dari
Sampai
30
39
1 Tabii’ atau Tabii’ah
40
59
1 Musinnah
60
 
2 Tabii’ah
Kemudian setiap tiga puluh sapi zakatnya satu tabii’i dan setiap empat puluh sapi satu Musinnah.
* Tabii’ atau Tabii’ah adalah sapi yang telah berumur satu tahun.
* Musinnah adalah sapi yang telah berumur dua tahun.
10- Zakat Madu Tawon
Jika hasil madu mencapai nisab seberat 670 kg, maka harus dikeluarkan zakatnya sebesar 10 % dari be-rat bersih madu setelah dipotong biaya produksi.
Suatu contoh: Zakat 1000 kg madu adalah:
1000 kg
x
10
100
=
100 kg.
11- Zakat Barang Tambang
Hasil tambang dan minyak serta gas bumi hasilnya harus disalurkan ke Baitul Mal untuk kepentingan umum dan kebutuhan ummat.
Jika ada seseorang atau perusahaan diberi kesem-patan menambang dan mengolah barang tambang terse-but, maka dia harus mengeluarkan zakat sebesar 2½ % dari penghasilan yang telah dikelola. Termasuk kelom-pok barang tambang yaitu seluruh bahan bangunan seperti batu atau pasir, juga harus dikeluarkan zakatnya sebesar 2½ % dari hasil yang telah diperoleh.*9
*9 Zakat hasil tambang tidak disyaratkan putaran haul (tahun), wajib menge-luarkan zakat pada saat barang tambang telah selesai proses pengolahan.
12- Zakat Hasil Laut dan Perikanan
Jika seorang nelayan atau perusahaan pengolah hasil laut menangkap ikan kemudian hasil tersebut dijual, maka dia wajib mengeluarkan zakat seperti zakat niaga yaitu 2½% (*10) demikian itu bila hasilnya telah sampai senisab seperti nisabnya mata uang.
Suatu contoh: Suatu perusahaan penangkap ikan menghasilkan satu ton ikan, kemudian dijual kepada konsumen seharga Rp.4.000.00,-, berapa zakat yang harus dibayar.*11
Zakatnya: Rp.4.000.000,-
x
25
1000
=
Rp.100.000,-
*10 Pendapat ini diriwayatkan dari Imam Ahmad seperti yang telah disebut-kan dalam kitab Al-Mughni 3/28.
*11 Artinya nilai jual ikan seharga nisabnya mata uang yaitu 85 gr emas
13- Zakat Fitrah
A. Setiap muslim wajib membayar zakat fitrah setelah matahari terbenam akhir bulan Ramadhan dan lebih utama jika dibayarkan sebelum keluar shalat Idul Fitri dan boleh dibayarkan dua hari sebelum hari raya *12 , demi menjaga kemaslahatan orang fakir. Dan haram mengakhirkan pembayaran zakat fitrah hingga habis shalat dan barangsiapa melakukan perbuatan tersebut, maka harus menggantinya.*13
B. Seorang muslim wajib membayar zakat untuk dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawab-nya seperti isterinya, anaknya, dan pembantunya yang muslim. Akan tetapi boleh bagi seorang isteri atau anak atau pembantu membayar zakat sendiri.
C. Kadar zakat fitrah yang harus dibayar*14 adalah satu sha’ dari makanan pokok negara setempat, dan satu sha’ untuk ukuran sekarang kira-kira 2,176 kg (keten-tuan ini sesuai makanan pokok gandum).
Dan kita bisa menggunakan tangan untuk menjadi takaran dengan cara kita penuhi kedua telapak tangan sebanyak empat kali. Karena satu mud sama dengan genggaman dua telapak tangan orang dewasa dan satu sha’ sama dengan empat mud.
Contoh: Seseorang mempunyai satu isteri dan empat orang anak serta satu pembantu muslim, berapa dia harus membayar zakat fitrah untuk mereka?
Dengan ukuran sha’ dia harus membayar 7 x 1 sha’ = 7 sha’
Dengan takaran atau timbangan sekarang berupa gandum: 7 x 2,176 kg = 15,232 kg atau lima belas kilo dua ratus tiga puluh dua gram.
Dan dengan kita meraup gandum dengan dua tela-pak tangan: 7 x 4 = 28 kali raupan dari makanan pokok baik berupa korma, gandum, anggur kering, susu ke-ring, jagung atau beras.
D. Dianjurkan mengeluarkan zakat dengan makanan*15 , Imam Abu Hanifah membolehkan membayar dengan uang dan ini pendapat yang lebih mudah terlebih bagi lingkungan industri.*16
Kadar nilai zakat disesuaikan dengan harga makan-an pokok masing-masing negara, jika seseorang ingin membayar zakat dengan korma sebanyak dua puluh kilo, maka hendaknya dia harus menanyakan harga kor-ma per kilo untuk ukuran korma sedang, lalu dihitung dengan mata uang setempat.
*12 Menurut madzhab Hambali boleh mengeluarkan zakat setelah pertengah-an bulan Ramadhan, pendapat ini lebih mempermudah khususnya bagi negara yang menangani langsung pembayaran zakat fitrah, atau jika yang menangani itu yayasan-yayasan sosial, sehingga mempermudah mereka dalam pengumpulan dan pembagiannya pada hari Ied.
*13 Lihat Nailul Authar, 4/195. Fiqhuz Zakah: 1/155.
*14 Dalam zakat fitrah tidak mengenal nisab, di saat ada kelebihan dari kebutuhan makanan pada malam hari raya untuk dirinya dan keluarga-nya, maka seseorang wajib membayar zakat fitrah.
*15 Para ulama madzhab tiga (Imam Malik, Syafi’i dan Ahmad) tidak membo-lehkan mengeluarkan zakat fitrah dengan uang.
*16 Fiqhuz Zakah , 1/949. Penulis pernah membuat semacam ide yang disampaikan lewat mimbar pada tahun 1404 H. hendaknya zakat fitrah dikelola oleh pemerintah atau Lembaga Islam kemudian disalurkan kepada yang berhak dan yang membutuhkan baik di dalam maupun luar negeri khususnya negara-negara yang terkena krisis seperti negara Afrika atau Asia yang banyak menderita kelaparan. Apalagi kristenisasi sangat gencar dengan berkedok bantuan sosial berupa makanan atau obat-obatan untuk bantuan kelaparan dan bencana alam dimanfaatkan untuk pemurtadan sehingga banyak di antara kaum muslimin yang keluar dari Islam hanya karena sesuap nasi seperti yang terjadi di Indonesia.
Jika zakat fitrah tersebut bisa dikumpulkan setelah pertengahan bulan Ramadhan, maka sangat mungkin zakat fitrah tersebut disalurkan kepada yang berhak pada waktu itu juga. Dengan demikian pada saat hari raya orang-orang kelaparan bisa merasa kenyang dan kecukupan, bila tidak apa mungkin seseorang dipaksa bergembira di hari raya sementara kela-paran melilitnya.
 
 
> PERHITUNGAN ZAKAT MENURUT ISLAM

Akhir pekan ini gempa berskala 5,4 richter goyang Maluku

Gempa berkekuatan 5,4 skala richter telah menggoyang wilayah Maluku pukul 08.00 pagi WIB. Pusat gempa telah berada di lokasi 7.70 lintang selatan, 126.02 bujur timur, atau 43 kilometer barat laut Maluku.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa telah berada di kedalaman laut 416 kilometer, dan dirasakan oleh masyarakat dengan skala I-II MMI.

"Gempa tidak berpotensi tsunami. Masyarakat tetap menjalankan aktivitas normal. Harap terus waspada dengan gempa karena gempa mendadak, tidak ada tanda-tanda karena bersifat quick on set dan merusak," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho.

> Akhir pekan ini gempa berskala 5,4 richter goyang Maluku

MILAN DAN INTER SAMA SAMA BERMASALAH

saco-indonesia.com, Meski Internazionale telah menang atas AC Milan di laga derby della madonnina, Marco Tardelli rupanya telah menyebut bahwa tim asuhan Walter Mazzarri itu telah masih memiliki banyak hal yang perlu dibenahi.

"Saya percaya bahwa masih ada masalah di Inter. Jarak dengan Juventus mengkonfirmasi kesulitan yang telah mereka alami, meski pelatih Mazzarri telah sudah menunjukkan kinerja yang hebat," tuturnya pada Radio Sportiva.

Sosok yang pernah menjadi juara dunia bersama Italia pada tahun 1982 itu juga tak lupa melontarkan kritik pada AC Milan.

"Selain itu, saya pikir Milan tidak memiliki kualitas untuk dapat bersaing di tiga teratas kompetisi domestik," tutup Tardelli.


Editor : Dian Sukmawati

> MILAN DAN INTER SAMA SAMA BERMASALAH

Mike Phillips, Half of Kentucky’s ‘Twin Towers’ of Basketball, Dies at 59

The 6-foot-10 Phillips played alongside the 6-11 Rick Robey on the Wildcats team that won the 1978 N.C.A.A. men’s basketball title.

Mike Phillips, Half of Kentucky’s ‘Twin Towers’ of Basketball, Dies at 59 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

In Baltimore, National Guard Pullout Begins as Citywide Curfew Is Lifted

Edward Chambers, Early Leader in Community Organizing, Dies at 85

A lapsed seminarian, Mr. Chambers succeeded Saul Alinsky as leader of the social justice umbrella group Industrial Areas Foundation.

Edward Chambers, Early Leader in Community Organizing, Dies at 85 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Fatal Police Shootings: Accounts Since Ferguson

Since a white police officer, Darren Wilson fatally shot unarmed black teenager, Michael Brown, in a confrontation last August in Ferguson, Mo., there have been many other cases in which the police have shot and killed suspects, some of them unarmed. Mr. Brown's death set off protests throughout the country, pushing law enforcement into the spotlight and sparking a public debate on police tactics. Here is a selection of police shootings that have been reported by news organizations since Mr. Brown's death. In some cases, investigations are continuing.

Photo
 
 
The apartment complex northeast of Atlanta where Anthony Hill, 27, was fatally shot by a DeKalb County police officer. Credit Ben Gray/Atlanta Journal Constitution

Chamblee, Ga.
Fatal Police Shootings: Accounts Since Ferguson | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Jean Nidetch, 91, Dies; Pounds Came Off, and Weight Watchers Was Born

A 214-pound Queens housewife struggled with a lifelong addiction to food until she shed 72 pounds and became the public face of the worldwide weight-control empire Weight Watchers.

Jean Nidetch, 91, Dies; Pounds Came Off, and Weight Watchers Was Born | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Calvin Peete, 71, a Racial Pioneer on the PGA Tour, Is Dead

With 12 tournament victories in his career, Mr. Peete was the most successful black professional golfer before Tiger Woods.

Calvin Peete, 71, a Racial Pioneer on the PGA Tour, Is Dead | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Richard Suzman, 72, Dies; Researcher Influenced Global Surveys on Aging

At the National Institutes of Health, Dr. Suzman’s signature accomplishment was the central role he played in creating a global network of surveys on aging.

Richard Suzman, 72, Dies; Researcher Influenced Global Surveys on Aging | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

William Pfaff, Critic of American Foreign Policy, Dies at 86

Mr. Pfaff was an international affairs columnist and author who found Washington’s intervention in world affairs often misguided.

William Pfaff, Critic of American Foreign Policy, Dies at 86 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Jack Ely, Who Sang the Kingsmen’s ‘Louie Louie’, Dies at 71

A 2-minute-42-second demo recording captured in one take turned out to be a one-hit wonder for Mr. Ely, who was 19 when he sang the garage-band classic.

Jack Ely, Who Sang the Kingsmen’s ‘Louie Louie’, Dies at 71 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Verne Gagne, Wrestler Who Grappled Through Two Eras, Dies at 89

Gagne wrestled professionally from the late 1940s until the 1980s and was a transitional figure between the early 20th century barnstormers and the steroidal sideshows of today

Verne Gagne, Wrestler Who Grappled Through Two Eras, Dies at 89 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

William Price Fox, Admired Southern Novelist and Humorist, Dies at 89

Mr. Fox, known for his well-honed countrified voice, wrote about things dear to South Carolina and won over Yankee critics.

William Price Fox, Admired Southern Novelist and Humorist, Dies at 89 | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Bruce Alger, 96, Dies; Led ‘Mink Coat’ Protest Against Lyndon Johnson

Mr. Alger, who served five terms from Texas, led Republican women in a confrontation with Lyndon B. Johnson that may have cost Richard M. Nixon the 1960 presidential election.

Bruce Alger, 96, Dies; Led ‘Mink Coat’ Protest Against Lyndon Johnson | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

Advertisement Politics Obama Finds a Bolder Voice on Race Issues

As he reflected on the festering wounds deepened by race and grievance that have been on painful display in America’s cities lately, President Obama on Monday found himself thinking about a young man he had just met named Malachi.

A few minutes before, in a closed-door round-table discussion at Lehman College in the Bronx, Mr. Obama had asked a group of black and Hispanic students from disadvantaged backgrounds what could be done to help them reach their goals. Several talked about counseling and guidance programs.

“Malachi, he just talked about — we should talk about love,” Mr. Obama told a crowd afterward, drifting away from his prepared remarks. “Because Malachi and I shared the fact that our dad wasn’t around and that sometimes we wondered why he wasn’t around and what had happened. But really, that’s what this comes down to is: Do we love these kids?”

Many presidents have governed during times of racial tension, but Mr. Obama is the first to see in the mirror a face that looks like those on the other side of history’s ledger. While his first term was consumed with the economy, war and health care, his second keeps coming back to the societal divide that was not bridged by his election. A president who eschewed focusing on race now seems to have found his voice again as he thinks about how to use his remaining time in office and beyond.

Continue reading the main story Video
Play Video|1:17

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

At an event announcing the creation of a nonprofit focusing on young minority men, President Obama talked about the underlying reasons for recent protests in Baltimore and other cities.

By Associated Press on Publish Date May 4, 2015. Photo by Stephen Crowley/The New York Times.

In the aftermath of racially charged unrest in places like Baltimore, Ferguson, Mo., and New York, Mr. Obama came to the Bronx on Monday for the announcement of a new nonprofit organization that is being spun off from his White House initiative called My Brother’s Keeper. Staked by more than $80 million in commitments from corporations and other donors, the new group, My Brother’s Keeper Alliance, will in effect provide the nucleus for Mr. Obama’s post-presidency, which will begin in January 2017.

“This will remain a mission for me and for Michelle not just for the rest of my presidency but for the rest of my life,” Mr. Obama said. “And the reason is simple,” he added. Referring to some of the youths he had just met, he said: “We see ourselves in these young men. I grew up without a dad. I grew up lost sometimes and adrift, not having a sense of a clear path. The only difference between me and a lot of other young men in this neighborhood and all across the country is that I grew up in an environment that was a little more forgiving.”

Advertisement

Organizers said the new alliance already had financial pledges from companies like American Express, Deloitte, Discovery Communications and News Corporation. The money will be used to help companies address obstacles facing young black and Hispanic men, provide grants to programs for disadvantaged youths, and help communities aid their populations.

Joe Echevarria, a former chief executive of Deloitte, the accounting and consulting firm, will lead the alliance, and among those on its leadership team or advisory group are executives at PepsiCo, News Corporation, Sprint, BET and Prudential Group Insurance; former Secretary of State Colin L. Powell; Senator Cory Booker, Democrat of New Jersey; former Attorney General Eric H. Holder Jr.; the music star John Legend; the retired athletes Alonzo Mourning, Jerome Bettis and Shaquille O’Neal; and the mayors of Indianapolis, Sacramento and Philadelphia.

The alliance, while nominally independent of the White House, may face some of the same questions confronting former Secretary of State Hillary Rodham Clinton as she begins another presidential campaign. Some of those donating to the alliance may have interests in government action, and skeptics may wonder whether they are trying to curry favor with the president by contributing.

“The Obama administration will have no role in deciding how donations are screened and what criteria they’ll set at the alliance for donor policies, because it’s an entirely separate entity,” Josh Earnest, the White House press secretary, told reporters on Air Force One en route to New York. But he added, “I’m confident that the members of the board are well aware of the president’s commitment to transparency.”

The alliance was in the works before the disturbances last week after the death of Freddie Gray, the black man who suffered fatal injuries while in police custody in Baltimore, but it reflected the evolution of Mr. Obama’s presidency. For him, in a way, it is coming back to issues that animated him as a young community organizer and politician. It was his own struggle with race and identity, captured in his youthful memoir, “Dreams From My Father,” that stood him apart from other presidential aspirants.

But that was a side of him that he kept largely to himself through the first years of his presidency while he focused on other priorities like turning the economy around, expanding government-subsidized health care and avoiding electoral land mines en route to re-election.

After securing a second term, Mr. Obama appeared more emboldened. Just a month after his 2013 inauguration, he talked passionately about opportunity and race with a group of teenage boys in Chicago, a moment aides point to as perhaps the first time he had spoken about these issues in such a personal, powerful way as president. A few months later, he publicly lamented the death of Trayvon Martin, a black Florida teenager, saying that “could have been me 35 years ago.”

Photo
 
President Obama on Monday with Darinel Montero, a student at Bronx International High School who introduced him before remarks at Lehman College in the Bronx. Credit Stephen Crowley/The New York Times

That case, along with public ruptures of anger over police shootings in Ferguson and elsewhere, have pushed the issue of race and law enforcement onto the public agenda. Aides said they imagined that with his presidency in its final stages, Mr. Obama might be thinking more about what comes next and causes he can advance as a private citizen.

That is not to say that his public discussion of these issues has been universally welcomed. Some conservatives said he had made matters worse by seeming in their view to blame police officers in some of the disputed cases.

“President Obama, when he was elected, could have been a unifying leader,” Senator Ted Cruz of Texas, a Republican candidate for president, said at a forum last week. “He has made decisions that I think have inflamed racial tensions.”

On the other side of the ideological spectrum, some liberal African-American activists have complained that Mr. Obama has not done enough to help downtrodden communities. While he is speaking out more, these critics argue, he has hardly used the power of the presidency to make the sort of radical change they say is necessary.

The line Mr. Obama has tried to straddle has been a serrated one. He condemns police brutality as he defends most officers as honorable. He condemns “criminals and thugs” who looted in Baltimore while expressing empathy with those trapped in a cycle of poverty and hopelessness.

In the Bronx on Monday, Mr. Obama bemoaned the death of Brian Moore, a plainclothes New York police officer who had died earlier in the day after being shot in the head Saturday on a Queens street. Most police officers are “good and honest and fair and care deeply about their communities,” even as they put their lives on the line, Mr. Obama said.

“Which is why in addressing the issues in Baltimore or Ferguson or New York, the point I made was that if we’re just looking at policing, we’re looking at it too narrowly,” he added. “If we ask the police to simply contain and control problems that we ourselves have been unwilling to invest and solve, that’s not fair to the communities, it’s not fair to the police.”

Moreover, if society writes off some people, he said, “that’s not the kind of country I want to live in; that’s not what America is about.”

His message to young men like Malachi Hernandez, who attends Boston Latin Academy in Massachusetts, is not to give up.

“I want you to know you matter,” he said. “You matter to us.”

Advertisement Politics Obama Finds a Bolder Voice on Race Issues | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

The Uphill Battle to Better Regulate Formaldehyde

WASHINGTON — A decade after emergency trailers meant to shelter Hurricane Katrina victims instead caused burning eyes, sore throats and other more serious ailments, the Environmental Protection Agency is on the verge of regulating the culprit: formaldehyde, a chemical that can be found in commonplace things like clothes and furniture.

But an unusual assortment of players, including furniture makers, the Chinese government, Republicans from states with a large base of furniture manufacturing and even some Democrats who championed early regulatory efforts, have questioned the E.P.A. proposal. The sustained opposition has held sway, as the agency is now preparing to ease key testing requirements before it releases the landmark federal health standard.

The E.P.A.’s five-year effort to adopt this rule offers another example of how industry opposition can delay and hamper attempts by the federal government to issue regulations, even to control substances known to be harmful to human health.

Continue reading the main story
 

Document: The Formaldehyde Fight

Formaldehyde is a known carcinogen that can also cause respiratory ailments like asthma, but the potential of long-term exposure to cause cancers like myeloid leukemia is less well understood.

The E.P.A.’s decision would be the first time that the federal government has regulated formaldehyde inside most American homes.

“The stakes are high for public health,” said Tom Neltner, senior adviser for regulatory affairs at the National Center for Healthy Housing, who has closely monitored the debate over the rules. “What we can’t have here is an outcome that fails to confront the health threat we all know exists.”

The proposal would not ban formaldehyde — commonly used as an ingredient in wood glue in furniture and flooring — but it would impose rules that prevent dangerous levels of the chemical’s vapors from those products, and would set testing standards to ensure that products sold in the United States comply with those limits. The debate has sharpened in the face of growing concern about the safety of formaldehyde-treated flooring imported from Asia, especially China.

What is certain is that a lot of money is at stake: American companies sell billions of dollars’ worth of wood products each year that contain formaldehyde, and some argue that the proposed regulation would impose unfair costs and restrictions.

Determined to block the agency’s rule as proposed, these industry players have turned to the White House, members of Congress and top E.P.A. officials, pressing them to roll back the testing requirements in particular, calling them redundant and too expensive.

“There are potentially over a million manufacturing jobs that will be impacted if the proposed rule is finalized without changes,” wrote Bill Perdue, the chief lobbyist at the American Home Furnishings Alliance, a leading critic of the testing requirements in the proposed regulation, in one letter to the E.P.A.

Industry opposition helped create an odd alignment of forces working to thwart the rule. The White House moved to strike out key aspects of the proposal. Subsequent appeals for more changes were voiced by players as varied as Senator Barbara Boxer, Democrat of California, and Senator Roger Wicker, Republican of Mississippi, as well as furniture industry lobbyists.

Hurricane Katrina in 2005 helped ignite the public debate over formaldehyde, after the deadly storm destroyed or damaged hundreds of thousands of homes along the Gulf of Mexico, forcing families into temporary trailers provided by the Federal Emergency Management Agency.

The displaced storm victims quickly began reporting respiratory problems, burning eyes and other issues, and tests then confirmed high levels of formaldehyde fumes leaking into the air inside the trailers, which in many cases had been hastily constructed.

Public health advocates petitioned the E.P.A. to issue limits on formaldehyde in building materials and furniture used in homes, given that limits already existed for exposure in workplaces. But three years after the storm, only California had issued such limits.

Industry groups like the American Chemistry Council have repeatedly challenged the science linking formaldehyde to cancer, a position championed by David Vitter, the Republican senator from Louisiana, who is a major recipient of chemical industry campaign contributions, and whom environmental groups have mockingly nicknamed “Senator Formaldehyde.”

Continue reading the main story

Formaldehyde in Laminate Flooring

In laminate flooring, formaldehyde is used as a bonding agent in the fiberboard (or other composite wood) core layer and may also be used in glues that bind layers together. Concerns were raised in March when certain laminate flooring imported from China was reported to contain levels of formaldehyde far exceeding the limit permitted by California.

Typical

laminate

flooring

CLEAR FINISH LAYER

Often made of melamine resin

PATTERN LAYER

Paper printed to resemble wood,

or a thin wood veneer

GLUE

Layers may be bound using

formaldehyde-based glues

CORE LAYER

Fiberboard or other

composite, formed using

formaldehyde-based adhesives

BASE LAYER

Moisture-resistant vapor barrier

What is formaldehyde?

Formaldehyde is a common chemical used in many industrial and household products as an adhesive, bonding agent or preservative. It is classified as a volatile organic compound. The term volatile means that, at room temperature, formaldehyde will vaporize, or become a gas. Products made with formaldehyde tend to release this gas into the air. If breathed in large quantities, it may cause health problems.

WHERE IT IS COMMONLY FOUND

POTENTIAL HEALTH RISKS

Pressed-wood and composite wood products

Wallpaper and paints

Spray foam insulation used in construction

Commercial wood floor finishes

Crease-resistant fabrics

In cigarette smoke, or in the fumes from combustion of other materials, including wood, oil and gasoline.

Exposure to formaldehyde in sufficient amounts may cause eye, throat or skin irritation, allergic reactions, and respiratory problems like coughing, wheezing or asthma.

Long-term exposure to high levels has been associated with cancer in humans and laboratory animals.

Exposure to formaldehyde may affect some people more severely than others.

By 2010, public health advocates and some industry groups secured bipartisan support in Congress for legislation that ordered the E.P.A. to issue federal rules that largely mirrored California’s restrictions. At the time, concerns were rising over the growing number of lower-priced furniture imports from Asia that might include contaminated products, while also hurting sales of American-made products.

Maneuvering began almost immediately after the E.P.A. prepared draft rules to formally enact the new standards.

White House records show at least five meetings in mid-2012 with industry executives — kitchen cabinet makers, chemical manufacturers, furniture trade associations and their lobbyists, like Brock R. Landry, of the Venable law firm. These parties, along with Senator Vitter’s office, appealed to top administration officials, asking them to intervene to roll back the E.P.A. proposal.

The White House Office of Management and Budget, which reviews major federal regulations before they are adopted, apparently agreed. After the White House review, the E.P.A. “redlined” many of the estimates of the monetary benefits that would be gained by reductions in related health ailments, like asthma and fertility issues, documents reviewed by The New York Times show.

As a result, the estimated benefit of the proposed rule dropped to $48 million a year, from as much as $278 million a year. The much-reduced amount deeply weakened the agency’s justification for the sometimes costly new testing that would be required under the new rules, a federal official involved in the effort said.

“It’s a redlining blood bath,” said Lisa Heinzerling, a Georgetown University Law School professor and a former E.P.A. official, using the Washington phrase to describe when language is stricken from a proposed rule. “Almost the entire discussion of these potential benefits was excised.”

Senator Vitter’s staff was pleased.

“That’s a huge difference,” said Luke Bolar, a spokesman for Mr. Vitter, of the reduced estimated financial benefits, saying the change was “clearly highlighting more mismanagement” at the E.P.A.

Advertisement

The review’s outcome galvanized opponents in the furniture industry. They then targeted a provision that mandated new testing of laminated wood, a cheaper alternative to hardwood. (The California standard on which the law was based did not require such testing.)

But E.P.A. scientists had concluded that these laminate products — millions of which are sold annually in the United States — posed a particular risk. They said that when thin layers of wood, also known as laminate or veneer, are added to furniture or flooring in the final stages of manufacturing, the resulting product can generate dangerous levels of fumes from often-used formaldehyde-based glues.

Industry executives, outraged by what they considered an unnecessary and financially burdensome level of testing, turned every lever within reach to get the requirement removed. It would be particularly onerous, they argued, for small manufacturers that would have to repeatedly interrupt their work to do expensive new testing. The E.P.A. estimated that the expanded requirements for laminate products would cost the furniture industry tens of millions of dollars annually, while the industry said that the proposed rule over all would cost its 7,000 American manufacturing facilities over $200 million each year.

“A lot of people don’t seem to appreciate what a lot of these requirements do to a small operation,” said Dick Titus, executive vice president of the Kitchen Cabinet Manufacturers Association, whose members are predominantly small businesses. “A 10-person shop, for example, just really isn’t equipped to handle that type of thing.”

Photo
 
Becky Gillette wants strong regulation of formaldehyde. Credit Beth Hall for The New York Times

Big industry players also weighed in. Executives from companies including La-Z-Boy, Hooker Furniture and Ashley Furniture all flew to Washington for a series of meetings with the offices of lawmakers including House Speaker John Boehner, Republican of Ohio, and about a dozen other lawmakers, asking several of them to sign a letter prepared by the industry to press the E.P.A. to back down, according to an industry report describing the lobbying visit.

Within a matter of weeks, two letters — using nearly identical language — were sent by House and Senate lawmakers to the E.P.A. — with the industry group forwarding copies of the letters to the agency as well, and then posting them on its website.

The industry lobbyists also held their own meeting at E.P.A. headquarters, and they urged Jim Jones, who oversaw the rule-making process as the assistant administrator for the agency’s Office of Chemical Safety and Pollution Prevention, to visit a North Carolina furniture manufacturing plant. According to the trade group, Mr. Jones told them that the visit had “helped the agency shift its thinking” about the rules and how laminated products should be treated.

The resistance was particularly intense from lawmakers like Mr. Wicker of Mississippi, whose state is home to major manufacturing plants owned by Ashley Furniture Industries, the world’s largest furniture maker, and who is one of the biggest recipients in Congress of donations from the industry’s trade association. Asked if the political support played a role, a spokesman for Mr. Wicker replied: “Thousands of Mississippians depend on the furniture manufacturing industry for their livelihoods. Senator Wicker is committed to defending all Mississippians from government overreach.”

Individual companies like Ikea also intervened, as did the Chinese government, which claimed that the new rule would create a “great barrier” to the import of Chinese products because of higher costs.

Perhaps the most surprising objection came from Senator Boxer, of California, a longtime environmental advocate, whose office questioned why the E.P.A.’s rule went further than her home state’s in seeking testing on laminated products. “We did not advocate an outcome, other than safety,” her office said in a statement about why the senator raised concerns. “We said ‘Take a look to see if you have it right.’ ”

Safety advocates say that tighter restrictions — like the ones Ms. Boxer and Mr. Wicker, along with Representative Doris Matsui, a California Democrat, have questioned — are necessary, particularly for products coming from China, where items as varied as toys and Christmas lights have been found to violate American safety standards.

While Mr. Neltner, the environmental advocate who has been most involved in the review process, has been open to compromise, he has pressed the E.P.A. not to back down entirely, and to maintain a requirement that laminators verify that their products are safe.

An episode of CBS’s “60 Minutes” in March brought attention to the issue when it accused Lumber Liquidators, the discount flooring retailer, of selling laminate products with dangerous levels of formaldehyde. The company has disputed the show’s findings and test methods, maintaining that its products are safe.

“People think that just because Congress passed the legislation five years ago, the problem has been fixed,” said Becky Gillette, who then lived in coastal Mississippi, in the area hit by Hurricane Katrina, and was among the first to notice a pattern of complaints from people living in the trailers. “Real people’s faces and names come up in front of me when I think of the thousands of people who could get sick if this rule is not done right.”

An aide to Ms. Matsui rejected any suggestion that she was bending to industry pressure.

“From the beginning the public health has been our No. 1 concern,” said Kyle J. Victor, an aide to Ms. Matsui.

But further changes to the rule are likely, agency officials concede, as they say they are searching for a way to reduce the cost of complying with any final rule while maintaining public health goals. The question is just how radically the agency will revamp the testing requirement for laminated products — if it keeps it at all.

“It’s not a secret to anybody that is the most challenging issue,” said Mr. Jones, the E.P.A. official overseeing the process, adding that the health consequences from formaldehyde are real. “We have to reduce those exposures so that people can live healthy lives and not have to worry about being in their homes.”

The Uphill Battle to Better Regulate Formaldehyde | PAKET UMROH BULAN JANUARI 2016

promo umroh juni di Matraman jakarta
biaya paket umrah akhir tahun di Bidaracina jakarta
harga paket berangkat umrah januari di Cipinang jakarta
paket umroh maret di Cakung jakarta
harga berangkat umrah januari bekasi barat
paket umroh akhir tahun di Pulo Gadung jakarta
harga paket umrah akhir tahun di Kampung Tengah jakarta
harga berangkat umrah maret di Ciracas jakarta
biaya paket berangkat umroh april di Malaka Sari jakarta
harga paket berangkat umroh akhir tahun di Cipinang Besar Utara jakarta
harga paket berangkat umroh juni di Malaka Jaya jakarta
harga paket umroh desember di Pisangan Timur jakarta
harga berangkat umroh maret di Matraman jakarta
harga umrah juni di Pinang Ranti jakarta
paket promo umrah akhir tahun di Jatinegara jakarta
biaya paket umroh februari di Kelapa Dua Wetan jakarta
paket promo umroh mei di Pondok Kopi jakarta
harga berangkat umroh awal tahun di Makasar jakarta
biaya umroh april di Cililitan jakarta
biaya paket umroh akhir tahun di Kelapa Dua Wetan jakarta
promo berangkat umroh februari di Cipinang Muara jakarta
promo berangkat umrah awal tahun di Rawa Terate jakarta
biaya berangkat umrah februari di Pondok Ranggon jakarta
promo berangkat umrah mei di Jati jakarta
paket promo berangkat umrah januari di Kramat Jati jakarta
paket promo berangkat umrah februari di Rawa Terate jakarta
paket promo umroh akhir tahun di Pal Meriam jakarta
harga umrah april di Penggilingan jakarta
biaya paket umroh maret di Cililitan jakarta
harga paket berangkat umroh januari di Lubang Buaya jakarta
harga berangkat umroh awal tahun di Dukuh jakarta
harga paket berangkat umroh april di Kampung Tengah jakarta
biaya paket berangkat umroh mei di Ciracas jakarta
harga umrah juni di Pondok Kelapa jakarta
harga umroh awal tahun di Pasar Rebo jakarta
biaya umrah februari di Pulogebang jakarta
biaya paket umrah akhir tahun di Kebon Manggis jakarta
promo umroh juni di Pondok Ranggon jakarta
promo umrah juni di Pulo Gadung jakarta
biaya paket umroh awal tahun bogor
biaya paket umroh mei di Malaka Sari jakarta
paket berangkat umroh juni di Dukuh jakarta
paket promo umrah akhir tahun di Bali Mester jakarta
paket promo berangkat umroh ramadhan di Jati jakarta
paket promo berangkat umrah ramadhan tangerang
biaya berangkat umrah awal tahun di Ciracas jakarta
harga paket berangkat umrah awal tahun di Rawa Terate jakarta
promo berangkat umroh januari di Cakung Barat jakarta
promo berangkat umrah desember di Duren Sawit jakarta
biaya berangkat umrah akhir tahun di Kramat Jati jakarta
harga umroh maret di Kebon Manggis jakarta
paket promo berangkat umrah januari di Kalisari jakarta
paket berangkat umrah maret di Malaka Sari jakarta
harga paket berangkat umroh mei di Pinang Ranti jakarta
promo berangkat umrah april di Cipinang Besar Utara jakarta
paket berangkat umroh maret di Penggilingan jakarta
paket promo umrah ramadhan di Duren Sawit jakarta
biaya umroh januari di Rambutan jakarta
paket promo berangkat umrah awal tahun di Kebon Manggis jakarta
paket promo berangkat umrah februari tangerang
paket berangkat umrah desember di Cawang jakarta
promo umrah maret di Kebon Pala jakarta
harga umrah februari di Pasar Rebo jakarta
promo umrah februari di Kampung Tengah jakarta
promo umroh april di Cakung Barat jakarta
harga umrah maret di Bali Mester jakarta
biaya paket umrah juni di Pal Meriam jakarta
paket promo umrah mei di Jatinegara jakarta
biaya paket umrah desember di Rawa Bunga jakarta
promo umroh februari di Pondok Kelapa jakarta
harga berangkat umroh awal tahun di Bidaracina jakarta
biaya paket berangkat umrah januari di Pekayon jakarta
promo berangkat umrah januari di Cibubur jakarta
paket promo umrah ramadhan di Cawang jakarta
promo umroh april bekasi utara
paket umrah maret di Pulo Gadung jakarta
paket umrah januari di Ciracas jakarta
biaya berangkat umrah akhir tahun di Malaka Jaya jakarta
paket umrah maret di Bali Mester jakarta
harga paket berangkat umrah akhir tahun di Kayu Putih jakarta
promo umroh desember di Rawa Terate jakarta
biaya paket berangkat umroh awal tahun di Jatinegara jakarta
promo umrah awal tahun di Cibubur jakarta
paket promo umrah mei di Kramat Jati jakarta
promo umrah juni di Cipinang Cempedak jakarta
paket promo berangkat umroh april di Duren Sawit jakarta
harga berangkat umrah juni di Duren Sawit jakarta
harga paket umroh april di Kampung Gedong,Cijantung jakarta
harga paket berangkat umrah mei di Pisangan Baru jakarta
paket promo umroh mei di Kayu Putih jakarta
harga paket berangkat umroh awal tahun di Batuampar jakarta
paket berangkat umrah januari di Kayu Putih jakarta
harga umroh mei di Ujung Menteng jakarta
harga paket umroh april di Pondok Bambu jakarta
paket promo berangkat umrah mei di Klender jakarta
harga paket berangkat umroh april di Pondok Ranggon jakarta
promo umrah akhir tahun di Batuampar jakarta
paket promo berangkat umroh mei di Pondok Bambu jakarta
promo berangkat umrah januari bekasi utara
paket berangkat umroh awal tahun di Duren Sawit jakarta